Hijrah! Puluhan Tahun di Bank Jatim, Kini Sukses Buka Usaha Rujak Buah Beromzet Puluhan Juta di Malang

Jurnalis: Dendy Ganda Kusumah
Editor: Fisca Tanjung

14 Nov 2025 14:05

Thumbnail Hijrah! Puluhan Tahun di Bank Jatim, Kini Sukses Buka Usaha Rujak Buah Beromzet Puluhan Juta di Malang
Binti Nafiah sedang berada di depan warung rujak buah miliknya. Omzet warung rujak ini rata-rata mencapai puluhan juta tiap bulannya. (Foto: Dendy Ganda Kusumah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Jalan hidup memang tak mudah diterka. Dari calon guru menjadi teller di sebuah bank plat merah, dan akhirnya menangguk sukses sebagai penjual rujak buah.

Inilah kisah hidup Binti Nafiah yang penuh kejutan.

Mulanya, tak pernah terbersit sedikit pun dalam benak Binti untuk menjadi seorang pengusaha kuliner, apalagi berjualan rujak buah.

Seperti anak-anak pada umumnya, Binti punya cita-cita sederhana namun mulia: ia ingin menjadi seorang guru.

Baca Juga:
Usai Buka Bandung Bedas Expo 2026, Bupati KDS Langsung Tinjau Lokasi Banjir

Usai menuntaskan pendidikan di Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, perempuan kelahiran 1989 tersebut mengabdikan ilmunya dengan menjadi seorang pendidik.

"Delapan bulan saya ditempatkan di SMKN 1 Tanggul Jember. Waktu itu, saya mengajar pelajaran administrasi perkantoran," ucap Binti, kala ditemui Ketik.com, Jumat, 14 November 2025.

Kemudian, oleh dosennya, Binti diminta untuk mengajar di Gorontalo. Namun, permintaan ini juga sekaligus menjadi akhir kariernya di dunia kependidikan.

Baca Juga:
Warung Selaras Malang Hadirkan Nuansa Vintage Perpaduan Budaya Tionghoa dan Jawa

"Saya dilarang oleh orang tua untuk pergi ke sana," kenang Binti.

Gagal lanjut jadi guru, Binti banting setir. Pada 2012, ia bergabung ke Bank Jatim. Ia masuk melalui sebuah perusahaan alih daya (outsourcing).

"Saya sempat ditempatkan di sejumlah payment point Bank Jatim. Saya pernah ditugaskan di Klojen, Dinoyo, Blimbing, dan beberapa tempat lain. Pokoknya keliling," tuturnya.

Sembari menjalani tugas kesehariannya, Binti mencoba memperbaiki peruntungannya. Ia berusaha agar bisa menjadi pegawai tetap Bank Jatim.

"Kalau dihitung, sudah 13 kali saya ikut tes. Ya, hampir tiap tahun lah," ucap perempuan asal Malang ini.

"Namun, kesemuanya nggak lolos. Mungkin kalah dengan yang lebih muda. Untuk frontliner memang ada waktunya," ia menambahkan.

Akhirnya, pada tahun 2022, Binti mengambil keputusan besar. Ia memilih keluar dari perusahaan alih daya tersebut dan memulai usaha sendiri. 

"Saya juga nggak tahu, tiba-tiba saja jualan rujak buah. Mungkin karena saya suka rujakan," kata Binti.

"Yang pasti, karena suka makan, terutama yang murah, enak, dan banyak, saya ingin menciptakan usaha seperti itu," sambungnya.

Mulai berjualan rujak, Binti tak langsung membuka warung. Ia memilih berjualan di kejuaraan-kejuaraan balap, yang kerap digelar di wilayah Malang.

"Berjualan di sana enak, karena para pengunjung dan pembalapnya suka jajan. Jadi ya cepat habis," tutur Binti.

"Namun, karena banyak protes, acara balap ini nggak diadakan lagi," ia menambahkan.

Setelah tak lagi berjualan di ajang balapan, Binti memilih untuk membuka warung. Sejak beberapa waktu lalu, ia berjualan di warungnya, yang berada di Jalan Perdana Kusuma, jalan utama kompleks perumahan terbesar di kawasan timur Kota Malang.

Di warungnya kini, usaha Binti kian maju. Rata-rata, omzet tiap hari warungnya mencapai Rp350 ribu, atau lebih dari Rp10 juta per bulan.

"Ya, kalau hari-hari cerah sekitar segituan. Namun, kalau hari hujan ya berkurang sedikit. Ya, namanya saja jualannya buah-buahan. Ketersediaan dan kualitasnya juga dipengaruhi cuaca," tuturnya.

Namun, bukan Binti namanya jika mudah menyerah. Ia memiliki sejumlah strategi untuk mengatasi kendala tersebut.

"Untuk buah, kita bisa pakai pengganti. Misalnya, sebagi pengganti mangga, kalau memang nggak ada, bisa pakai kedondong. Yang penting, jangan sampai pelanggan kecewa," kata Binti.

Binti menyebut, banyak keuntungan yang didapatnya usai memutuskan hijrah dan berjualan rujak buah. Selain pendapatan yang lebih besar daripada ketika bekerja di bank, ia punya lebih banyak waktu untuk keluarga.

"Alhamdulillah jadwalnya lebih leluasa sama anak," tegas ibu dua anak tersebut.

Baca Sebelumnya

Telan Anggaran Rp3,5 M, Rehab Kelas SMPN 16 Tegal Capai 65 Persen

Baca Selanjutnya

Hiace Lepas Kendali di Jalan Menurun Buleleng, 5 Wisatawan China Tewas

Tags:

binti nafiah UMKM Bank Jatim Kuliner Malang

Berita lainnya oleh Dendy Ganda Kusumah

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

17 April 2026 08:47

Terancam Tak Bisa Jamu Persebaya di Kanjuruhan, Arema FC Lirik Bali

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

16 April 2026 13:45

BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

16 April 2026 12:20

Diresmikan Wahyu Hidayat, Pasar Sawojajar Kota Malang Resmi Naik Kelas Menjadi Pasar Modern

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

15 April 2026 18:56

Peluang Berkontribusi di Dunia Pendidikan, Pemkot Malang Buka Seleksi Anggota Dewan Pendidikan 2026–2030

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

14 April 2026 06:49

Arema FC Resmi Jalin Kerja Sama dengan RS Hermina Tangkubanprahu Malang

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

14 April 2026 06:29

Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H