KETIK, TRENGGALEK – Hari Satri di Trenggalek diperingati dengan menggelar jalan sehat sarungan yang diikuti hampir 20.000 peserta, terutama kalangan Satri. Para peserta yang mengikuti acara ini, menggunakan pakaian muslim, lengkap dengan peci dan sarung.
Jalan sehat sarungan ini dihadiri oleh Rais Syuriah PCNU Trenggalek, Ketua Tanfidziah PCNU Trenggalek, ketua dan seluruh pengurus harian PCNU Trenggalek, seluruh pengurus MWC dan ketua ranting se-Kabupaten Trenggalek, dan seluruh anggota fraksi PKB.
Bendahara PCNU Trenggalek, Sukarodin, mengapresiasi acara jalan sehat sarungan yang diikuti hampir 20.000 peserta baik muslim atau muslimah.
"Dari informasi yang saya dapat, panitia mencetak 20.000 karcis dan ludes terjual. Ini tentunya animo masyarakat Trenggalek cukup tinggi. Tak terkecuali dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN)," katanya kepada Ketik.com, Minggu 1 November 2026.
Politisi senior PKB itu, mengakui jika cara peserta baik muslim maupun muslimah cukup antusias dengan wajah yang cukup ceriah sejak dari start hingga finis. Sehingga suasananya sangat ramai.
Baca Juga:
Dispertan Trenggalek Juara Dua OPD Inovatif, Usung Inovasi Banyu Langit"Di sisi lain tentu para peserta jalan sehat sarungan sesuai jalan sehat bisa belanja di alun-alun, karena ada pameran UMKM," ujarnya.
Ia menyebut, kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin dilakukan pada setiap peringatan HSN di Trenggalek. Termasuk rencana tahun depan akan diselenggarakan lebih meriah dengan jumlah peserta lebih banyak dan disebarkan lebih luas.
"Insyaallah jalan sehat sarungan tahun depan akan lebih meriah dengan jumlah peserta diharapkan melebihi tahun ini," tandasnya.
Ia menyampaikan, salah satu makna dari jalan sehat sarungan itu, agar para satri dan santriwati bisa sehat dan menjadi momentum agar para satri bisa menjadi pelopor kebaikan, pelopor perubahan, dan agen perubahan.
Baca Juga:
HSN 2026 di Trenggalek Tampil Beda, Hadirkan Bazar UMKM dan Istigasah Akbar"Kan pada acara tadi hampir semua madrasah, pondok pesantren,dan lembaga-lembaga pendidikan ikut serta. Nah ini sebuah pertanda baik dan menjadi sebuah momentum bagi para santri," tutupnya (*)