Gerakan Pemuda Tani Indonesia Buka Suara Terkait Langkah Kementan Gugat Tempo

Jurnalis: Karimatul Maslahah
Editor: Rahmat Rifadin

5 Nov 2025 11:16

Thumbnail Gerakan Pemuda Tani Indonesia Buka Suara Terkait Langkah Kementan Gugat Tempo
Ujung kanan Ibrahim Asnawi koordinator GEMPITA. (Foto: Dok. Narasumber)

KETIK, JOMBANG – Gerakan Pemuda Tani Indonesia (GEMPITA) menilai langkah Kementerian Pertanian (Kementan) menggugat Majalah Tempo merupakan tindakan konstitusional yang patut didukung. Gugatan itu dilayangkan terkait pemberitaan Tempo edisi “Poles-Poles Beras Busuk”, yang dianggap mencederai marwah petani Indonesia.

Koordinator Nasional GEMPITA, Ibrahim Asnawi, mengatakan bahwa polemik tersebut bukan sekadar persoalan antara Kementan dan Tempo, melainkan juga menyangkut kehormatan dan harga diri para petani.

“Judul berita yang provokatif dan isi pemberitaan yang tendensius tidak hanya menyerang institusi Kementan atau pribadi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Lebih jauh, narasi itu seolah menggambarkan bahwa petani Indonesia tidak mampu menghasilkan beras berkualitas,” ujar Ibrahim saat dimintai keterangan Ketik.com Jombang, Rabu (5/11/2025).

Menurut Asnawi, program bantuan seperti pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) merupakan upaya negara dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Narasi yang menyebut adanya “beras busuk”, kata Ibrahim, sama saja dengan merendahkan kerja keras jutaan petani di Indonesia.

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

“Itu penghinaan terhadap kerja keras petani kita. Mereka sudah berjuang di tengah cuaca ekstrem dan krisis pangan global, tapi justru digambarkan seolah menghasilkan beras yang tak layak konsumsi,” tegasnya.

Meski demikian, Asnawi mengaku tetap menghormati kebebasan pers. Namun, Ibrahim menegaskan kebebasan tersebut harus dijalankan dengan prinsip objektivitas, keseimbangan, dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik.

Ia juga menyebut bahwa Kementan telah memberikan 13 poin tanggapan dan konfirmasi kepada Tempo sebelum publikasi berita, namun hal itu tidak ditampilkan secara proporsional dalam laporan investigasi tersebut.

“Jika benar demikian, Tempo telah gagal menerapkan prinsip cover both sides yang adil,” tambahnya.

Baca Juga:
MBG di Jombang Belum Merata, Zulhas Ungkap Baru 15 Persen Sekolah Berbasis Agama Terlayani

Asnawi menilai langkah hukum yang diambil Kementan bukanlah bentuk pembungkaman media, melainkan mekanisme hukum yang sah untuk menguji kebenaran pemberitaan.

“Ini bukan pembredelan pers, tapi uji kebenaran secara terbuka sesuai undang-undang,” ujar Ibrahim.

Lebih lanjut, Asnawi mengingatkan pentingnya peran media dalam menjaga semangat generasi muda di sektor pertanian. Narasi negatif, menurutnya, dapat mematahkan semangat petani dan menghambat regenerasi di sektor pangan.

“Indonesia adalah bangsa agraris. Jika petani kehilangan kehormatan, maka hilang pula identitas bangsa ini,” tutup Ibrahim.

Asnawi menegaskan akan terus berdiri bersama Kementan dalam menjaga kebenaran dan kehormatan petani Indonesia, serta menyerukan agar media massa kembali ke khittahnya sebagai mitra kritis pembangunan, bukan sebagai pihak yang meruntuhkan moral bangsa. (*)

Baca Sebelumnya

Penerbangan di Belgia Terganggu Akibat Penampakan Drone

Baca Selanjutnya

Cuaca Kota Surabaya 5 November 2025 Diprakirakan Hujan Ringan, Begitu Juga Kota Gresik

Tags:

jombang petani Gempita Jawa timur

Berita lainnya oleh Karimatul Maslahah

BRI Dukung Akses Wisata, Jalan Menuju Agrowisata Gondangmanis Jombang Kini Lebih Mulus

3 Maret 2026 12:04

BRI Dukung Akses Wisata, Jalan Menuju Agrowisata Gondangmanis Jombang Kini Lebih Mulus

APBD 2026 Dibahas, Pemkab Jombang Janjikan Anggaran Pro Rakyat

5 November 2025 11:21

APBD 2026 Dibahas, Pemkab Jombang Janjikan Anggaran Pro Rakyat

Gerakan Pemuda Tani Indonesia Buka Suara Terkait Langkah Kementan Gugat Tempo

5 November 2025 11:16

Gerakan Pemuda Tani Indonesia Buka Suara Terkait Langkah Kementan Gugat Tempo

Hujan Tak Kurangi Kemeriahan Malam Puncak Jombang Fest 2025

27 Oktober 2025 11:48

Hujan Tak Kurangi Kemeriahan Malam Puncak Jombang Fest 2025

Bisantren 2025 di Jombang, 240 Santri dari Seluruh Indonesia Adu Ide Bisnis Rebut Modal Puluhan Juta

26 Oktober 2025 12:07

Bisantren 2025 di Jombang, 240 Santri dari Seluruh Indonesia Adu Ide Bisnis Rebut Modal Puluhan Juta

Realisasi Pajak Tembus 91% Target, Pemkab Jombang Beri Apresiasi Wajib Pajak dan Desa Terbaik

26 Oktober 2025 10:59

Realisasi Pajak Tembus 91% Target, Pemkab Jombang Beri Apresiasi Wajib Pajak dan Desa Terbaik

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar