KETIK, TULUNGAGUNG – Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., memetik pesan tentang pengabdian dari lakon "Damarwulan Ngawula" yang dipentaskan dalam Pagelaran Seni Jemblung Campursari Sekar Mekar Picisan Sendang di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung, Sabtu malam, 19 September 2026.
Pagelaran tersebut berlangsung dalam suasana kebudayaan dan dihadiri jajaran tokoh penting, pejabat daerah, budayawan, pengurus DPD Partai Golkar Tulungagung, seniman, serta masyarakat.
Lakon "Damarwulan Ngawula" mengisahkan perjalanan Damarwulan yang memulai pengabdiannya dari kondisi sederhana sebagai seorang abdi pemelihara kuda.
Meski sempat diremehkan, Damarwulan digambarkan memiliki keberanian, kecerdasan, dan keteguhan hati.
Dalam cerita tersebut, Damarwulan kemudian menghadapi tugas berat ketika Kerajaan Majapahit mendapat ancaman dari Minak Jinggo, Adipati Blambangan.
Baca Juga:
Banjir Hadiah hingga Aksi Sosial Meriahkan Jalan Sehat Hari Ke-79 Koperasi di Tulungagung, Ini Pesan Plt. BupatiMelalui pengabdian, pengorbanan, dan kesetiaannya kepada negara, Damarwulan akhirnya mampu menyelamatkan Majapahit dari ancaman tersebut.
Makna pengabdian dalam lakon tersebut menjadi perhatian Plt. Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin.
Ia mengatakan kata "ngawula" memiliki arti mengabdi dan nilai tersebut relevan dengan tugas berbagai pihak dalam membangun daerah.
"Kata ngawula itu artinya mengabdi. Kita semua yang hadir di sini, baik pimpinan daerah, pengurus partai, maupun para seniman, memiliki tugas yang sama yaitu mengabdi kepada bangsa dan masyarakat. Mengabdi untuk membangun Kabupaten Tulungagung secara bersama-sama," ujar H. Ahmad Baharudin.
Baca Juga:
Lomba Seni Cethe Polres Tulungagung Cup 2026 Jadi Ruang Pelestarian Budaya dan Guyub Warga NgunutMenurutnya, pertunjukan Wayang Jemblung tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Pagelaran tersebut juga mengandung pesan moral, keharmonisan, serta nilai kehidupan.
Pagelaran tersebut turut dihadiri Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Tulungagung Jairi Irawan, S.Hum., M.A.P., Mayjen TNI (Purn.) Hari Yuwono, S.I.P., M.M., Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Tulungagung, jajaran pengurus pleno, Ketua PK, Ketua PD, anggota fraksi DPD Partai Golkar Tulungagung, Ki Dalang Muslan, serta tamu undangan dan masyarakat.
Budayawan Hari Yuwono dalam kesempatan tersebut juga menekankan pentingnya kebudayaan dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, kebudayaan menjadi landasan dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa.
"Kebudayaan adalah hal yang pokok. Berpolitik, berekonomi, hingga menjaga keamanan harus selalu berlandaskan kebudayaan sebagai jati diri manusia Indonesia," jelas Hari Yuwono.
Sementara itu, Jairi Irawan mengatakan Pagelaran Seni Jemblung Campursari Sekar Mekar Picisan Sendang merupakan agenda rutin yang digelar setiap tiga bulan sekali di Kantor DPD Partai Golkar Tulungagung.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan gedung partai sebagai tempat penyampaian aspirasi, pusat informasi publik, serta ruang berekspresi bagi para seniman lokal.
Melalui pagelaran seni tradisional dari Picisan, Kecamatan Sendang, tersebut, semangat kesatuan, nilai kebudayaan, dan regenerasi seni tradisi di Kabupaten Tulungagung diharapkan terus terpelihara.(*)