KETIK, SUMENEP – Hari Buku Sedunia yang diperingati tiap tanggal 23 April menjadi hal yang istimewa bagi Aliya Zahra. Sosok Kartini Masa Kini ini sudah menulis dua buku padahal masih berusia muda.
Aliya Zahra mengatakan, buku adalah sumber yang bisa menginspirasi dan mengubah dunia. Adagium buku adalah jendela dunia perlu kita camkan bersama agar kita semakin melek literasi.
"Kita selalu harus bergaul dengan buku. Kapan dan dimanapun. Karena sering bergaul maka buku akan menjadi teman akrab. Sehingga kita bisa bercengkerama dengan buku dalam setiap waktu. Selamat jadi bookaholic," demikian Aliya Zahra dalam peringatan Hari Buku sedunia, 23 April 2026.
Aliya Zahra menulis buku Catatan Kritis Perempuan saat masih menempuh pendidikan di bangku kuliah. Kini, buku keduanya berjudul Madura Anti Feminis (ME) juga telah terbit.
Dalam dua hari terakhir, Aliya Zahra menjadi pembicara dalam peringatan Hari Kartini dan terus menginspirasi banyak pihak. Pada 17 Mei mendatang, ia dijadwalkan kembali menjadi pembicara dalam seminar nasional di Surabaya, tepatnya di Auditorium Poltekkes Surabaya. (*)