KETIK, SURABAYA – Ribuan guru dari berbagai penjuru Jawa Timur memadati Grand City Mall, Surabaya, pada Senin, 1 November 2024, dalam peringatan Hari Guru Nasional sekaligus Hari Aksara Internasional.
Salah satunya adalah Dian Nugrahani, Kepala Sekolah SLB Khusus Bina Mandiri, yang dengan bangga memperlihatkan karya-karya anak didiknya.
Pada kesempatan ini, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Surabaya diwakili oleh dua lembaga, sementara Sidoarjo diwakili oleh enam lembaga.
Karya yang paling menonjol adalah ecoprint, sebuah teknik mencetak pada berbagai kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan batang tanaman untuk menciptakan motif yang unik dan otentik.
Baca Juga:
Jatim Resmi Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah! Khofifah: Perkuat Karakter dan Interaksi Sosial Murid
Ecoprint dalam Booth Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Aksara Internasional di Grand City Mall Surabaya pada Senin, 1 Desember 2024. (Foto: Adiybah Fawziyyah/Ketik.com)
Karya ini telah diundang oleh UNESCO selama empat tahun berturut-turut, mengikuti fashion show, serta pameran di berbagai kota.
Bahkan, ecoprint ini berhasil meraih penghargaan desain baju terbaik peringkat tiga dari 7 yang terbaik, 172 desainer se-Indonesia.
Ecoprint karya anak disabilitas ini telah menembus pasar mancanegara, terutama di Prancis, dan rencananya akan diperkenalkan di Brunei Darussalam serta Malaysia.
Baca Juga:
BPJS Ketenagakerjaan Buka Rekrutmen April 2026, Cek Ini Posisi dan Jadwal Pendaftarannya!Dian mengaku pendampingan dan pembelajaran bagi anak disabilitas tidak menjadi kesulitan karena kegiatan ini sangat disukai oleh anak-anak.
“Awal-awalnya saja. Lama-lama mereka enjoy karena ini kegiatan yang mereka suka. Jadi benar-benar well-being buat anak-anak. Mereka happy,” ujarnya.
Kain-kain hasil ecoprint ini bahkan dijual hingga ke Eropa, di mana masyarakat sangat menghargai warna alami dari serat tumbuhan.
Ia berharap masyarakat lebih menghargai karya anak disabilitas dan tidak memandangnya sebelah mata.
“Menghargai karya anak disabilitas itu penting, karena kita tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga masa depan anak-anak. Mereka terbekali keterampilan sehingga tidak hanya mampu menjalani kecakapan hidup sehari-hari, tapi juga memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri,” tuturnya. (*)