Gubernur Khofifah Lipat Gandakan Apresiasi untuk Seniman dan Juru Pelihara Cagar Budaya

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

22 Feb 2026 20:14

Thumbnail Gubernur Khofifah Lipat Gandakan Apresiasi untuk Seniman dan Juru Pelihara Cagar Budaya
Gubernur Khofifah menyerahkan apresiasi terhadap pelaku budaya dan tunjangan operasional kepada juru pelihara cagar budaya Jawa Timur, di Kota Malang, Minggu, 22 Februari 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan apresiasi kepada ratusan seniman dan pelaku budaya di Jawa Timur. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengumumkan kenaikan signifikan pada tunjangan kehormatan bagi para juru pelihara cagar budaya.

Apresiasi yang diberikan tahun ini meningkat dua kali lipat dibanding periode sebelumnya. Seniman dan pelaku budaya yang semula menerima Rp500.000, kini mendapatkan Rp1 juta. Kenaikan lebih besar menyasar tunjangan operasional juru pelihara cagar budaya, yang melonjak dari Rp550.000 menjadi Rp1,5 juta.

Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkomitmen dalam pemajuan kebudayaan, apalagi kesenian asal Jatim kini mulai disorot dunia internasional.

"Festival Panji ASEAN Countries sudah eksis dan rutin melakukan pertemuan anak-anak muda yang melestarikan budaya Panji," ujarnya, di Kota Malang, Minggu, 22 Februari 2026. 

Baca Juga:
Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

Kesuksesan pelestarian budaya terlihat nyata di Malang Raya, salah satunya melalui Sendratari Topeng Panji yang sukses memikat generasi Z. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim bahkan menggelar festival yang dibanjiri 2.000 penonton muda, pada Sabtu, 21 Februari 2026.

"Artinya bahwa napas budaya untuk bisa melestarikan seluruh wisdom dari proses transformasi budaya tetap bisa kita lakukan di tengah proses transformasi digital IT yang luar biasa," ujarnya. 

Selain memberikan tunjangan, Gubernur Khofifah juga menyerahkan sertifikat Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) kepada sejumlah kepala daerah. Ia mendorong para bupati dan wali kota untuk lebih proaktif melakukan digitalisasi dan penguatan manuskrip kebudayaan.

"Saya mohon para Bupati, Wali Kota, terus bisa menginventarisir seluruh Warisan Budaya Tak Benda yang ada di daerah masing-masing. Seperti tadi yang ternyata baru hari ini memperoleh Warisan Budaya Tak Benda itu adalah apresiasi dari Kementerian Kebudayaan RI, Nasi Boran, dan lainnya," katanya. 

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beri Bonus Rp1,845 Miliar, Atlet Paralimpik Jatim Sumbang 35 Medali di ASEAN Para Games 2025

Kepala Disbudpar Jatim, Evy Afianasari, merinci bahwa apresiasi tahun ini diberikan kepada 500 seniman, pelaku budaya, dan juru pelihara. Pada tahun 2025, Jatim mencatatkan prestasi gemilang dengan penetapan 46 WBTB baru.

"Kita mendorong kabupaten/kota untuk mencermati lagi warisan-warisan budaya yang memang khusus ada di daerah tersebut. Jadi tadi yang sudah ditetapkan memang berasal asli dari Jawa Timur. Itu merupakan Warisan Budaya Tak Benda Jawa Timur," jelas Evy.

Ia menargetkan di tahun 2026 ini semakin banyak daerah yang mengajukan WBTB. Mengingat pada 2025, Pemprov Jatim membawa 46 WBTB untuk diusulkan dan mendapatkan persetujuan seluruhnya. 

"Kenapa harus ditetapkan, agar ini tidak diganggu gugat sama pihak-pihak lain. Kesenian, tarian, kebudayaan, yang memang asli dari Jawa Timur itu seharusnya bisa ditetapkan jadi Warisan Budaya Tak Benda," tutupnya. (*)

Baca Sebelumnya

Respon Kasus di Tual, Ketua PMII Jatim: Lagi-lagi Polri Runtuhkan Trust Publik!

Baca Selanjutnya

Kwarcab Pramuka Buleleng Gelar Bakti Resik Serentak Bersihkan Pantai Pengastulan

Tags:

Juru Pelihara Cagar Budaya Seniman Pelaku budaya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Khofifah Gubernur Jawa Timur

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

19 April 2026 11:12

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

18 April 2026 18:16

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

18 April 2026 17:12

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

18 April 2026 15:52

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

17 April 2026 20:30

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend