IDI: Butuh Assessment Pemda Untuk Ketahui Kebutuhan Dokter

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

19 Okt 2023 14:33

Thumbnail IDI: Butuh Assessment Pemda Untuk Ketahui Kebutuhan Dokter
Ikatan Dokter Indonesia saat menggelar konferensi pers. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur (Jatim) menilai, jumlah dokter di Jatim masih belum memenuhi rasio sesuai standart World Health Organization (WHO). IDI Jatim mencatat saat ini jumlah dokter di Jatim mencapai 21.000 orang. Sedangkan jumlah penduduk Jatim menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sebanyak 41.416.407 jiwa. 

Sedangkan menurut standart WHO idealnya rasio dokter 1:1.000. Bahwa idealnya tiap 1 dokter melayani 1.000 penduduk. Jika dilihat dari jumlah tersebut maka bisa dilihat jika jumlah dokter di Jatim terbilang masih kurang.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr dr Moh. Adib Khumaidi Sp.OT mengatakan pentingnya bagi pemerintah daerah untuk melakukan assessment terkait kebutuhan dokter di wilayahnya. Hal ini untuk mengetahui berapa kebutuhan dokter umum dan spesialis untuk menjamin kesehatan di daerahnya.

"Tahun 2014 sudah disebutkan jika kewenangan menempatkan tenaga kesehatan berada pada pemerintah daerah. Jadi jangan pusat dulu, tapi penghitungan rasionya dari daerah," jelas Adib saat ditemui di kantor IDI Jatim, Kamis (19/10/2023).

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Adib menambahkan assessment tiap daerah ini sangat penting karena kebutuhan tiap daerah itu berbeda. Dengan luas wilayah yang berbeda dan jumlah penduduk yang berbeda pula, maka rasio dokter yang dibutuhkan pasti berbeda.

Foto Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Dokter Moh. Adib Khumaidi.(Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Dokter Moh. Adib Khumaidi.(Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

"Dari assessment ini bisa dilihat apakah setiap daerah membutuhkan dokter spesialis dan fasilitas yang bagaimana," tambahnya.

Namun begitu tidak menutup kemungkinan jika banyak dokter umum yang memilih ditempatkan di wilayah yang tingkat ekonominya tinggi. Menurut Adib hal ini sangat manusiawi karena sekolah kedokteran kebanyakan merupakan jalur mandiri, yang artinya tidak dibiayai negara.

Baca Juga:
Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Hal ini tentu berbeda jika pemerintah memberikan beasiswa dengan sistem kontrak. Yang mana nanti lulusannya harus mau ditempatkan di wilayah yang kekurangan dokter. Hal ini diyakini dapat mengatasi masalah tidak meratanya penyebaran dokter.

Pada prinsipnya teman-teman dokter ingin ditempatkan di daerah, asalkan mereka mendapatkan dukungan jenjang karir dari pemerintah daerah. Selain itu pemberian insentif juga memegang peranan agar dokter mau ditempatkan di wilayah yang terpencil.

"Tidak hanya itu sarana dan prasarananya bagaimana, apakah memadai. Karena sama saja kalo tidak ada alatnya bagaimana bisa kerja," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Progam TMMD Kodim 0811 Resmi Ditutup Kasdim V Brawijaya, Ini Pesannya

Baca Selanjutnya

Libas 1.560 KM Jalur Darat, Goodyear Assurance Maxguard Buktikan Kualitas Ban Mumpuni

Tags:

IDI Jawa timur kesehatan Jumlah Dokter Dokter Umum Dokter Spesialis

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H