KETIK, MALANG – Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang (FIS UM) mengajak peserta 7th International Summer Course Program kegiatan aksi penanaman sansevieria sebagai bagian dari gerakan "Sedekah Oksigen" di lingkungan kampus.
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi lingkungan bagi peserta internasional sekaligus memperkuat komitmen UM dalam mewujudkan Green Campus yang sehat dan berkelanjutan.
Program penanaman sansevieria ini digelar pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 dan melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi mitra internasional, yakni Universiti Kuala Lumpur, Universiti Sains Malaysia, University of the Immaculate Conception, University of Oradea, Universiti Teknologi Malaysia, St. Mary’s College of Tagum, Central Philippines State University, dan Urdaneta City University.
Latar belakang peserta yang beragam menjadikan kegiatan penanaman sansevieria tidak sekadar aktivitas penghijauan, namun juga menjadi ruang belajar lintas negara dan budaya untuk mengenalkan praktik sederhana dalam menjaga kualitas lingkungan dan membangun gaya hidup berkelanjutan.
Ketua UM Green Campus, Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd., bersama Dr. Adellia Wardatus Sholeha, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan “Sedekah Oksigen” merupakan langkah sederhana yang dapat membangun kesadaran ekologis di lingkungan kampus.
Baca Juga:
Hari Ozon Sedunia, UM Dorong Budaya Kampus Hijau lewat Aksi Penanaman Pohon“Penanaman sansevieria melalui gerakan Sedekah Oksigen merupakan bentuk nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana. Kehadiran peserta Summer Course dari berbagai negara menunjukkan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang melampaui batas negara dan budaya,” ungkap Prof. Sumarmi.
Menurutnya, kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran bahwa keberlanjutan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata bagi para mahasiswa dan peserta internasional. Dengan demikian, konsep keberlanjutan tidak hanya dipahami secara akademik, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemilihan sansevieria dalam gerakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya UM memperluas penghijauan di lingkungan kampus. Tanaman ini dikenal .udah beradaptasi dan relatif mudah untuk perawatannya.
Tanaman ini juga mampu hidup dalam satu pilihan vegetasi yang memperkuat ruang hijau kampus. Dengan banyaknya vegetasi, kampus dapat menjadi lebih asri dan nyaman.
Baca Juga:
Ditahan Imbang Singo Edan , Persik Kediri Bawa Pulang Satu Poin dari KanjuruhanMelalui 7th International Summer Course Program, FIS UM tidak hanya menghadirkan pengalaman akademik dan pertukaran budaya bagi peserta internasional. Program tersebut juga memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan nilai-nilai keberlanjutan melalui aksi lingkungan.
Pengalaman menanam sansevieria diharapkan menjadi pembelajaran yang membekas bagi peserta sekaligus membawa pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana.
Semangat “Sedekah Oksigen” juga menjadi bagian dari upaya UM membangun budaya kampus hijau dengan melibatkan sivitas akademika dan mitra internasional.
Kegiatan tersebut selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities, SDG 13 tentang Climate Action, SDG 15 tentang Life on Land, dan SDG 17 tentang Partnerships for the Goals.
Keterkaitan dengan SDG 11 terlihat dari upaya UM menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau dan berkelanjutan. Sementara itu, SDG 13 tercermin melalui edukasi dan aksi lingkungan yang mendorong kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan di tengah tantangan perubahan iklim.
Penanaman vegetasi juga mendukung semangat SDG 15 melalui upaya menjaga dan memperkaya lingkungan daratan. Adapun keterlibatan perguruan tinggi dari berbagai negara memperkuat SDG 17 melalui kolaborasi internasional dalam membangun kesadaran dan praktik keberlanjutan.
Melalui gerakan “Sedekah Oksigen”, UM mampu memperkuat budaya lingkungan yang berjalan beriringan dengan internasional pendidikan. Aksi sederhana ini menjadi ruang bagi peserta dari berbagai negara untuk belajar, berkolaborasi, dan turut menjaga lingkungan kampus sebagai bagian dari komitmen bersama terhadap pembangunan berkelanjutan.(*)