KETIK, MALANG – Jelang Iduladha, permintaan besek bambu di Kota Malang alami peningkatan. Ditengah harga plastik yang mahal, wadah tradisional dari anyaman bambu ini kembali diminati masyarakat untuk wadah pembungkus daging kurban.
Salah satu perajin bambu sekaligus pemilik workshop Sang Bamboo yang terletak di Jalan Danau Bratan Timur III Kecamatan Kedungkandang, Pringga Adityawan mengatakan, pesanan besek bambu mulai diterima sejak dua bulan lalu. Namun, pembuatannya baru dilakukan seminggu jelang Idul Adha.
"Untuk konsumen yang memesan, kebanyakan adalah pengurus atau takmir masjid. Saat momen Idul Adha ini, pesanan meningkat hingga 50 persen atau rata-rata membuat 200 hingga 300 besek per hari," ujarnya kepada Ketik.com, Jumat, 22 Mei 2026.
Dirinya menjelaskan, ukuran besek bambu yang dibuat bervariasi mengikuti permintaan konsumen. Namun, yang paling banyak dipesan dan dicari adalah besek bambu ukuran 20 x 20 atau 15 x 15 sentimeter.
"Ukuran besek bambu yang kami buat bervariatif, mengikuti permintaan konsumen. Tetapi yang paling banyak dipesan adalah besek bambu ukuran 20 x 20 atau 15 x 15 sentimeter, karena sudah pas untuk kebutuhan pembagian daging kurban," terangnya.
Baca Juga:
Kelebihan Besek Bambu Sebagai Pembungkus, Daging Kurban Tetap Segar dan Ramah LingkunganUntuk harganya, ia membanderol dengan harga Rp 4.000 hingga Rp 7.000 per besek sesuai ukuran. Dengan harga yang terjangkau, membuat banyak konsumen yang memesan bahkan hingga luar kota.
"Konsumen tidak hanya dari Malang Raya saja, melainkan seluruh wilayah Jawa Timur," tambahnya.
Pringga juga menambahkan, rata-rata besek bambu daging kurban dibuatnya dengan model anyaman Jawa Timur. Selain harganya terjangkau, besek tersebut juga terlihat estetik.
"Besek dengan model anyaman Jawa Timur khususnya Malang, terlihat khas yaitu mengotak dan kaku. Tetapi kelemahannya, jadi tidak ekonomis karena anyamannya tidak bisa melar sehingga saat dikirim dalam jumlah banyak memakan cukup banyak ruang," pungkasnya. (*)