Hari Ibu dan Pentingnya Kesetaraan dalam Peran Keluarga

Jurnalis: Fayza Qudsiyah
Editor: Dendy Ganda Kusumah

22 Des 2025 15:30

Thumbnail Hari Ibu dan Pentingnya Kesetaraan dalam Peran Keluarga
Oleh: Fayza Qudsiyah Maharani *

Perayaan Hari Ibu kerap diekspresikan dengan berterima kasih kepada ibu melalui ucapan dan hadiah. Ini adalah bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan pengorbanan seorang ibu. Seorang ibu selalu digambarkan sebagai sosok yang teduh, penuh pengorbanan, dan setia mendampingi keluarga. 

Adanya penggambaran ini memang mencerminkan kondisi seorang ibu secara realistis. Namun, hal ini tidak sepenuhnya mewakili makna dari Hari Ibu yang telah ditetapkan berdasarkan sejarah.

Hari Ibu di Indonesia berawal dari Kongres Perempuan Indonesia pertama yang diadakan pada tahun 1928. Pada forum ini, seluruh organisasi perempuan dari pelbagai daerah di Indonesia berkumpul di Yogyakarta. Berbagai kepentingan bersama mulai dari pendidikan, kesehatan, pernikahan, hak-hak anak, dan perjuangan dibahas dalam forum ini. 

Adanya forum ini membuat makna dari Hari Ibu di Indonesia sendiri berbeda dari negara-negara lain. Hari Ibu di Indonesia dimaknai sebagai gerakan perjuangan perempuan yang menuntut hak setara dan kesempatan yang lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan. 

Baca Juga:
Peringati Hari Ibu dan Bela Negara, Bupati Bojonegoro Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga

Dalam makna inilah kemudian dipahami bahwa ibu bukan merupakan figur keluarga saja, akan tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki hak-hak yang sama dengan laki-laki. 

Namun, sekarang perayaan Hari Ibu cenderung lebih fokus kepada perayaan yang menekankan ketulusan, kesabaran, dan pengorbanan dari seorang ibu. Makna ini sebenarnya tidak salah apabila dilihat dari sudut pandang seorang anak terhadap ibu. Namun, pemaknaan ini membuat pengalaman ibu yang lebih beragam menjadi lebih sederhana. Hanya sebatas pengabdiannya saja di dalam pernikahan dan di dalam rumah. Kontribusi seorang ibu di bidang kehidupan yang lain cenderung tidak dilihat dan diapresiasi. 

Hal ini terlihat dari bagaimana seorang ibu seringkali diposisikan hanya sebagai pendamping dan pengasuh anak. Banyak sekali narasi yang mengatakan, "untuk apa pendidikan tinggi kalau sudah menikah kerjaannya hanya mengurus anak."

Narasi tersebut merupakan sebuah bukti bahwa pendidikan seorang perempuan tidak akan berguna saat mereka menjadi seorang ibu. Hal ini mengacu pada opini tentang pendidikan tidak memiliki peran yang penting bagi seorang ibu dibandingkan dari peran ibu dalam rumah tangga. Padahal, pendidikan menjadi salah satu fondasi yang paling penting bagi seorang ibu dalam membangun sebuah keluarga.

Baca Juga:
Upacara Hari Ibu ke-97 Lapas Batam, Teguhkan Peran Strategis Perempuan

Dalam hal pernikahan, adanya narasi 'ibu yang baik' sering kali dikaitkan dengan kepatuhan dan ketahanan dalam sebuah pernikahan. Dalam sebuah pernikahan tidak jarang juga bahwa seorang ibu tidak memiliki hak untuk mengutarakan pendapatnya.  

Narasi “ibu yang baik” ini sering kali terlihat bagaimana seorang ibu cenderung menahan dan mengurungkan pendapatnya agar terkesan lebih mengutamakan pendapat suami sebagai kepala keluarga. Padahal hal tersebut terkadang membuat hubungan dan komunikasi dalam sebuah keluarga menjadi tidak seimbang. 

Memaknai Hari Ibu hanya sebagai perayaan kasih sayang tanpa memahami makna sebenarnya berarti mengabaikan makna Hari Ibu yang sebenarnya dalam konteks sejarah. Hal ini berisiko menimbulkan ketimpangan yang sejak awal justru ingin dilawan oleh gerakan perempuan. 

Hari Ibu seharusnya menjadi perayaan dan momentum untuk mengingat bahwa ibu juga manusia yang memiliki hak, aspirasi, dan pilihan hidup. Menghargai ibu tidak cukup hanya dengan bunga, hadiah, dan ucapan terima kasih. Menghargai ibu berarti mendukung akses mereka terhadap pendidikan, kebebasan, serta pernikahan yang setara.

Dengan mengembalikan makna Hari Ibu sesuai dengan yang seharusnya, adanya peringatan ini dapat menjadikan momentum untuk merefleksikan atas sejauh mana kesetaraan telah diwujudkan di dunia pernikahan. (*)

*) Fayza Qudsiyah Maharani adalah Kepala Departemen Advokasi Formapi Universitas Brawijaya 2025
**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis
*) Ketentuan pengiriman naskah opini:
Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com
Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
Panjang naskah maksimal 800 kata
Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Libur Nataru Aman, Polres Malang Kerahkan Kekuatan Penuh Jaga Stasiun dan Terminal

Baca Selanjutnya

Trenggalek dalam Buku Reset Indonesia

Tags:

Hari Ibu Fayza Qudsiyah Formapi UB Kongres Perempuan Indonesia

Berita lainnya oleh Fayza Qudsiyah

Panji Margasmara dan Ken Candrasari, Kisah Cinta Legendaris dari Malang Kuno yang Diakui Dunia

8 Januari 2026 17:21

Panji Margasmara dan Ken Candrasari, Kisah Cinta Legendaris dari Malang Kuno yang Diakui Dunia

Wajib Coba! Ini Daftar Ritual Self Care di Rumah yang Bakal Tren di 2026

2 Januari 2026 11:01

Wajib Coba! Ini Daftar Ritual Self Care di Rumah yang Bakal Tren di 2026

Glow Up Gak Cuma Soal Fisik! Ini 5 Tips Self Improvement Agar Jadi Lebih Menarik di 2026

2 Januari 2026 09:01

Glow Up Gak Cuma Soal Fisik! Ini 5 Tips Self Improvement Agar Jadi Lebih Menarik di 2026

Paling Dinantikan! Ini 5 Drama Korea yang Akan Tayang Januari 2026

1 Januari 2026 16:01

Paling Dinantikan! Ini 5 Drama Korea yang Akan Tayang Januari 2026

Bosan Bakar Jagung? Intip 5 Kafe di Malang untuk Malam Tahun Baru yang Berkesan

31 Desember 2025 15:02

Bosan Bakar Jagung? Intip 5 Kafe di Malang untuk Malam Tahun Baru yang Berkesan

Hari Ibu dan Pentingnya Kesetaraan dalam Peran Keluarga

22 Desember 2025 15:30

Hari Ibu dan Pentingnya Kesetaraan dalam Peran Keluarga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar