Hakim PN Palembang Vonis Mati Tiga Pelaku Pengecor Mayat Tukang Koperasi

Jurnalis: Mahendra Putra
Editor: M. Rifat

26 Feb 2025 08:02

Thumbnail Hakim PN Palembang Vonis Mati Tiga Pelaku Pengecor Mayat Tukang Koperasi
Tiga terdakwa kasus pembunuhan dan pengecoran mayat tukang koperasi saat menjalani sidang dengan agenda vonis di PN Palembang, Selasa (25/02/2025). (Foto: M Mahendra Putra/Ketik.co.id)

KETIK, PALEMBANG – Tiga terdakwa kasus pembunuhan dengan korban Anton Eka Putra, pegawai koperasi yang mayatnya dicor dan disemen di Kota Palembang divonis hukuman mati.

Ketiga terdakwa yakni Antoni, Pongki Saputra dan Kelpfio Firmansyah.

Vonis terhadap para terdakwa disampaikan Ketua Majelis Hakim, Raden Zainal Arief SH MH, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (25/2/2025).

Vonis yang diberikan Majelis Hakim, sama atau konfirm dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga:
Skandal KUR Fiktif Bank Sumsel Babel Semendo, 6 Terdakwa Disidang di Tipikor Palembang

Sebelum membacakan amar putusan, majelis hakim terlebih dahulu menyampaikan hal-hal memberatkan dan meringankan.

Hal-hal memberatkan, bahwa perbuatan para terdakwa mengakibatkan korban Anton Eka Saputra meninggal dunia, serta perbuatan para terdakwa sadis dan kejam. Sedangkan hal-hal yang meringankan tidak ada.

Sehingga, atas perbuatan para terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana mereka yang melakukan, atau turut serta melakukan pembunuhan berencana, melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP.

“Mengadali dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa l Antoni, terdakwa ll Pongki Saputra dan terdakwa lll Kelpfio Firmansya, dengan masing-masing pidana mati,” tegas Hakim Ketua, Raden Zainal Arief SH MH saat membacakan amar putusan.

Baca Juga:
Crazy Rich OKI Diseret Kasus TPPU Narkotika, Jaksa Tuntut 5 Tahun Penjara dan Sita Aset Puluhan Miliar

Sementara itu, tim kuasa hukum ketiga terdakwa dari Posbakum Palembang, Supendi SH MH, saat dikonfirmasi mengatakan terhadap putusan dari majelis hakim tersebut pihaknya menyatakan banding.

“Terhadap putusan tersebut, kami sepakat bersama terdakwa menyatakan sikap untuk banding,” tegasnya.

Diketahui, untuk modus yang dilakukan para terdakwa berdasarkan dakwaan JPU adalah, terkait kesalnya terdakwa Antoni yang meminjam uang kepada korban sebesar Rp5 juta.

Karena usaha yang sedang dijalani terdakwa sedang sepi, sehingga terjadinya macet pembayaran. Yang membuat terdakwa kesal, adalah ketika mengetahui utangnya yang terus mengalami kenaikan bunga dengan begitu besar, sehingga total utang terdakwa kepada korban menjadi Rp24 juta.

Kerena kesal terhadap korban, lantaran bunga utangnya terus membengkak, membuat terdakwa merencanakan pembunuhan terhadap korban dengan mengajak dua terdakwa lainnya, Pongki dan Kelpfio.

Akhirnya Terdakwa Antoni mengajak dua terdakwa lainnya untuk melakukan pembunuhan terhadap korban, dengan cara memukul dengan kunci pas dan menjerat leher korban menggunakan seling.

Setelah itu para terdakwa mengubur jasad korban di belakang ruko Distro Anti Mahal Kota Palembang dengan cara di cor menggunakan semen.(**)

Baca Sebelumnya

Duh! Tak Kapok Dipenjara, Pria di Pekalongan Kembali Diciduk Polisi Gara-Gara Bawa Sabu

Baca Selanjutnya

Gandeng Bagian Perekonomian Setda Sleman, Dinkes Gelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan BLUD

Tags:

#palembangviral #mayatdicor Mayat Dicor pembunuhan kota palembang PN Palembang Pengadilan Negeri Palembang

Berita lainnya oleh Mahendra Putra

Praperadilan Dikabulkan, PN Palembang Batalkan Status Tersangka Darmanto Effendi dalam Kasus KDRT

10 Mei 2025 06:55

Praperadilan Dikabulkan, PN Palembang Batalkan Status Tersangka Darmanto Effendi dalam Kasus KDRT

Bondong-Bondong ke PN Palembang, Keluarga Korban Pembunuhan Elza Ariesta Desak Terdakwan Dihukum Seberat-beratnya

9 Mei 2025 10:05

Bondong-Bondong ke PN Palembang, Keluarga Korban Pembunuhan Elza Ariesta Desak Terdakwan Dihukum Seberat-beratnya

Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, Datuk Penganiaya Dokter Koas Palembang Divonis 2 Tahun Penjara

9 Mei 2025 09:42

Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa, Datuk Penganiaya Dokter Koas Palembang Divonis 2 Tahun Penjara

Pra Peradilan Mantan Wakil Wali Kota Palembang Kandas di Meja Hijau

9 Mei 2025 04:03

Pra Peradilan Mantan Wakil Wali Kota Palembang Kandas di Meja Hijau

Sidang Penganiayaan Dokter Koas di Palembang: Jaksa Tuntut 4 Tahun Penjara

30 April 2025 13:57

Sidang Penganiayaan Dokter Koas di Palembang: Jaksa Tuntut 4 Tahun Penjara

Kisah Sukses 'King's Seafood' Raja Restoran Hindangan Laut Palembang

25 April 2025 07:52

Kisah Sukses 'King's Seafood' Raja Restoran Hindangan Laut Palembang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar