Health Influencer Soroti Pemberian MPASI Berdasarkan Medsos dalam Seminar yang Digelar Unusa

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Mustopa

4 Feb 2024 04:29

Thumbnail Health Influencer Soroti Pemberian MPASI Berdasarkan Medsos dalam Seminar yang Digelar Unusa
LPPM Unusa gelar Seminar Hari Gizi Nasional, Sabtu (3/2/2024). (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Memperingati hari gizi nasional, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM)  Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) bersama dengan Unicef menggelar seminar hari gizi nasional dengan tema wujudkan generasi bebas stunting dengan cermat memilih MPASI kaya protein hewani.

Tan Shot Yen, Health Influencer menyoroti prilaku ibu di Indonesia yang memilih memberikan MPASI protein hewani berdasarkan rekomendasi dari media sosial (Medsos) yang cenderung kurang baik.

"Memenuhi protein hewani melalui Makanan Pengganti ASI (MPASI) bukan berarti balita diberikan telur dua butir, tapi memang memenuhi gizi yang seimbang dan harus kembali ke bahan makanan lokal," ucap Tan Shot Yen saat diwawancarai di Auditorium lantai 9 Unusa Tower, Sabtu (3/2/2024).

Tan Shot Yen menjelaskan, pemberian makanan protein hewani harus sesuai dengan buku panduan kesehatan ibu dan anak (KIA). Dengan kembali pada panduan KIA, banyak sekali panduan-panduan media sosial itu tidak benar.

"Panduan yang ada di media sosial banyak sing ngawur ya. Kadang-kadang dengan interpretasi masing-masing dari mamagram para selebgram atau orang-orang yang konten kreator yang kelihatannya MPASI-nya kayaknya kok Instagramable gitu ya," bebernya.

Selain itu, Tan Shot Yen menyoroti banyak posyandu di Jawa Timur salah memberikan makanaan tambahan tidak dari makanan sehat. "Jangan diberikan makanan tambahan dari makanan kemasan yang itu tidak sehat," bebernya.

Sementara itu, Kabid Kesmas Dinkes Jatim, Waritsah Sukarjiyah menjelaskan pada tahun 2024 ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menargetkan 14 persen dalam menurunkan angka stunting di Jawa Timur.

"Jawa Timur sudah melakukan upaya mulai dari adanya tim percepatan penurunan stunting di Jawa Timur, Kemudian dari sisi penguatan SDM kita berupaya melakukan peningkatan kompetensi baik itu petugas kesehatan maupun kader masyarakat, lalu dari sisi layanan kesehatan juga kami lakukan pembenahan," ucapnya.

Waritsah mejelaskan, pada tahun 2023 lalu, Posyandu di Jawa Timur mendapatkan alat ukur antropometri kit. Pada tahun 2024, Pemprov Jatim memperoleh bantuan kader kit yang dapat digunakan kader kesehatan.

"Sehingga kader bisa mendeteksi lebih awal status gizi balita," bebernya.

Sementara itu, Ketua LPPM Unusa Achmad Syafiuddin menjelaskan, Unusa bersama Unicef ingin mengatasi masalah stunting di Jawa Timur. Dengan target penurunan hingga 14 persen menjadi target tersendiri Unusa.

"Kami memberikan edukasi dan pemahaman kepada orang tua terkait masalah stunting yang terjadi di Jawa Timur," bebernya. (*)

Baca Juga:
Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

Baca Juga:
Ulama Muda Pecinta NU Usulkan Penetapan AHWA sebagai Majelis Tahkim ‘Aly di Tingkat PBNU
Baca Sebelumnya

Yuk Pesan Sekarang! Harga Tiket Kereta Cepat Whoosh Kini Mulai Rp150 Ribuan

Baca Selanjutnya

Yuk Kenalan dengan Andi Icha Hardy, Puteri Indonesia Sulawesi Barat 2024

Tags:

Hari Gizi Nasional MPASI LPPM Unusa Unusa nahdlatul ulama Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H