HKTI Beberkan Dampak Kenaikan BBM, Inflasi Pangan Akan Lebih Tinggi 

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Millah Irodah

30 Sep 2022 09:22

Thumbnail HKTI Beberkan Dampak Kenaikan BBM, Inflasi Pangan Akan Lebih Tinggi 
Kegiatan Diskusi HKTI melalui zoom. (Foto: Tangkapan Layar zoom)

KETIK, SURABAYA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menggelar diskusi melalui zoom yang berjudul 'Dampak Kenaikan BBM terhadap Komoditas Pertanian' pada Jum'at 30 September 2022. 

Narasumber yang dihadirkan pada acara tersebut adalah Anthony Budiawan sebagai Pengamat Ekonomi, Ki Musbar Mesdi sebagai Presiden Forum Peternak Layer Nasional dan Agung Suryanto sebagai Praktisi Pertanian. 

Diskusi tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum HKTI Fadli Zon mengungkapkan bahwa kenaikan BBM tersebut memberikan dampak yang signifikan khususnya dalam sektor pertanian. 

"Komoditas yang paling terdampak akibat kenaikan solar bersubsidi adalah bahan pokok dengan hasil produksi makanan dan minuman, Kementrian Pertanian mendata ada 12 bahan pokok yang diawasi pemerintah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabe keriting, cabe rawit, gula pasir, minyak goreng, kedelai, daging sapi, daging ayam dan telur ayam," ujarnya saat membuka kegiatan diskusi. 

Baca Juga:
Gus Tamim Dorong Revolusi Pertanian dari Desa, Greenhouse Jadi Simbol Kemandirian Petani Blitar

Fadli memaparkan dampak dari kenaikan BBM adalah terjadinya inflasi pangan yang semula sudah sangat tinggi pasti sekarang akan meningkat lebih tinggi lagi. 

"Soalnya dibandingkan dengan inflasi umum yang diperkirakan akan menembus level 7 sampai 7,5 persen mungkin lebih hingga akhir tahun, setiap tahun memicu kenaikan suku bunga secara agresif," jelas Ketua HKTI. 

Secara umum dampak yang paling dirasakan karena naiknya harga BBM adalah naiknya harga suporting budidaya pertanian seperti harga pupuk dan biaya logistik selain itu juga biaya mesin pertanian. 

"Yang membutuhkan BBM pasti akan meningkat pembiayaan logistiknya, jadi kalau menggunakan analisis input dan output kenaikan BBM sebesar 100 persen ini akan menurunkan proktabilias agribisnis sebesar 0,09 sampai 0,142 persen," papar Fadli. 

Baca Juga:
Dukung Ketahanan Pangan, HKTI Jatim Siapkan Bibit Jagung KIP Varietas Unggulan untuk Petani

Jadi jika harga BBM dinaikan 1 persen maka inflasi meningkat 0,044 persen. Kenaikan inflasi dilihat dari biaya hidup rumah tangga tanpa ada perubahan kuantitas konsumsi. 

"Masalahnya di satu sisi, kenaikan harga BBM telah menaikan biaya produksi dan menekan proktabilitas usaha tani namun di sisi lain hasil produksi pertanian saat ini dipastikan sedang turun dengan perubahan iklim dan juga tahun depan prediksinya seperti apa," rinci Fadli Zon. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Anthony Budiawan sebagai Pengamat Ekonomi, bahwa kenaikan harga BBM yang paling terdampak adalah padi. 

"Kalau di Amerika adalah respon dari energi related input itu adalah termasuk pestisida lalu pupuk dan kemudian BBM secara langsung solar, yang paling rendah (dampaknya) adalah soybean dan cotton," paparnya. 

Foto Data dari Anthony Budiawan. (Foto: Tangkapan layar zoom)Data dari Anthony Budiawan. (Foto: Tangkapan layar zoom)

Menurut data yang dibeberkan Anthony, bahwa pengaruh dari harga BBM tinggi sekali pada padi yang kedua adalah imported. 

"Kita banyak sekali import dari jagung, kita import kedelai. Ini semuanya mempengaruhu tapi itu tidak dengan petani kita," ujarnya. 

Yang paling terdampak dari kenaikan harga BBM adalah beras karena naiknya tersebut adanya distribusi pestisida dan pupuk juga peningkatan biaya operasional. 

"Artinya ongkos produksi sudah naik tetapi kita punya produktivitas itu turun dan harga anjlok di pasar pun turun, jadi kalau kita lihat banyak sekali pertanian itu turun," jelas Anthony. 

Menurut Anthony, HKTI harus lebih proaktif untuk memberi masukan kepada pemerintah dengan hitungan yang sesuai dengan biaya yaitu untuk menyangga pendapatan petani dan perternak agar tidak masuk ke dalam kemiskinan itu. 

"Prefensi dan preventif untuk menjaga mereka (petani dan peternak) ke dalam kemiskinan tadi," harap Pengamat Ekonom Anthony Budiawan. (*)

Baca Sebelumnya

Bio Farma Harap Indonesia Bisa Produksi Vaksin Meningitis 

Baca Selanjutnya

Arema FC dan Persebaya, Rival Sekaligus Saudara

Tags:

kenaikan BBM HKTI petani inflasi pangan

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar