KETIK, BANGKALAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin secara resmi memulai pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI di Wilayah Madura Tahun 2026.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan Bakti TNI Angkatan Darat untuk Rakyat di Alun-alun Kabupaten Bangkalan, Madura, pada Senin, 6 Juli 2026.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Pangdam V/Brawijaya beserta seluruh jajaran atas komitmen yang terus dibangun bersama pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kolaborasi selama ini menjadi bukti bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika seluruh elemen bangsa bergotong royong,” kata Gubernur Khofifah.

Kegiatan ini juga digagas sebagai wujud sinergi lintas sektor guna mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Madura.

Baca Juga:
Kolaborasi PemprovJatim-Kodam V/Brawijaya 2009-2025, Sudah Renovasi 154.399 Unit RTLH

“Ini luar biasa dari Karya Bakti Skala Besar TNI AD untuk Madura. Ini akan ketemu format bagaimana kita membangun sinergi, kolaborasi dan kegotong royongan semua lini, semua level, semua elemen. Terima kasih Pak Pangdam beserta seluruh jajaran,” tambahnya.

Gubernur Khofifah menyebut, dipilihnya Pulau Madura sebagai lokasi pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar tahun ini adalah untuk mempercepat pembangunan kawasan yang memiliki potensi besar, namun masih menghadapi tantangan pada sektor infrastruktur, permukiman, pelayanan dasar hingga kesejahteraan masyarakat. Ia optimis, program ini akan memberikan muliplier effect luas bagi kemajuan Pulau Madura. 

Menurut dia, percepatan pembangunan Madura tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, relawan hingga masyarakat.

“Ketika seluruh elemen bergerak bersama, pembangunan akan berlangsung lebih cepat, lebih merata, dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ucapnya.

Baca Juga:
Karya Bakti Skala Besar TNI di Madura! Apa Saja Program Kemanusiaan dan Fisik yang Dibangun?

Gubernur Khofifah mengajak seluruh pihak menjaga semangat gotong royong selama pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar agar seluruh program berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan tepat waktu.

Ia juga mengingatkan agar hasil pembangunan dipelihara dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudi Saladin menyampaikan pelaksanaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Wilayah Madura Tahun Anggaran 2026 merupakan wujud nyata pengabdian TNI kepada bangsa dan negara dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan. 

“Kami hadir membantu Pemerintah Daerah mengatasi kesulitan masyarakat dan mempercepat pembangunan. Tahun ini di Pulau Madura adalah bukti bahwa TNI dan rakyat bukan sekadar semboyan, tapi pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya. (*)