Hari Batik Nasional 2025: Semangat Warisan Dunia dan Arah Baru Batik Sleman

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Muhammad Faizin

2 Okt 2025 11:50

Thumbnail Hari Batik Nasional 2025: Semangat Warisan Dunia dan Arah Baru Batik Sleman
Bupati Sleman, Harda Kiswaya (tengah) dalam suatu kesempatan. (Foto: Fajar Rianto/Ketik)

KETIK, SLEMAN – Hari Batik Nasional, yang jatuh setiap 2 Oktober, kembali dirayakan sebagai pengingat pengakuan UNESCO pada 2009 yang menetapkan batik sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Peringatan ini menegaskan pentingnya menjaga tradisi adiluhung sekaligus mendorong inovasi agar batik tetap relevan di kancah global.

Beragam daerah di Indonesia menyambut hari bersejarah ini dengan menguatkan identitas batik lokal mereka, tak terkecuali Kabupaten Sleman yang menghadapi babak baru dalam pengembangan kerajinan batiknya.

Batik Parijoto Sleman: Dari Ikon Wajib ke Era Kreativitas Bebas

Di tengah kemeriahan Hari Batik Nasional, perhatian juga tertuju pada ragam batik khas daerah, salah satunya adalah Batik Parijoto Sleman.
Batik ini sering di kombinasikan dengan motif lain seperti Sinom atau Salak Pondoh,  menghasilkan corak seperti "Sinom Parijotho Salak". Kabarnya motif ini terinspirasi dari tanaman Parijoto yang banyak tumbuh di lereng Gunung Merapi, dan sebelumnya digalakkan sebagai batik identitas daerah.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Sleman bahkan telah menetapkan motif ini sebagai salah satu batik khas melalui Peraturan Bupati Sleman Nomor 35 Tahun 2015 tentang Tata Kelola Batik Sleman. Secara filosofis, motif Parijoto di anggap melambangkan ketegasan dan kebijaksanaan.

Namun, pengembangan motif tunggal ini kini memasuki fase evaluasi kritis, terutama dari pucuk pimpinan daerah.

Sikap Tegas Bupati Harda Kiswaya

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, telah beberapa kali melontarkan pandangan tegas mengenai pengembangan batik khas Sleman sebelumnya. Ia menilai program yang terlalu fokus pada motif tunggal seperti Parijoto belum terbukti berhasil dalam menyejahterakan seluruh pengrajin lokal.

"Jika kita lihat kenyataannya, apakah Parijoto ini benar-benar sukses? Saya rasa tidak. Yang betul-betul merasakan dampak positifnya hanya sebagian kecil. Bahkan, ada kabar bahwa pengerjaan batik untuk seragam sebelumnya justru dilakukan oleh pembatik dari luar Sleman," ungkap Harda Kiswaya, Kamis 2 Oktober 2025.

Dengan tegas Bupati Sleman ini menyatakan menolak pendekatan yang menjadikan motif tertentu, seperti Parijoto, sebagai seragam wajib ASN (Aparatur Sipil Negara). Menurutnya, hal tersebut justru membatasi potensi dan kreativitas para perajin di Sleman.

Kebijakan Pro-Lokal dan Pengembangan Fleksibel

Menyikapi hal tersebut, Harda Kiswaya kini mengarahkan kebijakan baru yang lebih terbuka dan berpihak langsung pada ekonomi pengrajin Sleman:
1. Dukungan Penuh bagi Pengrajin Sleman: Bupati memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memesan dan membeli produk batik dan lurik hanya dari pengrajin yang berdomisili di Sleman. Kebijakan ini bertujuan mengalirkan pendapatan secara langsung kepada pelaku UMKM batik lokal.
2. Kreativitas Tanpa Batas: Pemkab Sleman tidak akan menetapkan motif "khas" baru. Bupati Harda membebaskan perajin untuk berkreasi dengan motif apa pun.
3. Fokus pada Peningkatan Kapasitas: Alih-alih mendikte motif, Pemkab Sleman akan berfokus pada pendampingan pemasaran dan peningkatan kapasitas produksi. Hal ini dilakukan untuk membantu perajin menembus pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.

"Intinya satu, yang digunakan harus hasil karya masyarakat Sleman. Soal motif, silakan berkreasi sebebas-bebasnya," tegasnya.

Dengan kebijakan baru tersebut para perajin Sleman kini memiliki ruang yang lebih besar untuk berinovasi, memastikan seni membatik di Sleman terus hidup dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat.

Sedangkan nasib Batik Parijoto akan ditentukan oleh selera pasar dan pilihan para perajin, bukan lagi sebuah kewajiban. (*)

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia
Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini
Baca Sebelumnya

Kemenkopolkam Apresiasi Program MBG Kabupaten Bandung, Layak Jadi Percontohan Nasional

Baca Selanjutnya

Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Momen Penantian 10 Tahun Pengelolaan Masjid Agung Nurul Makmur Terjawab

Tags:

Batik Nasional hari Batik Batik Parijoto Batik Sleman Harda Kiswaya Bupati Sleman warisan budaya Unesco Kerajinan Lokal UMKM Sleman Sinom Parijotho Salak Ekonomi kreatif Pemkab Sleman

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H