Geo Dipa Energi Sosialisasi Reboisasi Lakom IPPKH Patuha 2

Jurnalis: Iwa AS
Editor: Akhmad Sugriwa

6 Agt 2025 17:46

Thumbnail Geo Dipa Energi Sosialisasi Reboisasi Lakom IPPKH Patuha 2
PT Geo Dipa Energi (Persero) menggelar FGD dan Sosialisasi Reboisasi Lakom IPPKH Patuha 2, di Desa Sugihmukti Kec Pasirjambu Kab Bandung, Rabu (30/7/25).(Foto: Iwa/Ketik)

KETIK, BANDUNG – PT Geo Dipa Energi (Persero) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Rencana Reboisasi Lahan Kompensasi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) Patuha 2, di Desa Sugihmukti Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung, Rabu (30/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menyusun rancangan teknis reboisasi Lahan Kompensasi IPPKH Patuha 2 melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis pelestarian ekosistem.

FGD ini bertujuan menyosialisasikan hasil observasi dan survei lapangan yang telah dilakukan di kawasan lahan kompensasi (lakom) IPPKH Patuha 2. Selain itu sekaligus menjaring masukan dari para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa, akademisi, serta masyarakat lokal.

Perwakilan dari  PT Geo Dipa Energi Sari Ramadhani dalam paparannya menegaskan komitmen perusahaan terhadap pemulihan kawasan hutan. Lebih dari itu, Sari juga mengungkapkan harapan terkait manfaat untuk masyarakat Desa Sugihmukti.

Baca Juga:
Geo Dipa Berbagi Salurkan 4.416 Paket Sembako untuk Warga Sekitar

“Kami berkomitmen kepada pemerintah untuk menjadikan kawasan ini kembali menjadi hutan dalam tiga tahun ke depan," tandas Sari. 

Pihaknya berharap kawasan ini nantinya bisa menjadi hutan milik warga Sugihmukti yang memberi manfaat ekologis dan sosial.

"Termasuk  potensi menjadi kawasan ekowisata seperti bird watching, camping, dan forest walk,” imbuh Sari.

Sebagai langkah awal sebelum reboisasi, telah dilakukan pemasangan patok batas bidang tanam (BT) di lokasi. Rencana penanaman pun akan dibagi menjadi tiga bagian, dengan pola tanam intensif 4x4 atau 4x3 meter persegi. 

Baca Juga:
Geo Dipa Salurkan 10.115 Paket Sembako dan Santuni Ratusan Anak Yatim di Dieng dan Patuha

Tanaman yang diusulkan meliputi jenis lokal seperti Rasamala, Puspa, Sarinten, Kibogor, dan Caringin. Tanaman yang diusulkan tersebut merupakan jenis-jenis yang saat ini juga hidup di sekitar lahan kompensasi (lakom).

Akademisi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran, Dr. Teguh Husodo turut memaparkan hasil studi keanekaragaman hayati yang dilakukan di area lakom.

“Kawasan ini masih memiliki potensi keanekaragaman hayati yang tinggi. Termasuk 100 lebih jenis flora dan fauna seperti Kukang Jawa, Burung Elang, serta Bangkong Tuli yang menjadi indikator air bersih," sebut Teguh. 

Menurutnya, Kawasan Lakom juga potensial untuk pengembangan ekowisata dan dapat menjadi bagian dari hutan lindung yang utuh.

Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Desa Sugihmukti, Riza menggarisbawahi pentingnya koordinasi agar seluruh pemangku kepentingan dapat merasakan manfaat rencana reboisasi ini.

“Kami ingin kawasan ini dikelola sebaik mungkin. Tapi tentu kami juga ingin kembali kepada masyarakat, bagaimana bentuk pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi warga," ungkap Reza.

Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Sugihmukti, Oman Rohman menegaskan komitmennya terhadap penanaman kembali yang ramah lingkungan.

“Kami mendukung penuh upaya GDE menjadikan kawasan ini sebagai hutan kembali. Dengan tetap memperhatikan pemanfaatan ekosistem secara bijak dan berkelanjutan,” tandas Oman

Kegiatan juga diwarnai oleh diskusi terbuka dengan tokoh masyarakat, termasuk Pak Dadi dan Pak Dani, yang menyoroti pentingnya pelestarian mata air dan keseimbangan antara kepentingan lingkungan dengan kebutuhan dasar warga.

Sebagai penutup, disepakati bahwa semua masukan dari FGD ini akan dirangkum dalam dokumen Rencana Teknis (Rantek) Reboisasi. Lakom IPPKH Patuha 2 akan dikelola tanpa pembangunan fisik, hanya fokus pada pemulihan fungsi hutan lindung dan perawatannya selama tiga tahun ke depan. (*)
 

Baca Sebelumnya

Anggota DPD RI Asal Jatim Dukung Putusan MK Tentang Perlindungan Data Pribadi

Baca Selanjutnya

Pertanian hingga Jasa Berhasil Bawa Ekonomi Jatim Membaik, Ini Kata BPS

Tags:

geodipa gde GEODIPA ENERGI lakom lahan kompensasi reboisasi ippkh

Berita lainnya oleh Iwa AS

Disbud Kabupaten Bandung Kini Punya Jingle Resmi Karya Seniman Lokal

19 April 2026 13:13

Disbud Kabupaten Bandung Kini Punya Jingle Resmi Karya Seniman Lokal

Bupati Bandung: Tidak Perlu Kirim Karangan Bunga, Cukup Upacara dan Sidang Paripurna

18 April 2026 20:44

Bupati Bandung: Tidak Perlu Kirim Karangan Bunga, Cukup Upacara dan Sidang Paripurna

Bupati Bandung Bakal Bangun 15 Jembatan Baru di Atas Sungai Cisunggalah

18 April 2026 16:41

Bupati Bandung Bakal Bangun 15 Jembatan Baru di Atas Sungai Cisunggalah

Wisatawan Australia Kepincut Borondong di Bandung Bedas Expo 2026

18 April 2026 16:06

Wisatawan Australia Kepincut Borondong di Bandung Bedas Expo 2026

Bunda Pajak Emma Dety Ajak Kader PKK Kabupaten Bandung Jadi Duta Pajak di Lingkungan Masyarakat

18 April 2026 15:30

Bunda Pajak Emma Dety Ajak Kader PKK Kabupaten Bandung Jadi Duta Pajak di Lingkungan Masyarakat

Usai Buka Bandung Bedas Expo 2026, Bupati KDS Langsung Tinjau Lokasi Banjir

17 April 2026 15:34

Usai Buka Bandung Bedas Expo 2026, Bupati KDS Langsung Tinjau Lokasi Banjir

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda