KETIK, SURABAYA – Jaya Group menginisiasi program bertajuk Open Mind for Student yang digelar di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jumat dan Sabtu, 10-11 Januari 2026.
Mengusung tema Think Global, Creat Impact, kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa terpilih dari berbagai daerah.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti rangkaian program inspiratif yang dirancang sebagai ruang belajar, bertukar gagasan, sekaligus sarana memperluas cara berpikir.
Program ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni influencer Dasha Gartman yang dikenal dengan nama Bule Berbie serta Harvard Graduate, Anna Mikhaylyants.
Kedua narasumber tersebut berbagi perspektif, pengalaman, dan insight dari perjalanan hidup serta karier mereka.
Imfluencer Dasha Gartman alias Bule Berbie, membeber materi dan memberikan motifasi untuk peserta Open Mind for Student di Surabaya. (Foto: Dok. Humas Jaya Group)
Para siswa diajak mendalami berbagai topik pengembangan diri, mulai dari pelatihan leadership dan enterpreneur, content creator dan storytelling, hingga global mindset building.
Direktur Jaya Group, Tomy Suhartanto, mengatakan program Open Mind for Student sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi negara maju jika didukung sumber daya manusia yang berkualitas.
"Indonesia adalah negara berkembang dengan peluang besar. Namun, untuk mencapai tujuan itu, kita membutuhkan generasi muda yang memiliki kemampuan leadership, enterpreneur, dan global mindset yang baik," ujar Tomy Suhartanto di sela kegiatan.
Ia menambahkan, di tengah era globalisasi, generasi muda dihadapkan pada tantangan dan peluang yang menuntut cara berpikir kreatif serta inovatif.
Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengasah kemampuan tersebut secara komprehensif.
"Melalui pelatihan leadership dan enterpreneur, peserta belajar menjadi pemimpin yang efektif serta memiliki kemampuan membangun bisnis yang berkelanjutan. Dari situ, peluang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan perekonomian dapat terbuka," katanya.
Selain itu, pelatihan content creator dan storytelling juga menjadi bagian penting dalam program ini.
Tomy menyebut, kemampuan menyampaikan pesan secara menarik dan tepat sasaran menjadi modal penting di era digital.
"Dengan kemampuan membuat konten yang efektif, para siswa diharapkan mampu mempengaruhi lingkungan sekitar dan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat," lanjutnya.
Sementara melalui sesi global mindset building, peserta diajak memahami pentingnya berpikir terbuka dan mampu berinteraksi dengan berbagai latar belakang budaya.
Hal ini dinilai penting agar generasi muda Indonesia mampu bersaing di kancah global.
"Saya percaya kegiatan Open Mind for Student akan memberikan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia. Generasi muda yang memiliki leadership, enterpreneur, dan global mindset akan lebih siap menghadapi tantangan global ke depan," tutup Tomy Suhartanto. (*)
