Hamas Serukan Aksi Tegas Internasional, Kecam Pengusiran Paksa Israel atas Rakyat Palestina di Yerikho

Editor: Muhammad Faizin

25 Jan 2026 08:21

Headline

Thumbnail Hamas Serukan Aksi Tegas Internasional, Kecam Pengusiran Paksa Israel atas Rakyat Palestina di Yerikho
Pejabat senior Hamas, Mahmoud Mardawi, saat menyampaikan keterangan pers mengecam pengusiran warga Palestina oleh Israel di Jerikho. (Palestinian Info)

KETIK, JAKARTA – Di tengah klaim Presiden AS, Donald Trump atas lembaga bentukannya, Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian di Gaza, kekerasan Israel atas rakyat Palestina masih terus terjadi. Dalam beberapa hari terakhir, Israel dilaporkan melakukan serangkaian pengusiran paksa terhadap warga Palestina di wilayah al-Auja, Yerikho.

Sedikitnya 15 keluarga Palestina dari kota berpenduduk sekitar 25 ribu orang yang terdiri dari warga Arab dan Yahudi Israel tersebut. Warga Palestina itu dilaporkan dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka oleh otoritas pendudukan Israel sehingga menambah daftar panjang keluarga yang terusir dari kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Yerikho -salah satu kota tertua di dunia- berada di kawasan Tepi Barat yang dikontrol oleh kelompok Fatah, rival politik Hamas dalam sistem politik Palestina. 

Pengusiran warga Palestina ini menimbulkan kecaman keras dari Hamas. Pejabat senior Hamas, Mahmoud Mardawi, menyatakan bahwa pengusiran terbaru ini bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari pola sistematis yang bertujuan mengosongkan wilayah Palestina dari penduduk aslinya.

Baca Juga:
Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Menurut Mardawi, sebelum pengusiran terbaru ini, sekitar 94 keluarga Palestina telah lebih dahulu dipaksa meninggalkan al-Auja, menjadikan komunitas tersebut semakin terancam hilang sepenuhnya.

Mardawi menuduh Israel menjalankan berbagai cara terkoordinasi untuk mendorong warga Palestina keluar dari tanah mereka. Cara-cara tersebut, menurutnya, meliputi intimidasi langsung terhadap warga, perluasan pos permukiman ilegal, serta penghancuran rumah, lahan, dan sumber penghidupan masyarakat setempat.

"Praktik ini jelas merupakan genosida dan pembersihan etnis yang menargetkan komunitas Palestina di Tepi Barat," tegas Mardawi seperti dikutip dari Palestinian Info, Minggu, 25 Januari 2026. 

Ia menambahkan bahwa tekanan yang dialami warga tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis dan ekonomi, sehingga banyak keluarga terpaksa pergi karena tidak lagi mampu bertahan. Situasi ini dinilai mempercepat perubahan demografi wilayah Yerikho dan sekitarnya, sejalan dengan kepentingan perluasan permukiman Israel.

Baca Juga:
Hadirkan Opic, Konser Kemanusiaan LMI Galang Kepedulian untuk Palestina di UM

Dalam pernyataannya, Mardawi juga menyoroti pembiaran komunitas internasional terhadap apa yang terjadi di lapangan. Ia menyerukan agar negara-negara dan lembaga internasional tidak hanya mengeluarkan pernyataan keprihatinan, tetapi mengambil langkah nyata dan efektif untuk menghentikan pengusiran paksa serta ekspansi permukiman yang dinilai melanggar hukum internasional.

Menurutnya, tanpa tekanan politik dan hukum yang serius, kebijakan pengusiran akan terus berlanjut dan semakin banyak keluarga Palestina kehilangan rumah serta tanah mereka. Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil Palestina merupakan tanggung jawab moral dan hukum masyarakat internasional.

Pengusiran di al-Auja, Yerikho, menjadi cerminan dari meningkatnya ketegangan dan pelanggaran hak asasi manusia di Tepi Barat. Bagi warga yang terdampak, kehilangan rumah bukan sekadar kehilangan tempat tinggal, melainkan juga hilangnya akar kehidupan, sejarah, dan masa depan mereka di tanah sendiri.

Baca Sebelumnya

GOW Situbondo Salurkan Bantuan dan Bantu Bungkuskan Nasi di Posko Dapur Umum Kecamatan Besuki

Baca Selanjutnya

Alun-Alun Jayandaru Sidoarjo Di-Launching 27 Januari, Mulai Car Free Day 1 Februari

Tags:

Israel Palestina Tepi Barat gaza Hamas Jerikho

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar