KETIK, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi curah hujan tinggi pada akhir 2026. Berbagai infrastruktur pengendali air diperkuat untuk mengurangi risiko banjir dan genangan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Dikutip dari akun Instagram Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, @dsdabmsby, Rabu, 30 September 2026, langkah antisipasi dilakukan melalui pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas pengendali air.
Berikut sejumlah langkah yang dilakukan Pemkot Surabaya:
1. Membangun dan memperkuat saluran air
Pemkot Surabaya membangun saluran air di sejumlah titik untuk mengurangi konsentrasi aliran air pada satu lokasi. Penanganan tidak hanya dilakukan pada saluran di ruas jalan, tetapi juga dengan memperkuat konektivitas antarsumber aliran air.
Baca Juga:
Perbaiki Infrastruktur Jalan Pucang, DSA Mulai Tata Infrastruktur SurabayaPembangunan saluran tersebut tersebar di 180 lokasi dengan total panjang sekitar 51,27 kilometer.
2. Menambah dan memperdalam bozem
Selain saluran, Pemkot Surabaya membangun bozem yang berfungsi sebagai tempat penampungan dan pengendalian air.
Untuk meningkatkan kapasitas tampung, pendalaman bozem dilakukan setiap tahun dengan mengangkat sedimen sekitar 1–2 meter.
Baca Juga:
Siap Hadapi Musim Hujan! Dinas SDA Normalisasi Sungai di SurabayaSejumlah bozem baru yang dibangun antara lain berada di Tanjungsari, Jugruk Regosari, Tambak Mayor, Semanggi Dupak, Medokan Ayu, serta Margomulyo sisi barat dan timur.
3. Menambah rumah pompa
Pemkot Surabaya juga mengandalkan rumah pompa untuk mempercepat aliran air menuju saluran primer, seperti bozem maupun sungai.
Rumah pompa berfungsi mendorong aliran air dari saluran penghubung sehingga dapat lebih cepat dialirkan menuju saluran utama. Rata-rata kapasitas pompa mencapai sekitar 3 meter kubik per detik.
Saat ini terdapat lebih dari 80 rumah pompa yang menjadi bagian dari sistem pengendalian air di Surabaya. Pemkot berencana menambah jumlah rumah pompa untuk memperkuat sistem tersebut.
4. Normalisasi sungai
Normalisasi sungai menjadi langkah lain yang dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengurangi risiko genangan.
Pekerjaan normalisasi tidak hanya berupa pengerukan, tetapi juga pengangkatan sampah dan material yang menghambat aliran sungai.
Hingga Agustus 2026, Pemkot Surabaya telah melakukan normalisasi sungai di 964 titik. Pekerjaan dilakukan menggunakan alat berat maupun secara manual oleh satuan tugas.
Masyarakat Diminta Ikut Menjaga Saluran
Selain memperkuat infrastruktur, Pemkot Surabaya mengajak masyarakat ikut berperan dalam menghadapi musim hujan.
Warga diimbau menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan. Langkah tersebut diperlukan agar saluran, sungai, bozem, dan rumah pompa dapat berfungsi secara optimal dalam mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi.