Jelang Hari Santri, Ketua DPRD Jatim Dorong Adaptasi Digital dan Pedagogik Modern

Jurnalis: Martudji
Editor: Mustopa

17 Okt 2025 16:32

Thumbnail Jelang Hari Santri, Ketua DPRD Jatim Dorong Adaptasi Digital dan Pedagogik Modern
Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf saat memimpin rapat paripurna. (Foto: Sekretariat DPRD Jatim)

KETIK, SURABAYA – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Musyafak Rouf menyampaikan pesan untuk keselamatan santri dan mengikuti adaptasi digital menjalan peringatan Hari Santri 2025.

“Mudah-mudahan di momen Hari Santri ini menjadi titik tolak bahwa santri bukan lagi menjadi barang yang dianggap asing, tetapi bagian dari pernik-pernik bangsa Indonesia yang sudah sejak sebelum merdeka hingga sekarang eksis dan terus-menerus ditempa dengan berbagai cobaan,” katanya, Jumat 17 Oktober 2025.

Musyafak mengingatkan pengelola pesantren untuk berbenah, selain fasilitas hunian untuk keselamatan santri, juga merespons duka di Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo agar tidak terulang lagi.

“Ini juga menjadi bagian dari peringatan kepada siapapun yang mempunyai lembaga pondok pesantren yang menampung para santri,” jelas politisi PKB itu. 

Baca Juga:
Perkuat Pendidikan Keagamaan, Mas Heli Dukung Pembangunan Ponpes dan MI Baiturrahman Sumberbrantas

Hunian atau tempat yang dipakai belajar oleh para santri merupakan bagian dari fasilitas untuk kesuksesan mereka menuju masa depannya.

Ia menekankan, porsi pendidikan akhlak di pesantren lebih besar ketimbang sekolah umum, membentuk adab, kepatuhan, dan tanggung jawab melalui kedekatan santri dengan guru, pengasuh serta kiai.

“Santri kalau mendapat perintah dari gurunya atau kiainya itu tanpa harus ada penolakan sama sekali, bahkan mereka merasa dapat barokah ketika membantu para kiai dan ustadznya yang ada di sana. Beda dengan di sekolah-sekolah umum yang di sana seakan menjadi beban,” terangnya.

Ia berharap, ke depan para santri tidak hanya dilihat dari sisi sebelah mata, tetapi merekalah rata-rata yang mempunyai uswatun hasanah di tengah masyarakat. Bahkan, rata-rata tokoh-tokoh keagamaan yang ada di desa-desa itu semua adalah rata-rata anak santri,” lanjutnya.

Baca Juga:
Tak Pernah Bercita-cita Jadi Dai, Ustaz Irwan Budiana Kini Tak Berhenti Berdakwah di Balikpapan

Musyafak menambahkan, santri tak bisa lepas dari era digital, larangan berponsel di banyak pesantren telah bergeser menjadi literasi, pengawasan, dan komunikasi yang lebih proporsional. 

“Sekarang harus menyesuaikan, bahwa digitalisasi itu adalah bagian dari pengembangan potensi santri yang harus mengikuti dunia luar yang tidak bisa kita bendung,” katanya.

Menanggapi anggapan feodal, ia mengatakan kurikulum pesantren kini diakui, kesempatan mendapat beasiswa juga terbuka, sedangkan pola tradisional bergeser ke pedagogik Ki Hajar Dewantara yang lebih modern humanis.

“Kalau ada yang mengatakan begitu (feodal) masih bisa kita pahami bahwa mereka mungkin belum tahu sebenarnya seperti apa pesantren yang sekarang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, feodalisme itu hampir sekarang sudah mulai bergeser, dan sekarang mengedepankan pedagogik yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara.

"Itu normal tidak lagi seperti zaman kerajaan yang sangat tradisional yang seperti hidup di kerajaan tanpa harus ada milah-milah atau melakukan pemilihan apa yang dia harus lakukan,” lanjutnya.

Ia mencontohkan perubahan aturan, dulu membawa ponsel dilarang, bahkan memakai celana tidak diperbolehkan, dan kini komunikasi santri dan orang tua berlangsung setiap saat.

"Zaman saya dulu, jangankan bawa HP (hanphone), kita pakai celana saja enggak boleh. Sekarang, semua pakai celana di pondok-pondok pesantren. Bahkan semuanya sudah komunikasi per detik, kita bisa komunikasi dengan anak kita yang ada di pondok pesantren,” ucapnya.

“Saya ucapkan selamat kepada para santri, keluarga santri, dan orang tua yang memondokkan anak-anaknya, semoga kelak menjadi anak saleh dan salihah,” pungkasnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Kepala Bapperida Lebak Hadiri GTTGN 2025, Cari Solusi Inovatif untuk Kemajuan Daerah

Baca Selanjutnya

Bupati Bandung Ajak LBH MUI Berkolaborasi dalam Program Sertifikasi Gratis Masjid dan Ponpes

Tags:

Jelang Hari Santri Ketua DPRD Jatim Adaptasi Digital Pedagogik Modern pondok pesantren DPRD provinsi Jatim

Berita lainnya oleh Martudji

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

2 April 2026 10:30

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

1 April 2026 12:20

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

31 Maret 2026 14:34

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

30 Maret 2026 21:09

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

29 Maret 2026 11:27

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

27 Maret 2026 21:06

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar