Jaga Ajaran Samin Tanpa Pamrih, Tokoh Bojonegoro Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

Jurnalis: Sukiman
Editor: Fisca Tanjung

19 Des 2025 12:57

Thumbnail Jaga Ajaran Samin Tanpa Pamrih, Tokoh Bojonegoro Raih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025
Penerima piagam penghargaan. (Foto: Humas)

KETIK, BOJONEGORO – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia sukses menggelar Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 Tahap III, ajang bergengsi yang memberikan apresiasi kepada para pegiat budaya dari berbagai daerah di Tanah Air.

Acara puncak penghargaan berlangsung khidmat sekaligus meriah di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pada Rabu, 17 Desember 2025.

Pada tahun ini, AKI Tahap III mengusung tema “Renjana Penggerak Budaya” yang dimaknai sebagai kobaran semangat para pelaku budaya dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan Indonesia.

Melalui tema tersebut, Kemenbud menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan peran negara dalam upaya pelestarian kebudayaan nasional.

Baca Juga:
Festival PAUD 2026 IG PAUDMNU Ancab Solokuro Meriahkan Harlah Muslimat NU dan Hari Kartini

Sebanyak 31 penerima anugerah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia setelah melewati proses panjang, mulai dari tahap pengusulan, kurasi administrasi, hingga penilaian oleh tim ahli.

Penghargaan tersebut diberikan dalam tujuh kategori, yakni Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Anak, Media, Sastra, serta Masyarakat Adat.

Baca Juga:
Sejumlah BBM di Madiun Alami Kenaikan, Berikut Daftarnya!

Salah satu penerima berasal dari Bojonegoro, Bambang Sutrisno Surosentiko, generasi kelima penerus ajaran Samin Surosentiko, yang dinobatkan sebagai Nomine Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 kategori Masyarakat Adat.

Anugerah tersebut diberikan atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjaga nilai-nilai luhur ajaran Samin yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghargai para maestro, pelestari, pembaru, dan tokoh budaya yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kebudayaan dan sastra Indonesia.

“Melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia, Kementerian Kebudayaan terus berupaya memfasilitasi sekaligus mengakui tokoh-tokoh budaya yang berkontribusi besar dalam pemajuan kebudayaan. Penghargaan ini diharapkan menjadi katalisator yang memperkuat posisi pelaku budaya di daerah, membuka jejaring, serta memperluas eksposur publik,” ujar Fadli Zon.

Sementara itu, Bambang Sutrisno Surosentiko menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan apresiasi dari negara atas perjuangan yang selama ini.

“Alhamdulillah dan terima kasih. Pada Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 ini saya bisa menjadi salah satu penerima anugerah. Dari tujuh kategori nominasi, saya masuk dalam kategori Masyarakat Adat,” ungkapnya, Kamis, 18 Desember 2025.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah mengusulkannya sebagai penerima AKI 2025.

Tak lupa, Bambang Sutrisno memberikan penghargaan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono, dan Wakil Bupati Nurul Azizah atas kepedulian mereka dalam melestarikan ajaran Samin.

Menurutnya, kebijakan Pemkab Bojonegoro yang mewajibkan ASN menggunakan Batik Obor Sewu menjadi salah satu langkah konkret dalam mengenalkan nilai-nilai ajaran Samin kepada masyarakat luas.

“Ini menjadi penyemangat bagi saya, keluarga, pemerintah, dan para pemerhati budaya. Kami melestarikan ajaran Samin tanpa pamrih. Anugerah ini adalah hasil perjuangan bersama, baik dari sedulur Sikep Samin maupun dukungan pemerintah,” tuturnya.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 diharapkan tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga pemicu semangat bagi generasi penerus untuk terus menjaga jati diri bangsa melalui kebudayaan. ajang bergengsi yang memberikan apresiasi kepada para pegiat budaya dari berbagai penjuru Tanah Air.

Acara puncak penghargaan berlangsung khidmat dan meriah di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, pada Rabu, 17 Desember 2025.

Tahun ini, AKI Tahap III mengusung tema “Renjana Penggerak Budaya”, yang dimaknai sebagai kobaran api semangat para pelaku budaya dalam menjaga, mengembangkan, dan memajukan kebudayaan Indonesia.

Melalui tema tersebut, Kemenbud menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan negara dalam upaya pelestarian kebudayaan nasional.

Foto Piagam penghargaan Pemkab BojonegoroPiagam penghargaan Pemkab Bojonegoro. (Foto: Humas)

Sebanyak 31 penerima anugerah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia setelah melewati proses panjang, mulai dari pengusulan, kurasi administrasi, hingga penilaian oleh tim ahli.

