Hutang Pemerintah Melonjak Hingga Rp 266,3 Triliun, Pakar Ekonomi Unair Ingatkan Tata Kelola yang Baik

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

31 Agt 2024 11:20

Thumbnail Hutang Pemerintah Melonjak Hingga Rp 266,3 Triliun, Pakar Ekonomi Unair Ingatkan Tata Kelola yang Baik
Pakar Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Sri Herianingrum SE MSc. (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Sepanjang tahun 2024. Hingga akhir Juli 2024, utang pemerintah terus mengalami kenaikan. Tercatat utang baru pemerintah sebesar Rp 266,3 triliun. Angka ini mengalami lonjakan sebanyak 36 persen dibandingkan dengan tahun lalu, yang hanya mencapai Rp 195 triliun.

Meningkatnya hutang ini tentu perlu mendapatkan perhatian serius bagi banyak pihak, karena dengan beban hutang yang besar nantinya masyarakat yang akan dirugikan.

Pemerintah sendiri berdalih jika kenaikan hutang digunakan untuk menutup defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Akan tetapi tetap saja pengelolaannya harus diawasi dengan ketat, karena nantinya bukan tidak mungkin perekonomian nasional akan terbebani untuk membayar hutang termasuk bunganya.

Pakar Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Sri Herianingrum SE MSc mengungkapkan kondisi ini seperti lampu kuning dimana, pemerintah harus berhati-hati dalam mengelola hutang karena peningkatannya yang cukup signifikan.

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

"Utang memang bisa digunakan untuk mendukung perekonomian, tapi jika jumlahnya melebihi batas yang aman, akan ada risiko besar," jelas Herianingrum, 31 Agustus 2024.

Resiko Jangka Panjang

Dengan bunga hutang yang semakin besar pemerintah harus memiliki strategi yang jelas untuk memastikan pembayaran hutang bisa dilakukan dengan lancar agar tidak membebani perekonomian di masa depan. 

Walaupun rasio hutang Indonesia masih berada diangka 32 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), namun tetap saja hal ini perlu diwaspadahi. Diversifikasi instrumen utang dan pengelolaan risiko yang baik sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Baca Juga:
Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

"Pemerintah harus memiliki strategi pengelolaan utang yang jelas untuk memastikan utang tidak menjadi beban di masa depan," tambahnya.

Dampak Hutang Terhadap Daya Saing

Dalam konteks daya saing ekonomi, Pakar Ekonomi itu menekankan bahwa pengelolaan utang yang kurang baik dapat berdampak negatif terhadap reputasi Indonesia di pasar global. 

Dengan rasio hutang yang besar tentu bisa mengubah pandangan investor internasional terhadap kondisi perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu penting untuk menjaga reputasi hutang Indonesia di mata global.

"Terlalu banyak utang bisa memberikan sinyal negatif bagi investor internasional," paparnya.

Oleh sebab itu tata kelola hutang yang baik harus dilakukah oleh pemerintah dalam mendongkrak perekonomian. Hal ini penting agar perekonomian bisa tumbuh yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap daya saing Indonesia di kancah global.

"Utang harus digunakan untuk mendukung target-target ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi yang terkendali,"pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Merasakan Semangat SMAN 1 Barat Magetan di Karnaval HUT Ke-79 RI

Baca Selanjutnya

Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Nurul Huda Siap Kawal Perda Kepemudaan, Ini Alasannya

Tags:

Pendidikan Ekonomi Hutang Pemerintah APBN Unair Sri Herianingrum Tata Kelola PDB

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar