Harga Kopi Melejit, Petani di Pagaralam Bahagia Sambut Panen Raya

Jurnalis: Wisnu Akbar Prabowo
Editor: Mustopa

26 Agt 2024 08:06

Thumbnail Harga Kopi Melejit, Petani di Pagaralam Bahagia Sambut Panen Raya
Sejumlah warga Desa Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam menjemur biji kopi dari hasil kebun mereka, Kamis 22 Agustus 2024. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

KETIK, PAGAR ALAM – Indonesia merupakan penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Memasuki kuartal II tahun 2024, industri kopi tanah air tumbuh membaik.

Kopi yang tadinya dihargai miring, kini melejit setinggi langit. Menyambut panen raya tahun ini, harga biji kopi robusta Pagaralam melambung dari Rp35 ribu menjadi Rp60 ribu, bahkan ada yang tembus Rp70 ribu per kilogram.

Walau di bulan Agustus ini sempat mengalami penurunan ke angka Rp60 ribu per kilogram, harga jual tersebut masih sangat menggiurkan bagi para petani kopi, khususnya di wilayah Desa Tebat Benawa, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam.

Kenaikan harga tersebut menjadi euforia tersendiri bagi para petani kopi tradisional. Zahrun (59), petani kopi asal Desa Tebat Benawa, menjadi salah satu petani kopi yang merasakan nikmatnya kenaikan harga kopi.

Baca Juga:
Bupati Halsel Acung Jempol Kolaborasi Petani, BPP, dan Harita Nickel di Panen Raya Obi

“Akhirnya kami bisa menabung. Dulu waktu harga kopi masih normal, boro-boro mau nabung, mau beli kebutuhan sehari-hari saja masih perlu mikir-mikir,” ungkap Zahrun, Kamis, 22 Agustus 2024.

Hal tersebut bukan tanpa alasan, tanaman kopi harus sering dirawat agar menghasilkan buah dalam jumlah maksimal. Salah satunya dengan pemberian pupuk sebanyak dua kali dalam setahun, yakni pada awal dan akhir musim hujan.

Dengan luas lahan yang ia miliki, Zahrun mengaku bisa merogoh kocek sampai puluhan juta agar bisa memanen sampai 2 ton biji kopi kering dalam satu kali masa panen.

Jika dikalkukasikan dengan harga normal di kisaran Rp35 ribu per kilogram, Zahrun hanya bisa mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp70 juta per tahun yang dipakai untuk kebutuhan keluarganya.

Baca Juga:
Lapas Batam Sukseskan Panen Raya Serentak Pemasyarakatan,

Jumlah tersebut terbilang kecil mengingat harga kebutuhan pokok yang melonjak beberapa tahun belakang ini, serta jarak desa yang jauh dari wilayah perkotaan membutuhkan biaya transportasi tersendiri yang tidak murah.

“Sekarang banyak warga kami yang sejahtera. Ada yang langsung renovasi rumah karena mereka sebelumnya belum punya modal yang cukup,” kata Zahrun sembari menjaga biji-biji kopi yang dia jemur.

Zahrun menceritakan, keadaan ini berbanding terbalik dengan kondisi pada tahun 2019 lalu. Saat itu, biji kopi robusta kering masih dihargai belasan ribu per kilogram.

“Pas 2019 lalu, kopi tidak ada harganya, cuma belasan ribu. Itu buat makan saja masih sulit. Sekarang alhamdulillah kerja keras kami menanam kopi terbayar. Kita bisa menikmati hasil panennya,” tutur dia.

Foto Zahrun (59), warga Desa Tebat Benawa tengah menunggu jemuran kopi di halaman rumah. Foto: Wisnu Akbar Prabowo.Zahrun (59), warga Desa Tebat Benawa tengah menunggu jemuran kopi di halaman rumah. (Foto: Wisnu Akbar Prabowo/Ketik.co.id)

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Candra, warga Desa Tebat Benawa. Panen raya tahun ini menjadi momen keluarganya untuk berkumpul dan menikmati hasil kopi asli daerah tersebut.

Beberapa anggota keluarga Candra merupakan perantau. Mereka menyempatkan untuk singgah sementara di kediaman Candra setelah mendengar kabar kalau panen raya tahun ini tidak seperti biasanya.

Candra menuturkan, keluarganya mudik kurang lenih sampai satu bulan lamanya. Hal ini menjadi kesempatan bagi Candra untuk melepas kangen dengan anggota keluarga yang sudah lama tak pulang.

“Mereka pada mudik setelah tahu kalau harga kopi naik tinggi,” ungkap Candra.

Kini, harga kopi di desa tersebut relatif stabil dan tidak mengalami banyak perubahan. Untuk biji kopi kering berjenis robusta dengan kualitas terbaik dihargai Rp63 ribu per kilogram. Sedangkan untuk biji kopi kualitas standar berada di kisaran harga Rp60 ribu per kilogram.

Kopi-kopi yang dihasilkan dari kebun warga Desa Tebat Benawa sebagian besar dikirim ke luar kota untuk diproduksi menjadi kopi bubuk. Sisanya, warga kerap menyisihkan sedikit untuk mereka nikmati bersama keluarganya.(*)

Baca Sebelumnya

Krisdayanti Mantap Daftar Pilkada Kota Batu pada Rabu Mendatang

Baca Selanjutnya

Tembus 60 Orang, Satu Pelamar CASN 2024 Kota Malang Tak Penuhi Syarat

Tags:

Harga kopi pagaralam Berita Pagaralam Panen raya

Berita lainnya oleh Wisnu Akbar Prabowo

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

10 Februari 2025 19:09

Perkuat Posisi Perusahaan Berbasis AI, Indosat Raih Pertumbuhan Laba Bersih dan EBITDA Dua Digit di 2024

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

7 Februari 2025 16:29

Indosat Gandeng TREBEL Music Hadirkan Fitur Download Musik Berbasis AI

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

31 Januari 2025 14:09

Rayakan HUT ke-21, Novotel Palembang Adakan Beragam Kegiatan Seru

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

30 Januari 2025 17:35

KAI Divre III Palembang Layani 16 Ribu Pelanggan Selama Libur Isra Miraj dan Imlek 2025

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

28 Januari 2025 12:16

Rayakan Pesona Imlek Tahun Ular Kayu 2025 Bersama ARYADUTA Palembang

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

28 Januari 2025 11:05

Dorong Transformasi AI di Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison dan AIonOS Jalin Sinergi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar