KETIK, SIDOARJO – Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya mengevakuasi jenazah seorang perempuan yang ditemukan di dalam mobil yang terparkir di area Bandara Internasional Juanda Terminal 1 (T1), Rabu, 24 Juni 2026.
Penemuan jenazah tersebut bermula dari laporan adanya bau menyengat yang tercium di sekitar area parkir bandara. Kecurigaan semakin kuat setelah sejumlah pengemudi taksi online melihat adanya cairan yang menetes dari dalam sebuah mobil yang telah lama terparkir.
Menerima laporan tersebut, Kantor SAR Surabaya langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi dengan membawa peralatan Vehicle Accident Rescue (VAR).
Setibanya di lokasi, tim SAR berkoordinasi dengan Satgaspam Bandara Juanda, personel InJourney, serta Aviation Security (Avsec) Bandara Juanda untuk melakukan proses evakuasi.
Sekitar pukul 13.14 WIB, tim SAR gabungan mulai membuka akses ke dalam kendaraan melalui kaca pintu penumpang belakang sebelah kiri menggunakan alat management glass.
Baca Juga:
Persiapan Venue Terus Dikebut, Surabaya Optimistis Siap Jadi Tuan Rumah Porprov Jatim 2027“Jenazah perempuan yang ditemukan kemudian kami evakuasi dari bangku penumpang bagian depan,” ujar Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., S.IP., M.M., dalam keterangan resminya.
Setelah proses evakuasi selesai, Tim Inafis Polda Jawa Timur bersama Polsek Sedati melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban.
Sekitar pukul 14.15 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak kepolisian dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Porong untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, polisi menemukan kartu identitas korban di dalam kendaraan. Korban diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50), warga Mlajah, Kabupaten Bangkalan, Madura.
Baca Juga:
KONI Jatim Gelar Rakerprov, Matangkan Persiapan PON 2028 di NTT dan NTBDari hasil penelusuran sementara, mobil tersebut diketahui telah memasuki area parkir Terminal 1 Bandara Juanda sejak Sabtu, 20 Juni 2026 sore dan tidak pernah keluar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi mencurigakan empat hari kemudian.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap serta penyebab pasti kematian korban.(*)