JD Vance Kecam Respon Publik Terhadap Kematian Charlie Kirk

Jurnalis: Adiybah Fawziyyah
Editor: Muhammad Faizin

16 Sep 2025 15:26

Thumbnail JD Vance Kecam Respon Publik Terhadap Kematian Charlie Kirk
Wapres AS, JD Vance menjadi pembawa acara dalam acara The Charlie Kirk Show yang ditayangkan di Channel Youtube Charlie Kirk, Senin 15 September 2025 (Foto: Tangkapan layar channel Youtube Charlie Kirk)

KETIK, SURABAYA – Wakil Presiden AS, JD Vance, mengecam keras reaksi publik yang dianggap melecehkan kematian aktivis sayap kanan Charlie Kirk, yang meninggal pada 10 September 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Vance saat menjadi pembawa acara tamu di “The Charlie Kirk Show” beberapa hari setelah insiden pembunuhan tersebut.

“Apabila Anda melihat seseorang menunjukkan kegembiraan atas pembunuhan Charlie, panggil mereka. Bahkan, panggil atasannya juga," tegas Vance.

Ia juga menekankan ketidaksetujuannya terhadap kekerasan politik, serta pentingnya mempertahankan kesopanan dalam kehidupan publik.

Baca Juga:
Terdakwa Pembunuhan Charlie Kirk, Tyler Robinson Tampil Perdana di Ruang Sidang

Pernyataan Vance datang di tengah gelombang pemecatan sejumlah pekerja dari berbagai sektor, termasuk pilot, tenaga medis, guru dan pegawai pemerintah, yang dianggap membuat unggahan tidak pantas di media sosial terkait kematian Kirk.

Para kritikus berpendapat hal ini mengancam kebebasan berbicara dan perlindungan karyawan, meskipun perusahaan di AS memiliki kekuasaan untuk memberhentikan karyawannya.

Adapun beberapa kasus pengguna sosial media yang bersukacita atas kematian Kirk dengan mengunggah komentar menyinggung telah dipecat atau diberi cuti.

Salah satunya yaitu Anthony Pough, seorang karyawan Dinas Rahasia AS yang menulis di laman Facebook-nya pada Rabu, 10 September 2025.

Baca Juga:
Penembakan di Universitas Brown AS: Dua Tewas, Sembilan Orang Terluka

Anthony menulis “Menyebarkan kebencian dan rasisme di acaranya… pada akhirnya, kamu harus bertanggung jawab pada TUHAN, dan mengucapkan berbagai hal yang ada. Kamu cuma bisa menghindari karma, dia gabakal pergi.” 

Sejumlah profesor dan jurnalis mendapat sanksi atas komentar mereka terkait kematian Charlie Kirk, hingga memicu perdebatan soal cancel culture dan kebebasan berekspresi.

Profesor hukum Universitas Texas Austin, Steven Collins, menegaskan bahwa perlindungan kebebasan berbicara dalam Konstitusi hanya berlaku terhadap tindakan pemerintah, bukan pemberi kerja swasta.

Namun, Risa Lieberwitz, kepala Worker Institute di Universitas Cornell, mengatakan tokoh masyarakat dapat melanggar hak kebebasan berbicara jika mereka menuntut pertanggungjawaban atas postingan tentang Kirk. 

Ia juga menyatakan bahwa tindakan pemecatan bukanlah hal yang mengejutkan mengingat keadaan politik di AS yang saat ini memanas.

“Saya rasa ini bentuk dari ketakutan yang saat ini terjadi di AS dari tindakan pemerintahan Trump arena tidak mematuhi agenda politk mereka," ungkapnya. (*) 

Baca Sebelumnya

Generasi Muda Melek Pajak: Peran Pelajar dalam Mendorong Ekonomi Indonesia

Baca Selanjutnya

DPRD Desak Evaluasi Laka Maut Bus di Jalur Wisata Bromo Probolinggo, Gubernur Tunggu Investigasi KNKT

Tags:

Charlie Kirk JD Vance Penembakan

Berita lainnya oleh Adiybah Fawziyyah

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

2 Februari 2026 07:34

KKN-BBK 7 UNAIR Dorong Pengembangan Ekonomi, Lingkungan, dan Digital di Desa Nglanduk

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

29 Januari 2026 23:45

Tim BBK 7 Universitas Airlangga Dorong Pemanfaatan Bunga Telang sebagai Produk Bernilai Ekonomi

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

1 Januari 2026 13:01

Bukan Sekadar Simbol Pesta, Inilah Asal-usul dan Makna Mendalam Tradisi Terompet Tahun Baru

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api  yang Berakar dari Sejarah

1 Januari 2026 06:00

Dari Bambu Tiongkok hingga Tradisi Tahun Baru Dunia, Evolusi Kembang Api yang Berakar dari Sejarah

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

31 Desember 2025 07:01

Ide Permainan Seru untuk Rayakan Tahun Baru bareng Teman, Dijamin Ngakak!

Ini Ide Rayakan Tahun Baru Bersama Pasangan, Tak Harus Mewah Tapi Bermakna!

30 Desember 2025 16:01

Ini Ide Rayakan Tahun Baru Bersama Pasangan, Tak Harus Mewah Tapi Bermakna!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar