Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur Kota Batu Terus Merugi

Jurnalis: Sholeh
Editor: Gumilang

1 Apr 2024 12:00

Thumbnail Harga Pakan Naik, Peternak Ayam Petelur Kota Batu Terus Merugi
Pegawai sedang beraktivitas di kandang ayam petelur milik Ludi Tanarto, Senin (1/4/2024). (Foto: Sholeh/ketik.co.id).

KETIK, BATU – Sudah hampir dua bulan peternak ayam petelur di Kota Batu terus merugi. Karena harga pakan yang mahal tidak dibarengi kenaikan harga telur.

Hal itu lah yang saat ini dirasakan oleh Ludi Tanarto, peternak ayam petelur di Desa Junrejo Kecamatan Junrejo Kota Batu. 

"Mulai dua bulan lalu atau bulan Februari 2024 kemarin sudah mahal. Jadi harga jagung naik, konsetrat naik. Tapi harga telur tidak naik. Sempat naik tapi hari ini turun lagi," kata Ludi, Senin (1/4/2024).

Menurut pria yang juga Penasehat Kelompok Ayam Petelur Kota Batu itu, saat ini harga jagung tembus Rp 6 Ribu perkilo. Untuk Konsetrat Rp 9 ribu perkilo. Sedangkan, harga telur turun di Rp 22 ribu perkilo di kandang. 

Baca Juga:
Kompak Bangun Kota Batu! Duet Nurochman–Heli Contoh Harmoni Kepemimpinan di Jawa Timur

"Sebelumnya, jagung sekitar Rp 5 ribu perkilo, konsetrat Rp 8 ribu perkilo sedangkan telur Rp 24 ribu per kilogram, itu Normal. Jadi, sekarang peternak itu minusnya 3 ribu rupiah perkilo," jelasnya.

Kondisi tersebut, kata Ludi diperparah dengan adanya telur tetas atau telur fertil yang beredar di pasaran. Telur tetas seharusnya tidak boleh beredar di pasaran karena mempunyai embrio, yang biasa dijadikan untuk bibit ayam atau yang disebut juga Day Old Chick (DOC).

"Setiap tahun mengalami hal serupa. Cuma tahun lalu, karena telur tetas saja dan harga pakan stabil. Nah sekarang ini, sudah harga pakan mahal. Terus kena banjir telur tetas. Jadi dua penyebab," sambungnya.

Ludi menjelaskan, Telur tetas itu dijual dipasaran dengan harga jauh lebih murah dari telur ayam layer. Telur tetas tersebut berasal dari perusahaan penetasan.

Baca Juga:
Perkuat Desa Wisata, Disparta Kota Batu Gencarkan Kolaborasi Konten dan Promosi

Dimana 20 hari sebelum lebaran perusahaan penetasan tidak menetaskan telur menjadi ayam. Kemudian telur itu dijual ke pasar.

"Karena kalau mereka menetaskan pas hari idul Fitri. Jadi tidak ada pembelinya. Telur tetas itu sebenarnya setiap tahun ada, tetapi pemerintah tidak tegas seharusnya dilarang," tegasnya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Sebelumnya

Jelang Mudik Lebaran 2024, Polres Bangkalan Awasi Ketersediaan dan Takaran BBM

Baca Selanjutnya

Peternak Ayam Petelur Merugi, Pemkot Batu Siapkan Subsidi Pakan Jagung

Tags:

Kota Batu telur harga pakan naik

Berita lainnya oleh Sholeh

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

9 Desember 2025 20:30

Efisiensi Anggaran, Kota Batu Justru Siapkan 30 Event Berkualitas di 2026

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

9 Desember 2025 20:07

Cak Nur Dorong Pembangunan KDMP Menyeluruh di Semua Desa Kota Batu

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

9 Desember 2025 15:58

Pemkot Batu Apresiasi Guru Berprestasi Melalui Spekta GTK 2025

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

9 Desember 2025 15:46

Wali Kota Nurochman Lepas Bantuan Kemanusiaan Senilai Lebih dari Rp500 Juta ke Sumatera

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

8 Desember 2025 17:00

Duh! Hanya Gara-gara Listrik, Portal e-Parkir Alun-alun Kota Batu Masih Manual

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

8 Desember 2025 16:48

Dishub Gagal di Parkir Tepi Jalan Solusi Instan Portal Parkir Jalan Alun-alun Kota Batu, Melanggar!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar