KETIK, JAKARTA – Piala Dunia FIFA 2026 bisa jadi panggung lahirnya sejarah baru. Di antara deretan bintang yang berpeluang moncer, nama Gilberto Mora menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. 

Gelandang serang muda Meksiko itu datang ke turnamen dengan peluang mencatatkan namanya sebagai salah satu pencetak gol termuda sepanjang sejarah Piala Dunia.

Saat Meksiko mengawali langkah mereka di Piala Dunia 2026 melawan Afrika Selatan, Mora berusia 17 tahun, 7 bulan, dan 28 hari. Usia tersebut membuat pemain milik Tijuana itu berada sangat dekat dengan rekor legenda Brasil, Pele.

Pele mencetak gol pertamanya di Piala Dunia 1958 saat berusia 17 tahun, 7 bulan, dan 27 hari. Gol tersebut tercipta ketika Brasil mengalahkan Wales 1-0 di babak perempat final. Hingga kini, rekor itu masih bertahan sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah turnamen empat tahunan tersebut.

Dengan selisih usia hanya satu hari dari catatan Pele, Mora memiliki peluang menciptakan momen bersejarah. Jika mampu mencetak gol di Piala Dunia 2026, ia berpotensi menjadi pemain termuda kedua yang mencetak gol di turnamen ini.

Baca Juga:
Gagal ke Piala Dunia Usai Ditolak Masuk AS, Omar Artan Disambut Bak Pahlawan di Somalia

Saingan terdekat Mora dalam daftar pencetak gol termuda Piala Dunia adalah kompatriotnya sendiri, Manuel Rosas. Pemain Meksiko itu mencetak gol pada Piala Dunia 1930 saat berusia 18 tahun, 3 bulan, dan 2 hari.

Namun, bukan hanya soal usia yang membuat Mora menjadi sorotan. Pemain kelahiran Tijuana tersebut sudah mencuri perhatian meski karier profesionalnya masih sangat muda. Dengan nilai pasar sekitar 10 juta euro, Mora menjadi salah satu pemain paling bernilai di Liga Meksiko dan masuk dalam daftar pemain kelahiran 2008 dengan nilai pasar tertinggi di dunia.

Mora juga sudah dipercaya memperkuat tim nasional Meksiko. Sebelum Piala Dunia 2026, ia telah mencatat delapan penampilan bersama negaranya dan beberapa kali masuk sebagai pemain pengganti dalam laga persahabatan melawan Ghana, Australia, dan Serbia.

Penampilannya semakin mencuri perhatian saat membawa Meksiko menjuarai Gold Cup 2025. Meski baru tampil pada fase gugur, Mora dianggap menjadi salah satu pemain terbaik Meksiko dalam turnamen tersebut.

Baca Juga:
Hotel Santika Premiere Malang Gelar Nobar World Cup 2026

“Perkembangannya berjalan sangat baik. Penampilannya di Gold Cup sangat mengesankan. Dia adalah salah satu pemain terbaik Meksiko di turnamen itu,” ujar Manajer Wilayah Transfermarkt Meksiko, Osvaldo González Camacho.

Menurut Camacho, salah satu hal yang membuat Mora berbeda adalah kematangannya meski masih berusia 17 tahun.

“Dia pemain yang sangat matang untuk usianya,” katanya.

Meski demikian, Mora juga menghadapi tekanan besar. Banyak pihak mulai melihatnya sebagai simbol masa depan sepak bola Meksiko, negara yang selalu memiliki basis suporter besar tetapi belum pernah mencapai kesuksesan besar di Piala Dunia.

Meksiko memang pernah memiliki bintang dunia seperti Hugo Sánchez, yang menjadi ikon Real Madrid pada era 1980-an hingga 1990-an. Namun, setelah itu Meksiko belum kembali melahirkan pemain yang benar-benar menembus level superstar global. Kini, harapan besar mulai diarahkan kepada Mora.

“Tekanannya besar karena seolah-olah masa depan Liga Meksiko ditempatkan di pundaknya,” tandas Camacho.