Harmoni Budaya di Era Digital: Diskominfo Sleman Gelar Jumpa Pers Perdana 2026

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

6 Feb 2026 05:00

Thumbnail Harmoni Budaya di Era Digital: Diskominfo Sleman Gelar Jumpa Pers Perdana 2026
Jumpa Pers Perdana Diskominfo Sleman 2026: Membedah integrasi Program Padat Karya dan IKD dalam balutan busana adat Jawa. Bukti komitmen Pemkab Sleman dalam menjaga keselarasan antara kemajuan teknologi dan pelestarian warisan budaya di hari Kamis Pon. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Memasuki tahun anggaran 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman semakin memperkuat langkah dalam diseminasi informasi publik. Strategi ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman tidak hanya berhenti di meja birokrasi, namun tersampaikan secara akurat, transparan, dan inklusif hingga menjangkau pelosok kalurahan.

Sebagai pembuka agenda komunikasi publik tahun ini, Diskominfo menyelenggarakan Jumpa Pers Perdana pada Kamis, 5 Februari 2026.

Bertempat di Ruang Rapat Nakula Lantai 3, Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sleman, forum strategis ini menjadi jembatan informasi yang mempertemukan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan insan pers. Melalui sinergi ini, pemkab Sleman berupaya menjamin validitas data sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks demi menjaga kondusivitas informasi di masyarakat.

Pelestarian Budaya di Hari Kamis Pon

Acara yang digelar di tengah suasana khidmat Kamis Pon ini dipandu oleh Sekretaris Diskominfo Sleman, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani, serta dihadiri oleh Kepala Diskominfo Sleman, Budi Santosa, dan jajaran terkait. Berbeda dengan konferensi pers pada umumnya, ruangan dipenuhi dengan nuansa tradisional yang kental.

Sesuai dengan regulasi pelestarian budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta, seluruh narasumber tampil elegan mengenakan busana adat Jawa Gagrak Ngayogyakarta. Para pria tampak berwibawa dengan surjan dan blangkon, sementara para wanita tampil anggun dalam balutan kebaya. Momentum ini menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai luhur seperti sopan santun dan rendah hati tetap menjadi fondasi utama dalam melayani publik.

Visi Kesejahteraan dan Transformasi Digital

Dalam pembukaannya, Noor Hidayati Zakiyah Pramulani memberikan penekanan khusus mengenai esensi dari pertemuan ini:

"Jumpa pers perdana di tahun 2026 ini  dengan nuansa yang berbeda. Selain sebagai sarana diseminasi informasi strategis melalui tema 'Penguatan Kesejahteraan Masyarakat Sleman melalui Program Padat Karya, Perlindungan Sosial Inklusif, dan Transformasi Identitas Kependudukan Digital," terangnya.

Kehadiran narasumber dengan busana Gagrak Ngayogyakarta pada Kamis Pon tersebut menunjukkan komitmen nyata bahwa kemajuan teknologi di Sleman berjalan selaras dengan upaya pelestarian akar budaya lokal.

Keunikan Paparan Materi dalam Bahasa Jawa Halus

Puncak perhatian peserta jumpa pers tertuju pada momen saat Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Arifin, menyampaikan paparannya.
Sejalan dengan semangat Kamis Pon, Arifin menyajikan seluruh materi mengenai implementasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) menggunakan bahasa Jawa halus atau Krama Inggil.

Langkah ini memberikan kesan mendalam karena sebuah terobosan teknologi mutakhir seperti IKD dipresentasikan dengan tutur kata yang adiluhung. Pilihan bahasa ini membuktikan bahwa modernisasi birokrasi tidak harus mengikis identitas budaya; sebaliknya, keduanya dapat saling menguatkan.

Untuk memastikan pesan teknis tetap terjaga akurasinya, Diskominfo Sleman telah menyiapkan dokumen garis besar dalam bahasa Indonesia sebagai panduan bagi beberapa jurnalis yang tidak paham bahasa Jawa.

Fokus Ekonomi Kerakyatan dan Perlindungan Sosial

Sesi berikutnya menyoroti aspek kesejahteraan masyarakat. Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Siti Istiqomah Tjatur Sulistijaningtyas, menguraikan bagaimana Program Padat Karya menjadi instrumen vital dalam menyerap tenaga kerja lokal dan memperkuat ekonomi mandiri di tingkat desa. Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Ludiyanta, memaparkan strategi perlindungan sosial yang menjangkau kelompok marginal melalui kepastian identitas hukum.

Melalui perpaduan unik antara tutur bahasa yang santun, busana tradisional, dan visi digitalisasi, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Diskominfo menunjukkan bahwa masa depan yang maju dapat dicapai tanpa harus meninggalkan jati diri keistimewaan Yogyakarta.(*)

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini
Baca Juga:
Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung
Baca Sebelumnya

Basarnas Serahkan Total 94 Bodypack Korban Longsor Cisarua ke Tim DVI

Baca Selanjutnya

Pelantikan Hari Ini, Jabatan Pj Sekda Kota Batu Segera Terisi

Tags:

Diskominfo Sleman Jumpa Pers 2026 Kabupaten Sleman Identitas Kependudukan Digital IKD padat karya Perlindungan Sosial Kelompok Marginal Budaya Jawa Gagrak Ngayogyakarta Kamis Pon Krama Inggil Diseminasi Informasi Pelayanan Publik Sleman Keistimewaan DIY

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

18 April 2026 19:27

Sleman Juara Umum MTQ DIY 2026, Dominasi 7 Kategori Unggulan

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

18 April 2026 19:19

Lewat Kenduri dan Tirakatan, Cara Kalurahan Caturtunggal Sleman Rayakan HUT ke-78

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

18 April 2026 14:45

Hadiri Hari Jadi Ke-78 Sendangadi, Wakil Bupati Sleman Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sumber Mata Air

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

18 April 2026 14:42

Sleman Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Wagub: Momentum Cetak Generasi Qurani Berdaya Saing

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

17 April 2026 18:59

Krematorium TPU Madurejo Sleman Hapus Retribusi Sepenuhnya, Dulu Bayar Rp5 Juta

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

17 April 2026 18:43

Pelantikan DPN Peradi 2026-2031, Imam Hidayat Tekankan Sinergi Empat Pilar Penegakan Hukum

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend