Hari Guru Nasional, Hasanuddin Wahid Soroti Ketimpangan Kesejahteraan Guru

Jurnalis: Nata Yulian
Editor: Naufal Ardiansyah

25 Nov 2023 08:09

Thumbnail Hari Guru Nasional, Hasanuddin Wahid Soroti Ketimpangan Kesejahteraan Guru
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB M Hasanuddin Wahid menyoroti ketimpangan kesejahteraan pada guru. (Foto: Dok. Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB M Hasanuddin Wahid menyampaikan Hari Guru Nasional 2023 yang jatuh detiap tanggal 25 November menjadi momentum membangkitkan semangat perbaikan pendidikan di Indonesia.  

Ia mengatakan bahwa guru yang selalu disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa harusnya menjadi perhatian prioritas pemerintah. 

Sebab, guru adalah penentu arah pembangunan sumber daya manusia untuk mencetak generasi penerus yang intelek, dan berakhlak baik. 

Sesuai tema Hari Guru Nasional tahun ini yakni Transformasi Guru Wujudkan Indonesia Maju, pemerintah perlu memahami permasalahan-permasalahan guru yang harus segera mendapat solusi. 

Baca Juga:
Ahmad Sahroni Bongkar Modus Penipuan Catut KPK, Pelaku Minta Rp300 Juta Berakhir Ditangkap

Salah satunya adalah persoalan yakni kesejahteraan tenaga pendidik yang masih jauh dari kata cukup. Masalah turun menurun ini harus diputus agar guru mendapatkan sejahtera dan hak hidup yang layak. 

"Masih banyak guru-guru swasta di pedesaan dan daerah pedalaman terutama madrasah yang honornya di bawah 500 ribu sebulan," tegas pria yang akrab disapa Cak Udin itu, Sabtu (25/11/2023). 

Tak hanya itu, pemerintah hanya mendata jumlah guru honorer sebanyak 2,3 juta. Padahal, DPR menerima laporan 3,38 juta tenaga honorer tidak masuk dalam data tenaga honorer yang didata oleh pemerintah. Artinya, jika dijumlahkan, total data guru honorer di Indonesia tahun 2023 mencapai 5,6 juta. 

Cak Udin menyayangkan pemerintah hanya menargetkan 1 juta guru untuk diangkat menjadi ASN PPPK. 1 juta guru honorer tersebut ditargetkan diangkat menjadi ASN PPPK paling lambat tahun 2024. 

Baca Juga:
PKB Dukung Kinerja Positif Pemprov Jatim, Dinilai Berdampak pada Masyarakat

"Sedangkan sekarang masih 800 ribu guru honorer non ASN yang menjadi ASN PPPK tahun ini. Artinya masih banyak ketimpangan sosial di dunia pendidikan kita," ungkapnya. 

Cak Udin juga menyinggung banyaknya guru swasta yang menjadi aset kebanggaan lembaganya namun ketika diterima PPPK langsung ditempatkan di sekolah negeri. 

"Ini jelas merugikan sekolah tempat mengabdi sebelumnya. Mereka aset untuk mengembangkan kemajuan sekolahnya," kata Cak Udin. 

Ia meminta pemerintah memprioritaskan guru yang telah mengabdi bertahun-tahun sebagai wujud kepedulian pemerintah kepada kesejahteraan para guru. 

Sebab, menurut Cak Udin, banyak guru yang sudah lama mengabdi tetapi tidak lulus seleksi PPPK. Hal ini terjadi karena pemerintah tidak memprioritaskan kesejahteraan dan pengabdian guru. 

Pria yang juga Sekjen DPP PKB itu juga menyampaikan masih terjadi kesenjangan antara lembaga pendidikan swasta dan negeri, termasuk antara madrasah dan sekolah.

"Pemerintah harus hadir mengambil bagian untuk menyetarakan antara madrasah dan sekolah dan swasta dan negeri," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Belasan Ribu Peserta Tajemtra 2023 Diberangkatkan

Baca Selanjutnya

Ulama dan Umara di Bondowoso Berkomitmen Mengawal Pemilu Damai

Tags:

Hasanuddin Wahid Cak Udin pkb SEKJEN PKB DPR RI Hari Guru Nasional

Berita lainnya oleh Nata Yulian

Arbi Melempem di Moto3 GP Catalunya, Konsisten di Posisi Buncit

26 Mei 2024 06:06

Arbi Melempem di Moto3 GP Catalunya, Konsisten di Posisi Buncit

26 Tahun Reformasi, Puguh Wiji Pamungkas Sebut Momentum Menguatkan Kepercayaan Rakyat

22 Mei 2024 03:08

26 Tahun Reformasi, Puguh Wiji Pamungkas Sebut Momentum Menguatkan Kepercayaan Rakyat

9 Lowongan Kerja Sepekan: Kesempatan Gabung Kemenkes dan Kominfo

20 Mei 2024 04:52

9 Lowongan Kerja Sepekan: Kesempatan Gabung Kemenkes dan Kominfo

Trending Sepekan: Deklarasi Antikorupsi Pemkab Sidoarjo Disorot Kejaksaan hingga Skenario Terburuk Gempa Megatrust Pacitan

19 Mei 2024 12:09

Trending Sepekan: Deklarasi Antikorupsi Pemkab Sidoarjo Disorot Kejaksaan hingga Skenario Terburuk Gempa Megatrust Pacitan

9 Lowongan Kerja Sepekan: UMS Cari Dosen Tetap, PT Pelni Buka 3 Posisi

12 Mei 2024 11:28

9 Lowongan Kerja Sepekan: UMS Cari Dosen Tetap, PT Pelni Buka 3 Posisi

Mimpi Timnas Sepak Bola Indonesia Tampil di Olimpiade Paris 2024 Pupus

9 Mei 2024 15:36

Mimpi Timnas Sepak Bola Indonesia Tampil di Olimpiade Paris 2024 Pupus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar