Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Perdana di 2026! Transaksi Jatim-Jateng Tembus Rp 3,1 Triliun

Jurnalis: Martudji
Editor: Fiqih Arfani

30 Jan 2026 10:58

Thumbnail Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang Perdana di 2026! Transaksi Jatim-Jateng Tembus Rp 3,1 Triliun
Pemprov Jatim dan Jateng tandatangani sejumlah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar-OPD serta organisasi dunia usaha dari keduanya (Foto: Biro Adpim Pemprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Perdana Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah di Semarang, Kamis, 29 Januari 2026.

Di Misi Dagang Jatim-Jateng ini total komitmen transaksi sebesar Rp3.152.408.358.000.

Hadir dan menyaksikan acara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim dan Jateng, HIPMI Jatim dan Jateng, Kadin Jatim dan Jateng, IWAPI Jatim dan Jateng, REI Jatim dan Jateng, Gekrarfs Jatim dan Jateng. 

“Jawa Timur membutuhkan produk dari Jawa Tengah, demikian pula sebaliknya. Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WIB nilai transaksi telah menembus Rp3,152 triliun lebih,” ujarnya.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

Dijelaskan, transaksi tersebut terdiri atas Jatim Jual sebesar Rp2.759.547.585.000, Jatim Beli Rp296.860.773.000, dan Jatim Investasi sebesar Rp96.000.000.000.

Jatim mencatatkan penjualan untuk produk rokok, beras, kopi, tetes/molasses, pakan Ikan dan Udang, benih tebu, surimi, daging ayam dan sapi, produk olahan daging ayam dan sapi, susu, gula kristal putih, DOC, Fillet Dori dan Aneka Seafood, Sapi Ternak, Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jagung, Produk Tekstil, Veneer, Ikan Bandeng Asap, Benih Jagung Hibrida, Udang dan Kulit Ikan, dan Pupuk Organik Cair.

Di skema Jatim Beli, Jawa Timur melakukan pembelian Kayu Bulat, Telur Ikan, Karung, Cengkeh, Tembakau, Katul, Minuman Botanical Seduh, Sambal Pecel, Botol Plastik, Biji Carica, Tepung Tapioka, Tas Anyam, dan Gula Merah Tebu dari Jawa Tengah.

Pola transaksi dua arah ini memperkuat integrasi pasar domestik sekaligus mengoptimalkan muatan berangkat dan muatan balik antarwilayah. Untuk Jatim investasi yaitu pembangunan perumahan.

Baca Juga:
Bismillah! Gubernur Khofifah Groundbreaking Jalur Lingkar Kaldera Tengger, Bromo Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

“Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Khofifah.

Masih kata Khofifah, misi dagang ini merupakan agenda perdana di tahun 2026, sekaligus kelanjutan dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempertemukan pelaku usaha dengan pasar yang lebih luas, memperkuat perdagangan dalam negeri, serta mendukung substitusi impor, khususnya dalam pemenuhan bahan baku industri.

“Misi dagang berkelanjutan ini menjadi instrumen penting untuk memfasilitasi pertemuan antara pelaku usaha penjual dan pembeli, baik melalui skema government to business maupun business to business, agar potensi kerja sama dan transaksi dapat terbangun secara lebih efektif,” ujarnya.

Dalam konteks penguatan kerja sama konkret tersebut, produk unggulan Jawa Timur yang mengalir ke Jawa Tengah didominasi sektor peternakan, pangan, industri pengolahan, perikanan, perkebunan hingga hasil kehutanan.

Komitmen 10 transaksi terbesar pada Misi Dagang kali ini tercatat pada kerja sama antara Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Jawa Timur dengan Asosiasi Pelaku Usaha Peternakan Jawa Tengah dengan nilai mencapai Rp1,13 triliun per tahun, meliputi penjualan daging unggas, daging sapi, susu, telur, olahan daging, DOC ayam, hingga ternak sapi.

Kerja sama strategis juga terjalin antara PT Sinergi Gula Nusantara (Jatim) dengan PT Citra Gemini Mulya (Jateng) untuk komoditas gula kristal putih senilai Rp300 miliar per tahun, serta kerja sama sektor industri hasil tembakau antara GAPERO Jawa Timur dengan PT TSPM Jawa Tengah senilai Rp192 miliar per tahun.

Di sektor perikanan dan pangan, transaksi tercatat produk olahan oleh PT Indo Lautan Makmur senilai Rp142,8 miliar per tahun, penjualan beras oleh CV Sumber Pangan Kediri senilai Rp126,5 miliar per tahun, serta pakan ikan dan udang oleh PT Matahari Sakti senilai Rp105,6 miliar per tahun.

Di skema muatan balik, Jatim juga melakukan pembelian kayu bulat dari Jawa Tengah melalui Perum Perhutani dengan nilai transaksi Rp60,22 miliar per tahun, yang mencerminkan pola perdagangan dua arah saling menguatkan.

Menurut Khofifah, pola perdagangan dua arah tersebut mencerminkan penguatan integrasi pasar domestik sekaligus optimalisasi distribusi barang kebutuhan pokok, barang penting, serta komoditas strategis antarwilayah.

“Kita semua sama-sama punya kekuatan dan kelemahan. Karena itu mari tumbuh bersama, berkembang bersama, maju bersama dan sejahtera bersama. Kuncinya adalah sinergi dan kolaborasi yang terus dikuatkan,” tuturnya.

Khofifah menyebut penguatan perdagangan antarwilayah merupakan bagian dari strategi besar Jawa Timur dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.

Di Triwulan III-2025, perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,22 persen (y-on-y), lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,04 persen.

Dengan nilai PDRB ADHB mencapai Rp 867,39 triliun, Jawa Timur berkontribusi 14,54 persen terhadap PDB nasional dan 25,65 persen terhadap PDRB Pulau Jawa.

Struktur perekonomian Jawa Timur ditopang oleh sektor industri pengolahan sebesar 31,16 persen, sektor perdagangan 18,31 persen, serta sektor pertanian 11,98 persen, sementara sektor lainnya menyumbang 38,55 persen.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia, Jatim mencatat surplus perdagangan antarwilayah terbesar nasional sebesar R 209 triliun. Hingga Triwulan III-2025, total ekspor Jatim mencapai Rp1.234,16 triliun dan impor Rp1.055,42 triliun, sehingga neraca perdagangan Jawa Timur mencatat surplus Rp178,74 triliun.

Total perdagangan Jawa Timur–Jawa Tengah tercatat sebesar Rp47,58 triliun, dengan nilai muat Jawa Timur ke Jawa Tengah sebesar Rp28,31 triliun dan nilai bongkar Rp19,26 triliun, sehingga Jawa Timur mencatat surplus perdagangan Rp9,05 triliun terhadap Jawa Tengah.

Sejak 2019 hingga Januari 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan 49 kali misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total nilai komitmen transaksi mencapai Rp30,52 triliun yang melibatkan 2.410 pelaku usaha Jawa Timur.

Selain itu, enam kali misi dagang luar negeri sejak 2022 hingga 2025 membukukan potensi transaksi sebesar Rp5,896 triliun. (*)

Baca Sebelumnya

Mulai Maret 2026, Mizuone Hadirkan Anjungan Air Minum di Tingkat RT Kota Malang

Baca Selanjutnya

Wajah Baru Alun-alun Merdeka Kota Malang Resmi Dibuka, Ketua PHRI: Siap Dongkrak Kunjungan Wisatawan

Tags:

Gubernur Jawa Timur Misi Dagang Jatim Jateng Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar-OPD Gubernur Khofifah miai dagang

Berita lainnya oleh Martudji

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

2 April 2026 10:30

Setelah Terbakar, Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Dipulihkan

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

1 April 2026 12:20

Kualitas SDM Terus Meningkat! Gubernur Khofifah: Jatim Terbanyak Lolos SNBP 7 Tahun Berturut-turut

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

31 Maret 2026 14:34

Gubernur Khofifah Ajak BPN Jatim Percepat Pemetaan LSD dan Sertifikasi Tanah, Jaga Lahan Pangan di Tengah Pesatnya Industri Jatim

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

30 Maret 2026 21:09

LKPJ Tahun Anggaran 2025! Gubernur Khofifah Beber Capaian Kinerja RKPD Jatim, Tembus 98,33 Persen

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

29 Maret 2026 11:27

Disaksikan Menteri LH, Gubernur Khofifah Teken Perjanjian Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik dengan 7 Bupati/Wali Kota

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

27 Maret 2026 21:06

Dihadiri Kepala BNPB, Gubernur Jatim dan BPBD Gelar Rakor Antisipasi Kekeringan dan Bencana Hidrometeorologi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar