KETIK, MOJOKERTO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra (Gus Barra) meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat, 18 September 2026.

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga pasar.

Kepala Desa Lengkong Nuroso mengatakan, pasar murah ini sengaja digelar oleh Pemdes bekerja sama dengan Pemkab Mojokerto dan Pemprov Jatim sebagai bentuk kepedulian terhadap warga.

"Tujuan utama kami adalah membantu warga mendapatkan sembako dengan harga di bawah harga pasar. Ini untuk menstabilkan harga dan meringankan beban ekonomi masyarakat," ucapnya di lokasi pasar murah Desa.

Pantauan di lapangan, ratusan warga tampak antusias menyerbu stand pasar murah yang menyediakan beras, minyak goreng, gula pasir, telur,daging ayam potong, bawang merah, bawang putih, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga subsidi.

Baca Juga:
Tangani Kekeringan, Gubernur Khofifah Salurkan Air Bersih hingga Upayakan Pengeboran Sumber Air di Sampang

Gubernur Khofifah dalam kesempatan itu mengapresiasi inisiatif Pemdes Lengkong. Menurutnya, pasar murah menjadi instrumen efektif untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Pasar murah ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan inflasi terjaga dan sembako tetap terjangkau," kata Khofifah.

Sementara itu, Tutut (45) salah satu warga Kedunglengkong sangat senang dengan digelarnya pasar murah di Desanya , Ia berharap agar kegiatan ini bisa berkekanjutan ridak hanya digelar pasar murah sekali tapi bisa dilaksanakan sebulan sekali.

"Kami senang dengan adanya pasar murah hari ini karena harganya dibawah harga pasaran dan alhamdulillah hari ini Ibu Gubernur berkenan hadir langsung bersama Gus Barra," jelasnya.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Dukung Pengembangan SIER, Dorong Kawasan Industri Semakin Kompetitif

Warga Desa Lengkong mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Warga lainnya, Eny (50), mengatakan selisih harga cukup signifikan dibanding di pasaran.

"Alhamdulillah murah, beras selisih 2 ribu per kilo. Sangat membantu kami," ungkapnya.

Kegiatan pasar murah ini berjalan tertib dan mendapat pengamanan dari perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.(*)