KETIK, SUMENEP – Kabar duka datang dari keluarga budayawan sekaligus Tim Ahli Bupati Sumenep, H. Ibnu Hajar, M.Pd. Istri tercintanya, Hj. Siti Aisyah, meninggal dunia pada Jumat pagi, 8 Mei 2026.

Informasi wafatnya Hj. Siti Aisyah dengan cepat menyebar luas di berbagai media sosial dan memunculkan gelombang ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan di Kabupaten Sumenep.

H. Ibnu Hajar dikenal sebagai sosok budayawan yang aktif di berbagai bidang. Selain berdinas di lingkungan Kementerian Agama, ia juga terlibat dalam sejumlah organisasi dan lembaga, mulai dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, Kwartir Cabang Pramuka Sumenep, Dewan Kesenian Sumenep, Tim Ahli Bupati, hingga Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep.

Berbagai elemen masyarakat pun turut menyampaikan doa dan rasa duka cita atas wafatnya Hj. Siti Aisyah.

Salah satunya datang dari Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Sumenep. Organisasi wartawan yang dipimpin Faisal Warid tersebut turut mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Baca Juga:
Haji Termuda Asal Sumenep Masih 16 Tahun, Berangkat Gantikan Almarhum Ibu

“Semoga Allah mengampuni segala dosanya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Amin,” ujar Faisal Warid dalam pernyataan belasungkawa yang disampaikan mewakili PWI Sumenep.

Ucapan duka juga datang dari Kwarcab Pramuka Sumenep, PT Pulau Garam Jaya, hingga anggota DPRD Sumenep Fraksi PKB, Akhmadi Yasid, SH, MH.

Diketahui, Hj. Siti Aisyah juga memiliki hubungan keluarga dengan sastrawan nasional Edi Ah Iyubenu.

Kepergian Hj. Siti Aisyah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan berbagai kalangan yang mengenal sosok H. Ibnu Hajar beserta keluarganya.(*)

Baca Juga:
Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep Resmi Dilantik, Ini Pesan Bupati Fauzi