KETIK, MALANG – Perwakilan Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) Papua Raya mengikuti forum nasional Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia yang digelar di Universitas Brawijaya, tepatnya di Ruang Pertemuan Fakultas Ilmu Administrasi, Kamis, 7 Mei 2026.
Salah satu perwakilan, Ahmad Syayuti Qasmin, mengaku antusias mengikuti forum tersebut. Ia menyebut keikutsertaannya sebagai pengalaman nasional pertama sejak bergabung dengan Lembaga Dakwah Kampus (LDK), sekaligus kesempatan untuk terlibat dalam sejumlah agenda penting.
“Ini kegiatan nasional pertama sejak saya bergabung di LDK, jadi sangat antusias untuk ikut. Apalagi ada agenda seperti launching buku dan ikatan alumni pertama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Puskomda Papua Raya merupakan salah satu dari 37 Puskomda yang berada di bawah naungan FSLDK Indonesia. Dalam forum tersebut, perwakilan Papua Raya hadir bersama beberapa peserta lainnya.
Selama kegiatan berlangsung, Ahmad menilai forum berjalan menarik karena dihadiri berbagai tokoh penting, baik dari lingkungan kampus maupun pemerintah daerah. Ia juga menyoroti kehadiran perwakilan pemerintah yang turut membuka kegiatan, serta penyampaian materi dari Menteri Ketenagakerjaan.
Baca Juga:
Beri Kuliah Umum di PAMU, LaNyalla Singgung Ancaman Hedonisme dan Pudarnya Nilai Budaya BangsaMenurutnya, salah satu materi yang paling berkesan adalah pembahasan mengenai growth mindset yang mendorong peserta untuk terus meningkatkan kemampuan diri.
“Penyampaiannya cukup menarik, terutama terkait growth mindset. Itu mengingatkan kita untuk lebih giat belajar dan mempelajari hal-hal baru agar bisa terus bertumbuh dan menjadi manusia yang bermanfaat,” jelasnya.
Ia berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus dibagikan kepada rekan-rekan lain yang belum berkesempatan hadir langsung.
“Insya Allah akan saya terapkan dan sampaikan ke teman-teman yang belum hadir langsung,” tambahnya.
Baca Juga:
Fraksi PKB Kota Malang Terima Sambatan Wali Murid, Dorong Aturan Tegas soal Iuran SekolahSelain materi, Ahmad juga mengaku mendapatkan kesan positif karena dapat bertemu peserta dari berbagai latar belakang daerah di Indonesia. Ia menilai keberagaman tersebut menjadi pengalaman berharga dalam forum nasional ini.
“Kesan saya sangat bahagia bisa bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Pesan saya, kita harus tetap menjaga persatuan dan persaudaraan meskipun berbeda-beda, karena kita tetap satu dalam Indonesia,” ujarnya. (*)