GPK Terbatas, Dindik Jatim Gelar Workshop Pendidikan Inklusif

Jurnalis: Dannisa Putri
Editor: Al Ahmadi

3 Feb 2026 20:09

Thumbnail GPK Terbatas, Dindik Jatim Gelar Workshop Pendidikan Inklusif
Dindik Jatim melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo menggelar Workshop Pendidikan Inklusif yang digelar Dindik Jawa Timur di SMKN 6 Surabaya, Selasa, 3 Februari 2026. (Foto: Humas Disdik Jatim)

KETIK, SURABAYA – Ketersediaan Guru Pendamping Khusus (GPK) pada satuan pendidikan inklusif di Jawa Timur masih tergolong terbatas.

Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak, penyelenggara pendidikan inklusif wajib menyediakan layanan pendampingan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.

Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo menggelar Workshop Pelatihan Tingkat Dasar Pendidikan Inklusif bagi kepala sekolah dan guru SMA-SMK. Kegiatan ini diikuti 150 guru dan kepala SMA-SMK se Surabaya dan Sidoarjo, berlangsung selama tiga hari, 3-6 Februari 2026, bertempat di SMKN 6 Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat layanan pendidikan yang adil dan bermartabat bagi seluruh peserta didik.

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Menurutnya, realitas sekolah saat ini menunjukkan keragaman peserta didik yang semakin nyata sehingga menuntut adaptasi guru dan satuan pendidikan.

“Setiap anak itu unik dan tidak bisa diseragamkan. Pendidikan inklusif tidak cukup hanya dengan niat baik, tetapi membutuhkan mindset yang benar, kebijakan sekolah yang adaptif, serta kompetensi guru dalam pembelajaran dan asesmen,” ujar Aries, Selasa, 3 Februari 2026 pagi.

Aries menyebut tantangan pendidikan inklusif di sekolah masih cukup kompleks.

Hal ini terlihat dari masih adanya guru yang belum percaya diri dalam menghadapi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK), kurikulum dan asesmen yang belum adaptif, hingga kebijakan sekolah yang belum sepenuhnya berpihak pada prinsip inklusi.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Karena itu, pelatihan ini dirancang tidak hanya untuk membangun pemahaman, tetapi juga mendorong praktik nyata di sekolah.

“Penguatan pendidikan inklusif harus berjalan dari mindset hingga praktik di kelas. Mulai dari kebijakan dan manajemen sekolah, identifikasi dan asesmen PDBK, penyediaan akomodasi yang layak, pembelajaran berdiferensiasi, hingga penyusunan Program Pembelajaran Individual (PPI) dan Rencana Tindak Lanjut (RTL),” jelasnya.

Saat ini, Jawa Timur tercatat memiliki ratusan satuan pendidikan penyelenggara pendidikan inklusif yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Namun demikian, Dindik Jatim menegaskan fokus utama bukan sekadar pada jumlah sekolah inklusif, melainkan pada kualitas layanan dan keberpihakan sistem pendidikan terhadap kebutuhan setiap anak.

“Penguatan kapasitas kepala sekolah dan guru menjadi prioritas kami,” tegas Aries.

Penguatan kebijakan pendidikan inklusif dilakukan secara konkret dan berkelanjutan melalui penguatan peran kepala sekolah sebagai pengambil kebijakan internal sekolah inklusif, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, kewajiban penyusunan Rencana Tindak Lanjut pascapelatihan, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan asesmen adaptif sesuai karakteristik peserta didik.

Aries menegaskan komitmen Dindik Jatim terhadap pendidikan inklusif tidak berhenti pada pelatihan semata.

Penguatan kebijakan, peningkatan kompetensi pendidik secara berkelanjutan, serta kewajiban sekolah memiliki RTL inklusi menjadi fokus utama.

“Kami ingin pendidikan inklusif benar-benar hidup di ruang kelas, bukan sekadar tertulis di dokumen administrasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Surabaya-Sidoarjo, Kiswanto, menyampaikan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi minimnya guru pendamping disabilitas di sekolah reguler.

Padahal, sesuai amanat peraturan perundang-undangan, sekolah reguler wajib menerima peserta didik disabilitas.

“Setiap sekolah harus menerima siswa disabilitas jika ada yang mendaftar dan memenuhi syarat. Namun faktanya, masih ada sekolah yang belum memiliki guru pendamping. Karena itu, guru reguler perlu dibekali kemampuan pendampingan selama proses pembelajaran,” ujar Kiswanto.

Ia berharap, melalui pelatihan ini, sekolah-sekolah di wilayah Surabaya dan Sidoarjo mampu menyelenggarakan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik, baik reguler maupun berkebutuhan khusus.

“Kami ingin pendidikan inklusif benar-benar berjalan dengan baik, sehingga semua anak mendapatkan hak belajar yang setara,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Presiden Prabowo Gagas Gentengisasi, Chusni Mubarok Bongkar Manfaat Besarnya Bagi Warga Desa!

Baca Selanjutnya

Aturan Tarif Angkutan Halsel Dijabarkan, Laut Fleksibel, Jalan Berpayung SK Bupati

Tags:

Aries Agung Paewai Workshop Pelatihan SMA SMK surabaya sidoarjo guru Kepala Sekolah

Berita lainnya oleh Dannisa Putri

Kadisdik Jatim Berharap Kantor Cabdin Pendidikan Wilayah Ponorogo Lebih Maksimal Berikan Pelayanan ke Sekolah dan GTK

17 Maret 2026 20:02

Kadisdik Jatim Berharap Kantor Cabdin Pendidikan Wilayah Ponorogo Lebih Maksimal Berikan Pelayanan ke Sekolah dan GTK

Kadisdik Jatim Imbau Siswa dan Guru Manfaatkan Libur Lebaran dengan Baik

17 Maret 2026 19:10

Kadisdik Jatim Imbau Siswa dan Guru Manfaatkan Libur Lebaran dengan Baik

Momen Libur Lebaran bagi Siswa! Simak Pesan Kadisdik Jatim Aries Agung Paewai

16 Maret 2026 14:17

Momen Libur Lebaran bagi Siswa! Simak Pesan Kadisdik Jatim Aries Agung Paewai

Film Lebaran 2026! Keakraban Pemain Warnai Proses Syuting "Senin Harga Naik"

13 Maret 2026 11:20

Film Lebaran 2026! Keakraban Pemain Warnai Proses Syuting "Senin Harga Naik"

Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, Kadisdik Jatim Ajak Siswa SLB Madiun Belanja Baju Baru

11 Maret 2026 11:50

Berbagi Kebahagiaan Jelang Lebaran, Kadisdik Jatim Ajak Siswa SLB Madiun Belanja Baju Baru

Kadisdik Jatim Apresiasi Revitalisasi Edotel SMKN 1 Jombang untuk Praktik Siswa

10 Maret 2026 14:01

Kadisdik Jatim Apresiasi Revitalisasi Edotel SMKN 1 Jombang untuk Praktik Siswa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar