KETIK, SURABAYA – Gunung Raung mengalami erupsi pada Selasa 24 Desember 2024. Merespons itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk evakuasi warga.
Pj Gubernur Adhy Karyono mengatakan, evakuasi ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya korban jiwa dampak bencana erupsi.
"Kami meminta masyarakat yang ada di dekat dengan puncak Gunung Raung untuk segera turun dan evakuasi," terang Adhy, Selasa, 24 Desember 2024.
Adhy mengaku jika Pemprov Jatim sudah memiliki sistem penanggulangan bencana untuk mengantisipasi terjadinya korban jiwa.
Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia"Sudah kami siapkan tempat-tempat evakuasi warga di kawasan yang lebih aman," ucapnya.
Adhy mengaku jika Kabupaten Banyuwangi akan disiapkan untuk evakuasi warga sekitar puncak Gunung Raung.
"Yang terdekat untuk evakuasi hanya Banyuwangi," jelasnya.
Selain itu, Pemprov Jatim juga sudah berkoordinasi dengan Angkasa Pura 1 terkait penerbangan yang mengarah melewati Gunung Raung.
Baca Juga:
PWNU Jatim Gagas Gerakan “NUConomic”, Strategi Baru Bangkitkan Ekonomi Warga NU di Abad Kedua"Untuk penerbangan sudah melakukan koordinasi, terlebih penerbangan ke arah Bali," ucap Adhy.
Sebelumnya, tercatat erupsi Gunung Raung telah terjadi sebanyak lima kali pada pukul 09.30 WIB hingga 12.10 WIB. Berdasakan pengamatan petugas Pos Pengamatan Gunung Raung mencatat erupsi pertama gunung yang memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) terjadi pada pukul 09.30 WIB dan tinggi kolom letusan teramati sekitar 2.000 meter di atas puncak atau 5.332 mdpl. (*)