Investasi Teknologi Informasi Tak Selalu Dongkrak Saham, Ini Temuan Riset FEB UGM

Editor: Muhammad Faizin

8 Jan 2026 08:45

Thumbnail Investasi Teknologi Informasi Tak Selalu Dongkrak Saham, Ini Temuan Riset FEB UGM
Ilustrasi teknologi 6G (foto: cydem Indonesia)

KETIK, YOGYAKARTA – Investasi teknologi informasi (TI) yang dilakukan perusahaan publik kerap dipersepsikan sebagai sinyal positif bagi pasar saham. Pengumuman adopsi sistem enterprise resource planning (ERP), penguatan infrastruktur digital, hingga pengembangan layanan berbasis teknologi sering diasumsikan mampu mendorong kenaikan harga saham secara langsung.

Namun, Dosen Departemen Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Singgih Wijayana, menilai asumsi tersebut tidak selalu berlaku, khususnya di pasar modal Indonesia.

Menurut Singgih, dalam dua dekade terakhir perusahaan di berbagai negara berlomba-lomba melakukan investasi teknologi informasi, mulai dari sistem ERP, e-commerce, hingga layanan digital banking. Investasi ini diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional dan nilai perusahaan. Akan tetapi, karakteristik pasar modal Indonesia yang tergolong thin market membuat reaksi investor tidak selalu cepat.

“Pasar modal Indonesia dikenal sebagai thin market, di mana aktivitas perdagangannya tidak sepadat negara maju. Akibatnya, informasi tidak selalu langsung diserap oleh investor,” ujar Singgih di FEB UGM, Selasa (6/1).

Baca Juga:
Dorong Budaya Baca, KALINGGA UGM Hadirkan Pojok Baca Binaan di RPKJ Satunama

Singgih memaparkan hasil riset yang ia lakukan bersama Prof. Didi Achjari berjudul Market Reaction to the Announcement of an Information Technology Investment: Evidence from Indonesia. Penelitian tersebut bertujuan menguji bagaimana pasar saham Indonesia merespons pengumuman investasi teknologi informasi, apakah bereaksi secara cepat atau justru membutuhkan waktu lebih panjang.

Ia menjelaskan, penelitian serupa sebelumnya belum menemukan reaksi pasar yang signifikan terhadap pengumuman investasi TI. Hal itu disebabkan keterbatasan periode pengamatan dan jendela reaksi yang terlalu sempit.

“Celah tersebut kemudian kami isi dengan melihat reaksi pasar dalam jangka yang lebih panjang serta menggunakan metode yang lebih sesuai dengan kondisi thin market,” jelasnya.

Dalam riset tersebut, Singgih dan Didi menganalisis 179 pengumuman investasi teknologi informasi yang dilakukan perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2001–2016. Pergerakan harga saham diamati baik di sekitar tanggal pengumuman maupun hingga 60 hari setelah pengumuman untuk melihat pola respons investor.

Baca Juga:
Dugaan Kesaksian Palsu di Sidang Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Pemantau: Ada Indikasi Settingan

Penelitian ini juga menggunakan penyesuaian risiko melalui metode adjusted beta Scholes–Williams dan Dimson guna menghasilkan pengukuran yang lebih akurat.

“Hasilnya menunjukkan tidak ada reaksi pasar yang signifikan di sekitar tanggal pengumuman investasi teknologi. Artinya, investor di Indonesia tidak langsung menanggapi kabar tersebut,” ungkap Singgih.

Ia menambahkan, investor cenderung bersikap menunggu dan mengamati perkembangan perusahaan dalam beberapa bulan setelah pengumuman. Hal ini dilakukan untuk menilai apakah investasi teknologi benar-benar berdampak positif terhadap kinerja perusahaan.

“Investasi teknologi tidak selalu langsung meningkatkan kinerja keuangan, sehingga investor membutuhkan waktu untuk memastikan manfaatnya,” katanya.

Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa reaksi pasar relatif lebih kuat pada perusahaan perbankan, perusahaan berukuran kecil, serta perusahaan yang baru pertama kali mengadopsi teknologi seperti ERP.

“Temuan ini menunjukkan bahwa jenis industri, skala bisnis, dan pengalaman perusahaan dalam berteknologi berperan penting dalam bagaimana pasar menilai pengumuman investasi TI,” terangnya.

Singgih menegaskan, hasil penelitian ini menjadi pengingat bahwa pengumuman investasi teknologi tidak serta-merta meningkatkan nilai saham. Oleh karena itu, manajemen perusahaan perlu mengomunikasikan manfaat bisnis jangka panjang dari investasi teknologi secara jelas dan transparan kepada publik.

Selain itu, ia menilai temuan ini mencerminkan bahwa pasar modal Indonesia masih dalam proses menuju pasar yang efisien. Perilaku investor pun masih dipengaruhi faktor psikologis serta keterbatasan dalam pengambilan keputusan yang sepenuhnya rasional.

“Tidak semua investasi teknologi memberikan dampak instan. Pasar membutuhkan waktu untuk menilai apakah investasi tersebut benar-benar meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan,” pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sinkhole Muncul Lagi di Sumatera Barat, Pakar UGM Jelaskan Sebab dan Mitigasinya

Baca Selanjutnya

Gubernur Khofifah Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

Tags:

enterprise resource planning Investasi Teknologi Informasi Saham Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada FEB UGM Singgih Wijayana

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar