KETIK, BANDUNG – PT Geo Dipa Energi (Persero) mencatat tonggak penting dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 berkapasitas 1×55 megawatt (MW). Komponen utama pembangkit berupa generator listrik berhasil dimobilisasi dan tiba di lokasi proyek setelah melalui proses pengangkutan khusus dengan standar keselamatan tinggi.

Keberhasilan mobilisasi generator tersebut menandai proyek strategis nasional (PSN) PLTP Patuha Unit 2 memasuki tahap krusial sebelum proses commissioning atau pengujian sistem dan pengoperasian komersial.

Generator merupakan komponen utama pembangkit yang berfungsi mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi listrik. Kehadiran peralatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam percepatan pembangunan pembangkit panas bumi yang mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional.

Sebelum mobilisasi dilakukan, PT Geo Dipa Energi melaksanakan serangkaian inspeksi teknis, mulai dari pemeriksaan generator, kesiapan armada pengangkut, pemeriksaan kesehatan pengemudi, hingga konsultasi dengan masyarakat di Desa Sugihmukti, Alamendah, dan Panundaan.

HSE & Safeguard Superintendent PT Geo Dipa Energi, Aditya Rahman, mengatakan perusahaan menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama selama proses mobilisasi.

Baca Juga:
Patuha Siap Jadi Panggung Lari Trail Nasional, Ali Syakieb: Keselamatan Pelari Jadi Prioritas

"Kami menganggap penting dilaksanakannya konsultasi dengan masyarakat sebelum mobilisasi. Harapannya, seluruh proses berjalan aman, nyaman, dan tidak mengganggu aktivitas warga," ujar Aditya dalam keterangan resminya, Kamis (23/7/2026).

Generator yang berbobot ratusan ton tersebut diangkut menggunakan armada prime mover dan multi-axle dari Gerbang Tol Soreang menuju kawasan PLTP Patuha Unit 2 dengan kecepatan rata-rata sekitar 5 kilometer per jam. Selama perjalanan, proses pengangkutan mendapat pengawalan aparat kepolisian, ambulans siaga, serta dukungan Dinas Perhubungan dan instansi teknis lainnya.

Untuk menjaga keamanan infrastruktur, PT Geo Dipa Energi bersama Balai Sistem Jalan menerapkan metode Foot on Bridge, yakni pemasangan pelat baja sementara di atas sejumlah jembatan, termasuk Jembatan Cipadaruum, agar distribusi beban tetap berada dalam batas aman struktur.

Selain pengamanan teknis, perusahaan juga melakukan pemantauan lingkungan melalui pengujian kualitas udara ambien, tingkat kebisingan, dan getaran sebelum maupun selama mobilisasi berlangsung.

Baca Juga:
Geo Dipa Berbagi Salurkan 4.416 Paket Sembako untuk Warga Sekitar

Hasil pengujian menunjukkan seluruh parameter lingkungan masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 dan Nomor 49 Tahun 1996.

Mobilisasi generator berlangsung aman tanpa menimbulkan kerusakan infrastruktur maupun gangguan terhadap masyarakat. Bahkan di sejumlah titik, warga tampak antusias menyaksikan iring-iringan kendaraan pengangkut generator yang melintas menuju lokasi proyek.

PT Geo Dipa Energi menilai keberhasilan tahapan tersebut menjadi bukti sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, kepolisian, Dinas Perhubungan, serta masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan PLTP Patuha Unit 2 sebagai bagian dari transisi energi bersih di Indonesia.(*)