Hadiri Rakernas Pergunu dan JKSN Bersama Menko Polkam, Ini Harapan Gubernur Khofifah

Jurnalis: Michelle Gabriela
Editor: Mustopa

15 Feb 2026 15:13

Thumbnail Hadiri Rakernas Pergunu dan JKSN Bersama Menko Polkam, Ini Harapan Gubernur Khofifah
Pembukaan Rakernas Pergunu dan JKSN yang dirangkaikan dengan peresmian Kantor Pusat JKSN, dan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Djamari Chaniago, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, serta Ketua Umum JKSN KH Asep Saifuddin Chalim pada Sabtu, 14 Februari 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) yang dirangkaikan dengan peresmian gedung Kantor Pusat JKSN pada Sabtu, 14 Februari 2026.

Acara tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Djamari Chaniago, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, serta Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, dan diikuti oleh para alim ulama dari berbagai daerah di Indonesia.

Gubernur Khofifah secara khusus menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakernas Pergunu dan JKSN tersebut. Ia juga menaruh harapan agar peresmian Kantor Pusat JKSN dapat memberikan manfaat luas serta menjadikan jaringan kiai santri sebagai kekuatan penyejuk bagi bangsa.

"Ini luar biasa. Ini adalah jaringan santri dan kiai Indonesia. Tentu kita berharap bahwa ini akan jadi rumah besar yang menyejukkan. Karena para ulama senantiasa menjadi penyejuk, pendamai, dan referensi kehidupan dengan penuh kebaikan," ujarnya.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025

Menurut Gubernur Khofifah, cita-cita menjadi penyejuk bangsa harus diawali dari komitmen seluruh anggota. Baik santri, kiai, maupun ulama perlu memiliki tekad kuat untuk menjadikan Islam sebagai rahmatan lil 'alamin.

"Di JKSN kita bersama tentu punya komitmen bagaimana ini menjadi rumah besar yang menyejukkan untuk semua pihak. Bagaimana dari sisi pikiran, kita punya global mindset. Tetapi dari sisi kebijakan, antara local wisdom dan global mindset," terangnya.

"Ini mestinya terbangun pada posisi karakter akhlakul karimah. Insyaallah, ini akan menjadi bagian kekuatan. Di mana saja, karakter ini akan menjadi pilar penguat negara," lanjut Gubernur Khofifah.

Kepada Menko Djamari serta para ulama dari luar Jawa Timur, mantan Menteri Sosial RI itu menyampaikan sambutan hangat. Ia mengingatkan bahwa mereka hadir di Tanah Majapahit, wilayah yang menjadi tempat lahirnya semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

"Selamat datang. Ini bumi yang membawa dan menyemai kehidupan Bhinneka Tunggal Ika. Di mana kita harus bersatu padu menyatukan pikiran dan gerakan kita. Mudah-mudahan ini menjadi satu poin yang baik untuk bisa mengukuhkan bagaimana JKSN menjadi rumah besar yang menyejukkan," pungkas Gubernur Khofifah.

Sementara itu, Menko Djamari mengisi kehadirannya dengan mengulas kembali peran heroik santri dan ulama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia mengingatkan kontribusi KH Hasyim Asy'ari yang memprakarsai perlawanan hingga memicu peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

"Inilah yang kita rayakan setiap 10 November sebagai Hari Pahlawan. Semuanya bermula di Jawa Timur. Oleh karena itu, nyala api itu sampai redup. Harusnya semakin membesar, agar kita bisa mengabdi sepenuhnya kepada bangsa ini," ujarnya.

"Matahari saja munculnya di timur. Apa salahnya kalau kita mulai membangun pulau Jawa mulainya dari Jawa Timur. Kemudian baru kita bangun Indonesia. Ini yang sebenarnya harus kita pahami," lanjut Menko Djamari.

Ketua Umum JKSN sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim menegaskan peran strategis pesantren dalam sejarah pendidikan dan perjuangan bangsa. Sejak awal, pesantren telah menjadi pusat pembentukan karakter, pemersatu umat, sekaligus basis perlawanan terhadap penjajahan.

"Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memberikan layanan pendidikannya pertama di Indonesia. Di saat-saat belum ada layanan pendidikan, pondok pesantren telah menjalankan pendidikan, dan pondok-pondok pesantren menjadi sentral perjuangan melawan penjajah di mana-mana," ujarnya.

KH Asep Saifuddin Chalim juga menjelaskan bahwa lahirnya organisasi ulama berangkat dari komitmen menjaga persatuan serta nilai Islam yang moderat. Dengan demikian, tercipta tatanan keislaman yang inklusif di tengah masyarakat.

"Tujuannya jelas dua, yaitu memelihara dan mengembangkan di Indonesia ini faham Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan Indonesia merdeka. Maka, kita harus mentransformasi orientasi kita dari Indonesia merdeka menjadi keberhasilan cita-cita luhur kemerdekaan. Yaitu terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Sambut Ramadan, 260 Anak Yatim Terima Santunan dari MPC PP Kota Batu

Baca Selanjutnya

Tinjau Lanud Abd Saleh Malang, Menkopolkam Djamari Chaniago Pastikan Alutsista dan Personel Siap Operasi

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Pergunu JKSN Rakernas Menko Polkam Kyai Santri Jawa timur

Berita lainnya oleh Michelle Gabriela

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim  Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

17 Maret 2026 10:32

Jelang Lebaran! Kalaksa BPBD Jatim Ikut Terbang Lakukan OMC Antisipasi Cuaca Ekstrem

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

16 Maret 2026 12:25

Jessie Buckley dan Michael B. Jordan Raih Aktris dan Aktor Terbaik di Oscar 2026

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

13 Maret 2026 15:00

Wa Ode Herlina Haru Hadiri Pondok Ramadan Rumah Sakinah, Soroti Nasib Perempuan Rentan

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

12 Maret 2026 11:40

Komisi C DPRD Jatim Ditunjuk Bahas Raperda Penyertaan Modal

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

10 Maret 2026 14:07

Penguatan Ekonomi Warga, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah dan Salurkan Bansos di Nganjuk

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

7 Maret 2026 13:44

Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok Terjaga

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda