KETIK, SLEMAN – Deru mesin jeep bersahut-sahutan menggetarkan kawasan wisata Kalikuning, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Kamis, 29 Oktober. Di antara deretan kendaraan off-road yang bersiap melibas rintangan medan terjal, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa ikut mengambil posisi di balik kemudi.

Danang Maharsa hadir bukan sekadar memotong tumpeng atau memberikan kata sambutan dalam peringatan ulang tahun ke-12 Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM). Ia memilih memacu kendaraan dan merasakan langsung simulasi rintangan yang saban hari disuguhkan para pelaku wisata kepada wisatawan di lereng Merapi.

Menurut Wabup Sleman ⁹Danang Maharsa , geliat wisata petualangan di kawasan Sleman utara terbukti tak sekadar menjual keseruan jelajah alam. Aktivitas jeep wisata telah berkembang menjadi penopang utama ekonomi warga lokal lewat pembukaan lapangan kerja dan peluang usaha baru.
Ia menilai komunitas pelaksana menjadi kunci hidupnya ekosistem tersebut.

“Keberadaan komunitas jeep wisata ini memberi pengalaman berwisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Danang Maharsa di sela kegiatan.

Wabup Sleman, Danang Maharsa, sumringah di balik kemudi saat menjajal langsung jalur off-road. (Foto: Pemkab Sleman)

Apresiasi senada disampaikan Lurah Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Danang Sulistya Haryana. Ia menekankan bahwa ajang ini vital untuk terus mendongkrak keterampilan para pengemudi saat membawa penumpang di jalur ekstrem.

Uji Ketangkasan, Targetkan Zero Accident

Momentum perayaan satu dekade lebih ini dimanfaatkan pengurus asosiasi untuk memperketat standar operasional. Ketua Umum AJWLM, Daldiri, menjelaskan bahwa kegiatan ketangkasan kali ini difokuskan pada penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencapai target zero accident atau nihil kecelakaan.

Pemeriksaan kelayakan armada digalakkan secara menyeluruh, mencakup ketersediaan sabuk pengamanan, helm, kondisi fisik ban, hingga keandalan komponen kemudi. Armada yang tak lolos kelayakan wajib diperbaiki sebelum diizinkan melayani wisatawan kembali.

“Ini bukan untuk kencang-kencangan, melainkan mengikuti SOP di AJWLM,” ujar Ketua Umum AJWLM, Daldiri, di sela kegiatan.

Melalui ajang ini, ia berharap para pengemudi bisa saling bertukar pengetahuan mengenai standar armada yang aman bagi wisatawan.

Dalam kompetisi ketangkasan tersebut, sebanyak 43 komunitas atau basecamp di bawah naungan AJWLM masing-masing mengirimkan tiga perwakilan pengemudi. Pengetahuan teknis dan kesadaran keselamatan yang diperoleh dari ajang ini diwajibkan untuk diteruskan kepada seluruh anggota di kelompok masing-masing.

Kemeriahan peringatan HUT ke-12 AJWLM juga tidak berhenti di lintasan off-road. Untuk menggerakkan roda ekonomi kawasan, panitia turut menggandeng para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Tlogoputri, Pakem.

Baca Juga:
Hasil Program Beasiswa Sleman Pintar, Lulus Amikom Langsung Diterima Kerja di PT KAI

Rangkaian acara diawali dengan kegiatan keagamaan berupa pengajian bersama Gus Muwafiq pada Jumat, 30 Oktober, serta pementasan seni budaya masyarakat setempat.

Melalui konsolidasi keselamatan dan pemberdayaan ekonomi warga ini, AJWLM berharap pariwisata Lava Tour Merapi dapat terus menjadi destinasi unggulan yang aman, berkelanjutan, serta memikat wisatawan nasional maupun mancanegara. (*)

Baca Juga:
Tekan Stunting Lewat Aplikasi dan Kesehatan Mental, Sleman Gandeng Swasta Rilis Program MATA HATI