Penghargaan diberikan dalam tujuh kategori, di antaranya Maestro Seni Tradisi, Pelestari, Pelopor dan/atau Pembaru, Anak, Media, Sastra, serta Masyarakat Adat.

Salah satu tokoh dari Bojonegoro yang menerima penghargaan adalah Bambang Sutrisno Surosentiko, generasi kelima penerus ajaran Samin Surosentiko, yang dinobatkan sebagai Nomine Penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 Kategori Masyarakat Adat.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan konsistensinya dalam menjaga nilai-nilai luhur ajaran Samin yang diwariskan secara turun-temurun.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menghargai para maestro, pelestari, pembaru, dan tokoh budaya yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kebudayaan dan sastra Indonesia.

“Melalui Anugerah Kebudayaan Indonesia, Kementerian Kebudayaan terus berupaya memfasilitasi sekaligus mengakui tokoh-tokoh budaya yang berkontribusi besar dalam pemajuan kebudayaan. Penghargaan ini diharapkan menjadi katalisator yang memperkuat posisi pelaku budaya di daerah, membuka jejaring, serta memperluas eksposur publik,” ujar Fadli Zon.

Sementara itu, Bambang Sutrisno Surosentiko menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia mengaku tidak pernah menyangka akan mendapatkan apresiasi dari negara atas perjuangan yang selama ini.

“Alhamdulillah dan terima kasih. Pada Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 ini saya bisa menjadi salah satu penerima anugerah. Dari tujuh kategori nominasi, saya masuk dalam kategori Masyarakat Adat,” ungkapnya, Kamis,18 Desember 2025.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang telah mengusulkannya sebagai penerima AKI 2025.

Tak lupa, Bambang Sutrisno memberikan penghargaan khusus kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono, dan Wakil Bupati Nurul Azizah atas kepedulian mereka dalam melestarikan ajaran Samin.

Menurutnya, kebijakan Pemkab Bojonegoro yang mewajibkan ASN menggunakan Batik Obor Sewu menjadi salah satu langkah konkret dalam mengenalkan nilai-nilai ajaran Samin kepada masyarakat luas.

“Ini menjadi penyemangat bagi saya, keluarga, pemerintah, dan para pemerhati budaya. Kami melestarikan ajaran Samin tanpa pamrih. Anugerah ini adalah hasil perjuangan bersama, baik dari sedulur Sikep Samin maupun dukungan pemerintah,” tuturnya.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 diharapkan tidak hanya menjadi simbol penghargaan, tetapi juga pemicu semangat bagi generasi penerus untuk terus menjaga jati diri bangsa melalui kebudayaan.

Baca Sebelumnya

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Baca Selanjutnya

Senyum Bassam di Natal Tabuji: Pemkab Halsel Perkuat Iman, Keluarga, dan Kohesi Sosial

Tags:

#penghargaan Kemenbud RI #Pnerima piagam #piagam kebudayaan #Piagam peduli kebudayaan Bojonegoro

Berita lainnya oleh Sukiman

Makin Seru! Pantes Budal Bojonegoro Kembali Digelar, Makin Gayeng dengan Penampilan Campursari Moroseneng

19 April 2026 10:40

Makin Seru! Pantes Budal Bojonegoro Kembali Digelar, Makin Gayeng dengan Penampilan Campursari Moroseneng

Wisuda Unigoro, 163 Sarjana Baru Diharap Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

18 April 2026 20:41

Wisuda Unigoro, 163 Sarjana Baru Diharap Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Wabub Bojonegoro Nurul Azizah sebut Pramuka sebagai Mitra Pembangunan

18 April 2026 20:29

Wabub Bojonegoro Nurul Azizah sebut Pramuka sebagai Mitra Pembangunan

Gelar Halalbihalal dan Peringati Hari Kartini, DWP Diknas Bojonegoro Gelar Lomba Busana Kebaya

17 April 2026 16:08

Gelar Halalbihalal dan Peringati Hari Kartini, DWP Diknas Bojonegoro Gelar Lomba Busana Kebaya

PJI Bojonegoro Gelar Musyawarah Rutin dan Halalbihalal, Siapkan Program Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu

16 April 2026 23:21

PJI Bojonegoro Gelar Musyawarah Rutin dan Halalbihalal, Siapkan Program Listrik Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Jalan Kaki Keliling Indonesia, Pemuda Pramuka Asal Baturaja Singgah di Bojonegoro

16 April 2026 21:35

Jalan Kaki Keliling Indonesia, Pemuda Pramuka Asal Baturaja Singgah di Bojonegoro

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend