Ironi Seragam Sekolah Gratis Pemkab Jombang, Penjahit Lokal Terjepit Ongkos Jahit Tipis

Jurnalis: Syaiful Arif
Editor: Rahmat Rifadin

2 Jul 2025 10:27

Thumbnail Ironi Seragam Sekolah Gratis Pemkab Jombang, Penjahit Lokal Terjepit Ongkos Jahit Tipis
Ilustrasi seragam sekolah (Foto: Dibuat menggunakan AI)

KETIK, JOMBANG – Program seragam gratis yang diusung Pemerintah Kabupaten Jombang seharusnya menjadi solusi meringankan beban orang tua murid. Namun di lapangan, kebijakan ini justru menimbulkan keluhan dari para penjahit lokal yang merasa terjepit ongkos produksi yang minim.

Sejumlah penjahit mengungkapkan, besaran ongkos jahit yang mereka terima jauh di bawah pagu resmi yang tercantum dalam sistem e-katalog pengadaan. Untuk seragam SD, pagu tercatat Rp100 ribu per stel. Namun realitanya, mereka hanya mendapatkan Rp85 ribu per potong setelah dipotong pajak. Belum terpotong biaya atribut (emblem), dasi, kancing dan kebutuhan lainnya.

“Setelah dipotong pajak, kita (penjahit) dapat ongkos jahit per stel seragam Rp85 ribu. Itu belum untuk beli kebutuhan lainnya," kata koordinator penjahit wilayah Utara Brantas Jombang berinisial IP, Rabu 2 Juli 2025.

Ironi serupa juga terjadi pada seragam SMP sederajat. Dalam e-katalog, harga jasa jahit dianggarkan Rp115 ribu per stel. Tapi di lapangan, para penjahit hanya menerima informasi pembayaran Rp95 ribu setelah dipotong pajak, bahkan harus menanggung pembelian emblem, logo, hingga jasa pengukuran ke sekolah.

Baca Juga:
Pelajar SMP di Surabaya Dilarang Gunakan Sepeda Motor, Disdik Siapkan Sanksi Bagi Pelanggar

“Kalau SMP itu dapatnya Rp95 ribu, terus beli atribut dan biaya ukur ke sekolah,” jelasnya.

Para penjahit rata-rata harus mendatangi beberapa sekolah untuk pengukuran massal siswa. Proses ini menyita waktu berhari-hari dan membuat kapasitas produksi harian berkurang drastis.

“Bayangkan, dari Rp85 ribu itu kami sudah harus beli emblem, dasi, jahit, ukur, pasang kancing, resleting, sampai kirim seragam ke sekolah. Ini bukan cuma rugi tenaga, tapi bisa rugi modal,” tambahnya.

Belum lagi risiko kesalahan ukuran yang mengharuskan mereka melakukan penyesuaian atau menjahit ulang tanpa tambahan bayaran.

Baca Juga:
[FOTO] FRMJ Demo Pemkab dan DPRD Jombang: Masyarakat Disuruh Irit BBM, Pejabat Foya-Foya!

Untuk seragam SMP, kondisinya tak jauh berbeda. Ongkos jahit dihargai Rp115 ribu per stel. Namun setelah dipotong pajak, hanya tersisa Rp95 ribu yang harus mencakup seluruh komponen. Beban pekerjaan seragam SMP relatif lebih rumit karena potongan kain lebih besar dan desain lebih kompleks.

“Seragam SMP lebih besar ukurannya, kainnya lebih banyak, biaya produksinya lebih mahal. Tapi harganya cuma beda Rp10 ribu sama SD,” keluh seorang penjahit lain.

Untung Tipis, Risiko Besar

Di balik angka itu, ada beban yang jarang terlihat. Penjahit mesti menyiapkan waktu untuk pengukuran massal, memotong kain, menjahit, hingga memastikan kualitas seragam sesuai pesanan. Semua kerja ini hanya menyisakan keuntungan yang diakui sangat tipis.

