KETIK, MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Kepala MTsN 1 Kota Malang, Dra. Hj. Erni Qomaria Rida, M.Pd. menekankan kepada para siswa untuk bisa membentengi diri di era kemajuan digital. Kemajuan teknologi memang memiliki tantangan tersendiri bagi para santri.

Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum memperingati jasa para ulama yang telah turut berjuang mendapatkan kemerdekaan Indonesia. Dari masa ke masa, santri telah menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Di era kemajuan teknologi, Kepala MTsN 1 Kota Malang, Erni Qomaria Rida mengungkapkan bahwa tantangan santri lebih berat. Saat ini, teknologi digital telah memberikan dampak nyata bagi generasi muda. 

"Era digital untuk para santri itu luar biasa berat, karena memang sekarang ini tantangan digital luar biasa, pengaruh digital luar biasa, sehingga perlu membentengi diri para santri dalam rangka mengisi kemerdekaan ini," ujarnya.

Erni Qomaria Rida menuturkan bahwa pengaruh digital cukup luar biasa untuk membawa arus para santri. Sehingga, penguatan tradisi keislaman harus dilakukan dengan tujuan menjaga para santri.

Baca Juga:
PWNU Jatim Sambut Pataka Resolusi Jihad dan Pasukan Napak Tilas Jombang–Surabaya

"Agar tradisi-tradisi asing, tradisi yang kurang bagus itu tidak merusak keislaman atau tidak merusak dasar-dasar keislaman," tuturnya.

Ia menekankan agar santri mampu membentengi diri dan menjadikan Indonesia lebih bermartabat, berilmu, berakhlak, serta bermanfaat bagi masyarakat. 

Dengan mengusung tema nasional, yakni "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas", Erni Qomaria Rida menyampaikan bahwa santri memiliki peran dalam kemajuan Indonesia.

Ia juga berharap para santri mampu senantiasa menjaga tradisi keislaman dan mampu menjaga bangsa Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman.

Baca Juga:
HSN 2026, Waspada Tindakan Kekerasan dan Perilaku Seksual Menyimpang di Kalangan Santri

"Jadi kami harapkan santri senantiasa melaksanakan atau menguatkan diri untuk senantiasa menjaga tradisi-tradisi keislaman. Yang kedua, menjaga bangsa Indonesia dari tantangan zaman ini," jelas Erni Qomaria Rida.(*)