KETIK, JEMBER – Komitmen memperkenalkan potensi daerah ke tingkat nasional mengantarkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jember (UNEJ) meraih prestasi membanggakan. Mereka sukses mengembangkan inovasi kuliner khas Pulau Bawean menjadi konsep bisnis modern yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Melalui produk bertajuk “Koncok-Koncok Nyemil's”, Moh Awaidil Fikri dan Mufiddatul Husnah mengolah makanan tradisional berbahan dasar ikan tongkol menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus membawa identitas budaya lokal ke pasar yang lebih luas.

Gagasan tersebut berangkat dari keinginan Fikri, putra asli Bawean, untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kelahirannya kepada masyarakat Indonesia. Bersama timnya, ia menyusun business plan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga mengangkat nilai budaya dan potensi pangan lokal.

Menurut Fikri, tujuan utama yang ingin dicapai bukan semata-mata mengejar penghargaan dalam kompetisi. Ia ingin menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Selain menawarkan konsep bisnis kreatif, produk "Koncok-Koncok Nyemil's" juga dirancang sebagai upaya preventif dalam mendukung penanganan stunting. Pemanfaatan ikan tongkol yang kaya protein diharapkan dapat menjadi alternatif pangan bernutrisi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Baca Juga:
Gema Cantik Melesat, Ikhtiar Program RSAR Situbondo Perkuat Sistem Rujukan dan Edukasi Ibu Hamil

 

Makanan Tradisional Koncok-Koncok Nyemil's dari Pulau Bawean. (Foto: Humas Unej)

 

Fikri mengaku bangga karena ide yang berakar dari budaya Bawean ternyata mendapat respons positif dan memiliki daya saing tinggi saat dipresentasikan di hadapan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga:
Ganyong Naik Kelas, Mahasiswa UM Sulap Umbi Langka Jadi Cookies Kekinian GANNY BITE

“Tantangan terbesar kami selama proses penyusunan adalah membagi waktu antara tugas kuliah dan persiapan teknis yang cukup padat, mulai dari menyusun proposal, desain presentasi, hingga pembuatan prototype. Kami biasanya mengatasinya dengan memanfaatkan Zoom meeting dan bertemu setelah jam kuliah selesai, bahkan sering kali harus terjaga hingga di atas jam 00.00,” ungkap mahasiswa angkatan 2024 tersebut.

Perjalanan menuju prestasi tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Saat sesi presentasi berlangsung, tim UNEJ sempat menghadapi kendala teknis akibat alat remote presenter yang digunakan mengalami gangguan. Meski demikian, penguasaan materi yang baik dan kesiapan tim membuat presentasi tetap berjalan lancar hingga berhasil meyakinkan dewan juri.

Bagi Fikri, keterlibatan dalam berbagai kegiatan kompetisi dan pengembangan inovasi menjadi sarana untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kemampuan diri di luar kegiatan perkuliahan.

Ia pun mendorong mahasiswa lain untuk berani mengambil kesempatan dan tidak terpaku pada rutinitas di dalam kelas.

“Jangan menunggu hebat untuk memulai, tapi memulailah untuk menjadi hebat. Jangan pernah takut untuk mencoba, karena kalau tidak mencoba kita tidak akan tahu hasilnya bagaimana. Kuliah kalau cuma belajar di kelas saja itu kurang asik. Jadikan aktivitas di luar kelas sebagai ajang refreshing di tengah-tengah tugas kuliah,” pungkasnya.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Inovasi "Koncok-Koncok Nyemil's" berhasil meraih Gold Medal sekaligus penghargaan Best Idea dalam ajang Business Plan Edutalk Fair Competition 2026 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro di Semarang pada 30–31 Mei 2026.

Prestasi di Semarang itu semakin melengkapi capaian Fikri sepanjang Mei 2026. Sebelumnya, pada 9 Mei 2026, ia juga sukses menjuarai Festival Esai Mahasiswa Nasional yang digelar Universitas Wisnuwardhana Malang.

Dua prestasi nasional yang diraih dalam kurun waktu satu bulan tersebut menjadi bukti konsistensi dan kualitas mahasiswa Universitas Jember dalam menghasilkan inovasi yang mampu bersaing serta mendapat pengakuan di tingkat nasional. (*)