“Kalau sudah potong pajak, beli bahan pendukung, transport ke sekolah. Belum potong ongkos menjahit, jadi tipis sekali untungnya. Pengajuan sudah ribet, hilang tenaga, untung gak seberapa," tandas IP.

"Di sisi lain, modal tetap harus keluar di awal," pungkasnya.

Disdikbud Angkat Bicara

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menegaskan bahwa proses pengadaan telah melalui mekanisme resmi. Semua informasi pagu harga diumumkan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Jombang.

“Pihak kami sudah melakukan pengumuman terbuka di e-katalog. Hanya koordinator penjahit yang memasukkan penawaran. Penjahit itu nanti menjadi koordinator untuk para penjahit lain di desa-desa,” jelas Rhendra saat dikonfirmasi, Selasa 1 Juli 2025. 

Ia menjelaskan, untuk bisa mendaftar penawaran di e-katalog, calon penyedia jasa wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Setelah itu, Disdikbud melakukan survei kelayakan calon penyedia, termasuk lokasi usaha dan kemampuan produksi.

“Setelah pengajuan, kita survei lokasi di mana, kemampuan menyelesaikan proses jahitnya berapa lama. Koordinator ini yang nantinya merangkul penjahit-penjahit lokal,” katanya.

Menurut Rhendra, harga pagu untuk seragam SD Rp100 ribu dan SMP Rp115 ribu sudah termasuk pajak, emblem saku, dasi, kancing, serta resleting. Nilai itu menjadi batas tertinggi harga, sedangkan harga akhir tetap melalui proses negosiasi dalam sistem e-katalog.

“Dalam e-katalog kan memang mesti ada proses tawar-menawar. Jadi harga itu adalah pagu, bukan harga mutlak,” tegasnya.

Proses Belum Selesai

Rhendra menambahkan, jumlah pasti siswa penerima seragam gratis juga masih menunggu finalisasi proses seleksi penerimaan peserta didik baru (SPMB). Penjahit pun akan mulai melakukan pengukuran seragam SMP mulai 14 Juli mendatang.

Meski demikian, keluhan para penjahit mengenai tipisnya keuntungan belum reda. Mereka berharap skema pembayaran bisa dievaluasi agar kerja keras di lapangan tidak hanya berujung pada kerugian.

Pemkab Jombang menganggarkan pengadaan seragam gratis 2025 sebesar Rp9,5 miliar.

Rinciannya, anggaran untuk belanja kain seragam SD/MI Rp2,3 miliar. Sedangkan untuk SMP/MTs sebesar Rp3,08 miliar. Sisanya untuk ongkos jahit. (*)

Baca Sebelumnya

KRAKATAU POSCO Sabet Penghargaan Proper Hijau Tingkat Provinsi Banten

Baca Selanjutnya

Universitas Annuqayah Luncurkan KKN Internasional Plus Umrah, Mahasiswa Siap Mengabdi di Makkah

Tags:

Seragam Sekolah Gratis pemkab Jombang Disdikbud Jombang Penjahit smp SD seragam sekolah

Berita lainnya oleh Syaiful Arif

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

13 April 2026 13:31

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

10 April 2026 14:25

MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

10 April 2026 10:53

Kronologi Kecelakaan Truk Muat Paket Seruduk Truk Pasir di Tol Jombang, Dua Meninggal

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

9 April 2026 07:20

Penghentian Pembangunan Pabrik Ayam di Jombang, DPRD Nilai Ketaatan Perizinan Perusahaan Lemah

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

6 April 2026 14:21

Izin Belum Lengkap, Pabrik Pemotongan Ayam di Jombang Disetop Satpol PP

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

5 April 2026 14:37

7 Nama Muncul dalam Muscab PKB Jombang 2026, Uji Kompetensi Jadi Penentu Kepemimpinan Partai

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H