Gubernur BI: Kita Harus Bersiap Hadapi Berbagai Macam Krisis

Jurnalis: S. Widodo
Editor: M. Rifat

30 Mar 2023 07:45

Headline

Thumbnail Gubernur BI: Kita Harus Bersiap Hadapi Berbagai Macam Krisis
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (Foto: instagram@perrywarjiyo)

KETIK, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, negara ASEAN tetap harus waspada dalam menghadapi gejolak ketidakpastian ekonomi dunia. Sebab, negara berkembang seperti ASEAN rentan terkena dampak rambatan atau spill over.

Negara ASEAN yang berkarakteristik ekonomi kecil terbuka dinilai rentan terhadap dampak guncangan global itu. Hal ini apabila tidak diantisipasi dapat meningkatkan risiko krisis. Formulasi dan kalibrasi kebijakan menjadi krusial untuk mendukung peran ASEAN bagi pemulihan ekonomi global. Hal ini menjadi referensi penting bagi anggota ASEAN untuk mencapai sejumlah sasaran makroekonomi sekaligus.

Seperti diketahui, pasca mewabahnya virus corona atau Covid-19 di negara seluruh dunia, geopolitik Rusia-Ukraina kemudian meletus dan belum mereda hingga hari ini.

Kemudian, di saat ekonomi mulai pulih, inflasi di banyak negara, terutama di negara-negara maju justru meningkat pesat. Hal ini yang membuat kebijakan Bank Sentral di negara maju kemudian harus mengetatkan kebijakan suku bunganya.

Baca Juga:
Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Ekonomi Jatim Terancam Melambat: DPRD Desak Mitigasi

Suku bunga kebijakan yang tinggi, membuat saat ini banyak bank-bank di Amerika Serikat (AS) dan Eropa runtuh alias kolaps.

"Karena itu, kita harus bersiap dari berbagai macam krisis," jelas Perry dalam Gala Seminar Enhancing Policy Calibration for Macro-Finance Resilience di BNDCC, Bali, Rabu (29/3/2023).

"Ekonomi kecil dalam menghadapi krisis keuangan global, tentu kami harus mengambil kebijakan yang hati-hati. Namun, tentu juga harus inovatif dalam menyikapi kebijakan itu," kata Perry lagi.

Dalam menghadapi krisis saat ini, kata Perry satu hal penting adalah dengan melakukan reformasi kebijakan. Berkaca dari pengalaman menghadapi krisis ekonomi, respons kebijakan tidak bisa hanya dilakukan dengan satu instrumen.

Baca Juga:
Kabupaten Bandung Mendunia, Kang DS dan Bunda Bedas Wakili Indonesia di Forum PAUD ASEAN

"Kita saat ini sudah tiga tahun dari pandemi Covid-19 tapi masih ada gejolak ekonomi secara global yang terjadi, seperti saat ini era suku bunga tinggi," jelas Perry.

Secara ekonomi, Amerika Serikat (AS) dan Eropa telah tumbuh melambat. Namun, ekonomi dunia saat ini sangat tertolong dengan dibukanya kembali aktivitas China setelah tiga tahun melakukan lockdown.

Juga, dengan suku bunga The Fed (Fed Fund Rate/ FFR) yang masih terus naik, tidak hanya pada kisaran 5% tapi mungkin lebih di kisaran 5,25% hingga 5,5%.

Nah satu upaya yang dilakukan bank sentral dalam menjaga pertumbuhan ekonomi di Indonesia, kata dia dilakukan dengan lima langkah strategis.

Kebijakan pertama, koordinasi moneter dan fiskal. Kedua, percepatan transformasi sektor keuangan. Ketiga, percepatan transformasi sektor rill. Keempat, digitalisasi ekonomi dan sistem keuangan. Kelima, memperkuat ekonomi hijau dan inklusif.

Adapun target dari kebijakan itu meliputi, menjaga stabilitas dari goncangan global, menjaga momentum pertumbuhan dari permintaan domestik, dan pertumbuhan ekonomi tinggi jangka menengah yang berkelanjutan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurut dia, pemerintah harus melakukan kalibrasi kebijakan, karena kondisi ekonomi terus berubah. (*)

Baca Sebelumnya

KONI Kota Bandung Diminta Terus Lahirkan Prestasi

Baca Selanjutnya

Kota Bandung Gagal Jadi Venue Piala Dunia U-20, Ini Kata Yana

Tags:

BI Bank Indonesia Perry Warjiyo Ekonomi ASEAN

Berita lainnya oleh S. Widodo

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

24 Juni 2023 21:02

Konjen RI Sambut Kloter Terakhir di Jeddah, Ingatkan Jemaah Jaga Kesehatan

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

23 Juni 2023 21:45

Yaqut Cholil:  Fasilitas Arafah dan Mina Siap 90 Persen

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

23 Juni 2023 13:42

Komisi VIII DPR RI Menilai, Layanan Petugas Haji di Bandara Baik dan Lancar

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

22 Juni 2023 20:20

PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit  Jelang Puncak Haji

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

21 Juni 2023 21:35

Menag Tinjau Mina, Toilet Bertambah, Dapur Oke, Layanan Siap 99 Persen

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

21 Juni 2023 15:55

2000 Alumni SMAN 1 Magetan Serbu GOR Ki Mageti Magetan untuk Reuni Akbar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H