Jalani Sidang Perdana, Gus Muhdlor Ganti Istilah Pemontongan Insentif dengan Sedekah

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Mustopa

30 Sep 2024 12:46

Headline

Thumbnail Jalani Sidang Perdana, Gus Muhdlor Ganti Istilah Pemontongan Insentif  dengan Sedekah
Mantan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin, 30 September 2024. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Mantan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali alias Gus Muhdlor menjalani sidang perdana perkara tindak pidana korupsi dugaan pemotongan dana intensif pegawai Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo.

Sidang yang digelar di ruang Cakra Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dengan menghadirkan terdakwa langsung ke ruang sidang.

Dengan pengawalan polisi dan petugas kejaksaan, Muhdlor tiba di Pengadilan Tipikor pukul 09.50 WIB. Sekitar pukul 10.00 WIB persidangan dibuka, terdakwa langsung duduk di kursi pesakitan.

Surat dakwaan dibacakan Gilang Gumilang dan Arif Usman, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam dakwaan itu, Muhdlor memberikan istilah sedekah untuk pemotongan intensif pegawai BPPD Sidoarjo sebesar 10 hingga 30 persen.

"Hasil dari sana terdakwa menggunakan uang hasil pemotongan intesif pegawai itu untuk kepentingan pribadi seperti membayar pajak penghasilan terdakwa," ucap Gilang, Senin, 30 September 2024.

Dari hasil pemotongan insentif pegawai itu, Muhdlor mendapatkan uang sebesar Rp50 juta setiap bulannya.

Foto Proses sidang Ahmad Muhdlor Ali korupsi pemotongan intensif pegawai BPPD Sidoarjo di Pengadilan Tipikor, Senin, 30 September 2024. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)Proses sidang Ahmad Muhdlor Ali korupsi pemotongan intensif pegawai BPPD Sidoarjo di Pengadilan Tipikor, Senin, 30 September 2024. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

"Hasil itu diperoleh dari Kepala BPPD Sidoarjo Ari Suryono setelah dilakukan perhitungan yang dilakukan terdakwa lainnya Kasubag Umum BPPD Pemkab Sidoarjo Siska Wati," jelasnya.

Setelah uang terkumpul, Muhdlor meminta uang tersebut diberikan kepada supir terdakwa Ahmad Masruri. "Setelah itu uang langsung diberikan kepada terdakwa," ungkap Gilang.

Total, terdakwa Muhdlor mendapatkan uang sejumlah sekitar Rp2,7 miliar.

Atas perbuatannya, terdakwa Ahmad Muhdlor Ali diduga melanggar Pasal 12 huruf f Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Usai pembacaan surat dakwaan itu, Muhdlor dan kuasa hukumnya memilih tidak mengajukan keberatan atau eksepsi atas dakwaan JPU dari KPK.

Baca Juga:
Waduh! Usai KPK OTT Bupati Tulungagung Kota Malang Juga Disorot, Sinyal Bahaya?

"Kami tim kuasa hukum memilih tidak keberatan atas dakwaan JPU, dan memilih untuk melanjutkan sidang ke keterangan saksi," ucap Ketua Tim Kuasa Hukum Muhdlor, Mustofa Abidin.

Ketua Mejelis Hakim Ni Putu Sri Indayani akan melanjutkan sidang pada Senin, 7 Oktober 2024. "Sidang kami tutup," ucapnya. (*)

Baca Juga:
Empat Posisi di BPR Delta Artha dan PT Aneka Usaha Sidoarjo ”Terlarang” untuk Pengurus Parpol
Baca Sebelumnya

50 Anggota DPRD Kota Palembang Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Baca Selanjutnya

Daftar 15 Pejabat Indonesia Penerima Gelar Kehormatan Honoris Causa

Tags:

Ahmad Muhdlor Ali Mantan Bupati Sidoarjo Bupati Sidoarjo sidoarjo Tipikor Korupsi Sidoarjo Korupsi KPK Pengadilan Tipikor Surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar