Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik Senilai Rp69,7 Miliar

6 Maret 2026 17:30 6 Mar 2026 17:30

Thumbnail Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 51 Sekolah di Lamongan dan Gresik Senilai Rp69,7 Miliar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana 51 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di wilayah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik. Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Lamongan, Pada Rabu, 04 Maret 2025. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan rehabilitasi dan revitalisasi sarana prasarana 51 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik.

Peresmian dipusatkan di SMAN 2 Lamongan pada Rabu, 4 Maret 2026, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti secara simbolis.

Prasasti tersebut nantinya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas yang telah direhabilitasi dan direvitalisasi.

Khofifah menegaskan bahwa prasasti tersebut bukan sekadar penanda pembangunan fisik, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun.

“Kenapa kita perlu melakukan peresmian seperti ini meskipun formatnya sederhana, karena kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia juga meminta para kepala sekolah untuk melakukan monitoring dan pengawasan terhadap fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Monitoring dan kontroling bapak Ibu sekalian terutama para kepala sekolah, saya mohon apa yang sudah kita lakukan, sudah dibangun dan sudah saya tanda tangani prasastinya mohon dijaga sekaligus penguatan daya dukung lingkungan sekolah,” imbuh Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyoroti persoalan kebersihan toilet sekolah yang kerap dianggap remeh. Padahal menurutnya, kebersihan merupakan bagian penting dari pola hidup sehat.

Ia menyebutkan bahwa saat kegiatan retret di Magelang, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan toilet di sekolah.

“Langsung saya dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim mencari role model sekolah-sekolah yang toiletnya bersih dan terpelihara dengan baik. Jadi ini perlu kebersamaan kita menjaga bagaimana kebersihan diikuti dengan pemeliharaan yang baik,” katanya.

Menurut Khofifah, revitalisasi dan rehabilitasi sekolah akan memberikan dampak positif bagi siswa karena proses menuntut ilmu menjadi pintu pembuka peningkatan derajat sekaligus memberi manfaat bagi perkembangan masyarakat, bangsa, dan negara.

“Ilmu akan menjadi pintu pembuka bagi semua kemajuan yang ingin dicapai,” tegasnya.

Selain pembangunan fisik, wilayah Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Hingga saat ini program tersebut telah diterapkan di 75 sekolah, terdiri atas 60 sekolah di Kabupaten Gresik dan 15 sekolah di Kabupaten Lamongan.

“Khusus Kabupaten Lamongan masih banyak yang perlu memang harus kita masuk agar mudah-mudahan program SIKAP di sekolah-sekolah Lamongan seimbang dengan jumlah dan luas lahan yang dimiliki masing-masing sekolah,” tuturnya.

Melalui program ini, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembelajaran kemandirian dalam ketahanan pangan. Berbagai komoditas yang dikembangkan antara lain sayuran seperti cabai, tomat, terong, mentimun, dan kangkung, buah-buahan seperti jambu, pepaya, dan pisang, serta tanaman pangan seperti jagung dan ketela. Selain itu, terdapat pula kegiatan peternakan dan perikanan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa rehabilitasi dan revitalisasi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

“Dukungan Ibu Gubernur kami optimis pendidikan Jawa Timur terus berkembang melahirkan generasi emas yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ungkapnya.

Berdasarkan data pelaksanaan program revitalisasi dan rehabilitasi di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik, terdapat 51 satuan pendidikan yang mendapatkan program pembangunan dengan total anggaran Rp69.704.570.000.

Di Kabupaten Lamongan, program revitalisasi dilaksanakan di 32 satuan pendidikan yang terdiri dari 19 SMA dengan anggaran Rp19,36 miliar, 13 SMK dengan anggaran Rp22,13 miliar, dan 1 SLB dengan anggaran Rp796 juta, dengan total anggaran Rp42,29 miliar.

Sementara di Kabupaten Gresik, program revitalisasi dilaksanakan di 19 satuan pendidikan yang terdiri dari 10 SMA dengan anggaran Rp8,6 miliar dan 9 SMK dengan anggaran Rp19,33 miliar, dengan total anggaran Rp27,4 miliar.

Berbagai pekerjaan dalam program tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan ruang kelas, laboratorium komputer dan IPA, ruang administrasi, perpustakaan, toilet serta fasilitas sanitasi sekolah.

Selain itu juga dilakukan pembangunan ruang kelas baru, ruang laboratorium, ruang BK, ruang UKS, ruang OSIS, hingga ruang praktik siswa di SMK seperti teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, desain komunikasi visual, serta bisnis digital.

Bupati Lamongan Yuhronur Effendi menyambut baik program tersebut dan menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Ia menyebutkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan telah mencapai 76,8, berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur.

“Kami berprinsip tidak boleh ada anak Lamongan yang tidak sekolah. Salah satunya melalui program beasiswa bernama Perintis yang mana mulai SD hingga perguruan tinggi sebanyak 8 ribu anak telah dibiayai pendidikannya,” ungkapnya.

Usai peresmian, Gubernur Khofifah bersama Bupati Yuhronur dan Kepala Dinas Pendidikan Aries menyerahkan bantuan sembako kepada 15 petugas kebersihan dan keamanan sekolah serta bantuan pendidikan kepada 20 siswa prasejahtera masing-masing senilai Rp1 juta beserta sepatu sekolah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Rehabilitasi Revatilisasi peresmian