Ini Penyebab Perbedaan Cita Rasa Kopi Indonesia

Jurnalis: Arief
Editor: Rudi

29 Mei 2023 21:07

Thumbnail Ini Penyebab Perbedaan Cita Rasa Kopi Indonesia
Petani di Aceh memanen kopi. (Foto: Instagram @kopisumatra)

KETIK, JAKARTA – Indonesia salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Untuk sementara Brasil masih menempati posisi teratas. Namun untuk urusan cita rasa, Indonesia tidak kalah dengan Brasil, Kolumbia maupun dengan Vietnam.

Salah satu faktor utamanya adalah letak geografis yang sanggup menghasilkan cita rasa berbeda di tiap daerah. Atas dasar itu cukup banyak penghasil kopi yang menggunakan metode pascapanen berbeda-beda.

Tetapi secara umum pascapanen terdapat empat proses, dan jamak diterapkan di Indonesia. Berikut prosesnya:

Full Wash

Baca Juga:
Hadapi Kemarau Ekstrem, Gubernur Khofifah Ingatkan Kalaksa BPBD se-Jatim Siap Siaga

Metode ini sering digunakan di Indonesia maupun Brasil. Kopi yang baru dipetik langsung direndam selama 12 jam, untuk menghilangkan lendir, tergantung kondisi kelembapan suhu di sekitar tempat. Selanjutnya pada jam ke-6, air rendaman dibuang dan diganti dengan yang baru.Foto Biji kopi usai direndam. (Foto: Talk Africa)Biji kopi usai direndam. (Foto: Talk Africa)

Perendaman ini mudah memilah kopi. Sebab, kopi yang mengapung telah cacat dan tidak bisa diproses. Kopi baru bisa dijemur setelah bebas dari lendir. Setelah benar-benar kering, baru disimpan atau resting. Rasa yang dihasilkan dari full wash ini cenderung ringan dengan rasa yang lebih jernih.

Semi Wash

Proses ini mirip dengan full wash. Kopi yang baru dipetik dikupas kulit cerinya, dan direndam kruang lebih 1-2 jam. Selanjutnya kopi dijemur dengan cara dibolak-balik agar kering merata. Selain itu, agar kulit parchment lebih cepat terbuka

Baca Juga:
Petani Harap Tenang! Potensi El Nino Diprediksi Tak Ganggu Lahan Pertanian di Kota Malang

Berikutnya mengupas kulit menggunakan pulper dan dimasukkan kembali ke dalam air. Cara ini dilakukan guna menghilangkan lendir yang masih menempel.

Kopi baru bisa dikupas kulitnya menggunakan mesin selep atau huller. Selanjutnya dijemur untuk kedua kalinya, hingga kadar air mencapai 10-12 persen. Proses ini bisa menghasilkan body yang lebih kuat dan cocok untuk espresso.

Natural Proses

Kopi yang baru dipetik langsung dijemur beserta kulitnya. Proses selanjutnya memecah kulit tanduk kopi dengan cara manual (ditumbuk) maupun mengunakan mesin selep. Ada baiknya kopi disimpan terlebih dahulu sebelum diperjualbelikan.

Proses ini diharapkan mendapatkan kompleksitas rasa yang lebih variatif dan kompleks, dengan variasi buah-buahan (fruity).

Honey Process

Biji kopi yang baru dipetik langsung dikupas tanpa melibatkan air. Pada proses ini menghasilkan biji kopi yang berlendir dan langsung dijemur. Proses ini mendapatkan rasa manis yang meresap ke dalam biji kopi, pada saat dijemur. (*)

Baca Sebelumnya

Taufiq Ismail dan D Zawawi Imron Hipnotis Mahasiswa Unusa dengan Puisi

Baca Selanjutnya

Hari Kedua FORDA I Jatim, Jember Sudah Kumpulkan Enam Emas

Tags:

Kopi panen kopi kopi indonesia pascapanen Pertanian

Berita lainnya oleh Arief

5 Kuliner Legendaris Kota Surabaya yang Wajib Dicoba!

1 Juli 2023 00:07

5 Kuliner Legendaris Kota Surabaya yang Wajib Dicoba!

Bukan Sekadar Pantai, Malang Selatan Punya 5 Air Terjun Eksotis

30 Juni 2023 04:05

Bukan Sekadar Pantai, Malang Selatan Punya 5 Air Terjun Eksotis

Apakah Kopi Dicampur Soda Aman? Ini Penjelasannya

29 Juni 2023 19:05

Apakah Kopi Dicampur Soda Aman? Ini Penjelasannya

Durian Lokal Paling Banyak Diburu, Waspada No 5!

29 Juni 2023 18:10

Durian Lokal Paling Banyak Diburu, Waspada No 5!

Ngopi sambil Merendam Kaki hanya di Sini Tempatnya

27 Juni 2023 18:11

Ngopi sambil Merendam Kaki hanya di Sini Tempatnya

Konsumsi Obat Berbarengan dengan Kopi, Ga Bahaya Ta?

27 Juni 2023 17:05

Konsumsi Obat Berbarengan dengan Kopi, Ga Bahaya Ta?

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H