KETIK, PASURUAN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Pasar Murah untuk mengendalikan inflasi dan mendukung ketahanan pangan yang digelar di depan Kantor Kelurahan Mayangan, Kota Pasuruan dan Porong, Kabupaten Sidoarjo.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadir langusng pada kesempatan tersebut disambut hangat oleh warga yang telah mengantre sejak siang.
Gubernur Khofifah pun menyapa masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan pasar murah berjalan tertib sehingga seluruh warga dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah.
Pasar Murah di Kota Pasuruan ini merupakan pelaksanaan ke-91 dan di Porong ke-92. Tujuan utamanya yakni menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.
Berbagai komoditas pangan strategis dijual dengan harga di bawah harga pasar. Di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir dan Rp14.000 per kilogram.
Baca Juga:
Kebakaran Bromo, Dua Helikopter Water Bombing DikerahkanLalu, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp6.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Selain itu, masyarakat juga dapat membeli Beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp55.000 per sak, jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang berkisar antara Rp65.000 hingga Rp67.00Khofifah mengatakan, Pasar Murah menjadi salah satu instrumen strategis Pemprov Jawa Timur dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah dinamika harga pangan.
Ia menekankan, pengendalian inflasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan makro, tetapi juga harus diikuti intervensi langsung yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
"Ini harus dijaga, sebab keseimbangan pasokan dan permintaan, memperlancar distribusi pangan, serta mengantisipasi gejolak harga berbagai komoditas strategis," katanya.
Baca Juga:
Karhutla Bromo Meluas Jadi 176 Hektare, Dua Helikopter Water Bombing DikerahkanLebih lanjut, Khofifah menyampaikan, keberhasilan pengendalian inflasi membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai pemerintah, BUMN, pelaku usaha hingga pemerintah kabupaten/kota.
Pemprov, lanjutnya, akan terus memperluas pelaksanaan Pasar Murah di berbagai daerah sesuai kebutuhan dan perkembangan harga di lapangan.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada para tukang becak yang berada di sekitar lokasi sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor informal. (*)