KETIK, HALMAHERA SELATAN – Sore di Lapangan Mini Soccer Tomori, Jumat, 29 Mei 2026, tidak semata menghadirkan peluit awal sebuah turnamen. Di atas rumput sintetis itu, Persatuan Wartawan Indonesia Cup I Halmahera Selatan membuka ruang perjumpaan yang lebih cair. Wartawan, pejabat daerah, dan komunitas sepak bola bertemu melalui permainan yang ringan, hangat, dan penuh persahabatan.
Turnamen Fun Football Persatuan Wartawan Indonesia Cup I Halmahera Selatan dibuka langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin. Pembukaan itu kemudian dirangkai dengan laga eksebisi antara Komunitas Jurnalis Halmahera Selatan (KJH) melawan Saruma O3 setelah ada beberapa laga eksebisi.
Ada pemandangan menarik dalam laga tersebut. Helmi tidak hanya datang sebagai pejabat yang membuka acara, lalu duduk menyaksikan pertandingan dari pinggir lapangan. Ia mengenakan kostum permainan bernomor punggung 2 dan masuk memperkuat KJH. Di kubu seberang, Saruma O3 diperkuat Sekretaris Daerah Halmahera Selatan, Abdillah Kamarullah yang memberi arahan dari bens.
Laga itu membuat lapangan terasa lebih dekat. Jabatan seperti diletakkan sejenak di luar garis permainan. Yang tersisa adalah operan pendek, pergerakan mencari ruang, tawa seusai kehilangan bola, dan semangat menjaga permainan tetap hidup.
Helmi tampil sebagai pemain yang memahami makna fun football. Ia tidak datang untuk membuat laga menjadi tegang. Permainannya justru memberi warna pada pertandingan. Bola digulirkan dengan ringan, pergerakan dilakukan tanpa berlebihan, dan suasana dijaga tetap gembira sejak menit awal hingga peluit akhir.
Baca Juga:
Ketika Abdillah Kamarullah Menjadi Penyerang Saruma O3Di lapangan, Wabup Helmi yang mengidolakan Liverpool itu seperti membawa sedikit watak sepak bola yang ia sukai. Ada semangat bergerak, ada keinginan untuk terus terlibat dalam aliran bola, tetapi semuanya diletakkan dalam bingkai pertandingan persahabatan. Tidak ada tekanan mengejar kemenangan. Tidak ada duel yang dipaksakan. Sepak bola sore itu dimainkan sebagaimana mestinya dalam sebuah fun football, untuk dinikmati bersama.
KJH berusaha membangun serangan melalui sirkulasi bola dari kaki ke kaki. Saruma O3 merespon dengan permainan yang cukup rapi, menjaga area pertahanan sambil sesekali mencari celah untuk melakukan serangan balik.
Abdillah Kamarullah ikut memberi keseimbangan pada timnya, sesekali memberi senyum tipis dari bens membuat pertandingan tetap hidup meski berjalan dalam tempo yang bersahabat.
Beberapa peluang sempat lahir dari kedua kesebelasan. Namun, penyelesaian akhir belum mampu mengubah angka di papan skor. Penjaga gawang dan barisan belakang masing-masing tim masih cukup disiplin memutus ancaman di depan gawang.
Baca Juga:
Sekretaris PWI Maluku Utara Dorong Halsel Jadi Tuan Rumah Seleksi PorwanasLaga eksebisi itu akhirnya berakhir dengan skor kacamata. Tidak ada gol yang tercipta, tetapi pertandingan tidak kehilangan cerita. Justru dalam hasil imbang tanpa gol itulah semangat kegiatan ini terasa utuh. Lapangan menjadi tempat untuk bertemu, saling menyapa, dan merawat hubungan melalui permainan yang sederhana.
PWI Cup I Halmahera Selatan bukan sekedar turnamen yang mencari tim terbaik. Dalam suasana fun football, kegiatan ini membawa pesan bahwa sepak bola dapat menjadi bahasa pergaulan yang mudah diterima siapa saja. Wartawan, pemerintah daerah, dan komunitas dapat berdiri dalam satu lapangan, mengejar bola yang sama, lalu pulang dengan rasa persaudaraan yang lebih kuat.
Sore itu, Helmi Umar Muchsin tidak hanya membuka turnamen. Ia ikut berlari di dalamnya. Bersama KJH, ia memperlihatkan bahwa sepak bola kadang tidak memerlukan gol untuk meninggalkan kesan. Cukup dengan permainan yang gembira, lapangan yang ramai, dan semangat kebersamaan yang tetap menyala setelah pertandingan usai.