Jurnalis Bondowoso Gelar Aksi Damai, Kecam Kekerasan Wartawan di Situbondo

Jurnalis: Haryono
Editor: Mustopa

4 Agt 2025 17:03

Thumbnail Jurnalis Bondowoso Gelar Aksi Damai, Kecam Kekerasan Wartawan di Situbondo
Sejumlah wartawan saat menggelar aksi damai di depan Monumen Gerbong Maut Bondowoso (Foto: Haryono/Ketik)

KETIK, BONDOWOSO – Sejumlah jurnalis dari berbagai media massa di Kabupaten Bondowoso menggelar aksi solidaritas sebagai respons atas dugaan kekerasan dan intimidasi yang dialami seorang wartawan di Kabupaten Situbondo.

Aksi yang diinisiasi oleh Forum Solidaritas Jurnalis Bondowoso (FSJB) itu berlangsung di Monumen Gerbong Maut, Alun-Alun Ki Bagus Asra, Senin, 4 Agustus 2025. Para peserta kompak mengenakan pakaian serba hitam dan pita hitam di lengan, sebagai simbol duka dan penolakan terhadap tindak kekerasan terhadap jurnalis.

Mereka membawa berbagai poster berisi pesan-pesan tegas seperti “Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis” dan “Jurnalis Bukan Musuh”, sekaligus menyuarakan protes atas segala bentuk upaya pembungkaman terhadap kerja-kerja jurnalistik di lapangan.

Koordinator aksi, Ilham Wahyudi menyebut bahwa insiden yang menimpa seorang wartawan Jawa Pos Radar Situbondo merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers yang dijamin undang-undang.

Baca Juga:
Bersatu Tebar Kebaikan, PWI Bondowoso dan MWCNU Tegalampel Santuni Anak Yatim Piatu

“Perlakuan seperti ini bukan sekadar menyasar individu, tapi juga melecehkan profesi jurnalis dan menciderai nilai-nilai demokrasi. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Ilham dalam orasinya.

Ia menegaskan bahwa aktivitas jurnalistik dilindungi secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Oleh karena itu, Ilham mendesak aparat penegak hukum di Situbondo agar segera mengusut tuntas insiden tersebut dan memastikan jurnalis bisa bekerja tanpa rasa takut.

“Pers adalah pilar keempat demokrasi. Jika jurnalis dipaksa bungkam melalui kekerasan atau intimidasi, itu berarti kita sedang mundur jauh dari prinsip transparansi dan keterbukaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ilham menyebut bahwa kasus ini turut memperburuk kondisi kebebasan pers di Indonesia. Ia merujuk pada penurunan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP), yang pada tahun 2023 tercatat di angka 71 persen, namun turun menjadi 69 persen pada 2024.

Baca Juga:
Pesan Tegas Kapolres Bondowoso di HPN 2026: Tak Mau Ada Jarak dengan Media!

“Penurunan ini menunjukkan bahwa ruang gerak jurnalis makin sempit. Negara harus hadir untuk menjamin keselamatan jurnalis,” tegasnya.

Insiden yang menjadi pemicu aksi solidaritas ini menimpa Humaidi, wartawan Radar Jawa Pos, yang mengalami kekerasan fisik oleh orang tak dikenal saat meliput aksi demonstrasi yang digelar lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Situbondo pada Kamis, 31 Juli 2025.

Akibat kejadian itu, Humaidi mengalami cedera dan sempat menjalani perawatan. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Situbondo dan tengah ditangani pihak berwajib.(*)

Baca Sebelumnya

Kelangkaan BBM Ungkap Adanya Tengkulak yang Membeli dalam Jumlah Besar

Baca Selanjutnya

Hutan Malabar Bakal Disertakan dalam CFD, Bau Sampah Jadi PR

Tags:

Jurnalis Gelar Aksi Damai Kecam Kekerasan Terhadap Wartawan Situbondo Aksi Solidaritas PWI Bondowoso

Berita lainnya oleh Haryono

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

13 April 2026 20:33

Banjir Wonoboyo Jadi Alarm, Pemkab Bondowoso Bangun Sistem Penanganan Bencana Terintegrasi

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

13 April 2026 14:20

Terobosan Akademik UIN KHAS Jember, Praktisi Hukum Kini Bisa Raih Sarjana lewat Jalur RPL

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

13 April 2026 14:04

Cegah Kelangkaan LPG 3 Kg, Polres Bondowoso Perketat Pengawasan Distribusi

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

11 April 2026 17:57

Duka Berbuah Perlindungan, Santunan Rp42 Juta Selamatkan Keluarga Buruh Tani di Bondowoso

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

9 April 2026 19:02

WFH Resmi Berlaku di Bondowoso, Bupati Abdul Hamid Wahid Tekan Biaya dan Genjot Digitalisasi

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

8 April 2026 22:31

Dari Vonis ke Eksekusi, Aparat Bondowoso Tuntaskan Perkara Lewat Pemusnahan Barang Bukti

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar